Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
Ass,wr,wb. Ikolah contoh kepedulian urang rantau akan kampuang halamannyo, walau alah marantau sampai ka nagari Kanguru, dunsanak ambo H. Nirwan Kamarudin (Ketua DPC SAS Sydney) dan kawan2 di Sydney ikuik berpartisipasi. Hiduik SAS Sydney dan salamaik untuk Ajo Razali Nazir. Wassalam, HM Dt.MB (50 -) Rang Sulik Ayie di Bumi Sriwijaya. > -------------------------------------- > Laporan : Hadi Wijaya > PADANG EKSPRES > > TERBITAN: Senin, 27-November-2006, 02:00:17 > > Kegelisahan Perantau atas Kampung Halaman > > "Didik Anak Kemenakan dari Rantau" > > âDari mana harus memulai?â Sebuah pertanyaan besar Dr. Ali Syariati, > tokoh revolusi Iran. Dalamnya terkandung semangat untuk memperbaiki > bangsa yang telah carut-marut. Pertanyaan seperti ini juga akan muncul, > ketika seseorang pemimpin, risau dengan kondisi masyarakatnya, dan > berkeinginan melakukan perbaikan dalam banyak hal. > Sebuah contoh kecil pada Suku Tanjung yang sedatuk di Pariaman, patut > disimak. Apa yang dilakukan suku tersebut dalam lingkup empat kaum, > masing-masing, Kapalo Hilalang, Koto Mambang, Kampuang Sato (Pauh > Timur), Pariaman Tengah dan Koto Marapak, Pariaman Tengah, sepintas > memang nampak biasa-biasa saja. Tapi itulah sesunggunya upaya nyata, > jawaban atas problem nagari yang menjadi problem pula bagi Provinsi > Sumatera Barat. > > Menyiapkan kader generasi muda yang agamis, intelek dan membangun > koperasi sebagai kekuatan ekonomi bersama. Itulah yang terjadi sejak 17 > tahun silam. Salah seorang voluntir gerakan ini, sebut saja > Ir. Razali Nazir MSc, perantau Minang dari Suku Tanjung. Apa yang > dilakukan menurutnya, beranjak dari kenyataan mulai terjadinya penurunan > pengamalan ajaran agama Islam. > > âSejak tahun 1989, gejala memperihatinkan muncul. Khatib mulai langka, > azan dari masjid dan mushalla mulai tidak kontinyu, penyelenggara jenazah > hanya dari kalangan orang tua-tua, imam shalat kadang-kadang juga sedikit > masalah. Jika ini dibiarkan, bagaimana syariâat bisa berjalan dengan > baik. > > Sumbar yang zaman dahulu terkenal gudang ulama,sekarang ada tendensi > akan kehilangan pemimpin-pemimpin agama. Tak terbayangkan, betapa > hancurnya umat Islam, terutama dalam Suku Tanjung, empat kaum,â tutur > Razali saat berbincang dengan Koran ini. > > Berangkat dari kondisi itu, warga Suku Tanjung Pariaman yang sedatuk di > Jabodetabek, membentuk Ikatan Keluarga Tanjung Datuk Sati (IKTDS) > dengan anggota ± 100 KK. Organisasi yang anggotanya peduli dengan > kondisi di kampung halaman. Secara bergilir pada setiap kaum âSejak 17 > tahun silam, setiap tahun kami menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran > (MTQ) di kampung yang secara substansi merupakan pendidikan agama. > > Lomba hafal Alquran agar lahir kader imam shalat, lomba pidato agama, > demi menjaga kelangsungan kader dai, lomba azan, agar senantiasa suara > azan tetap berkumandang dari masjid dan mushalla,â tuturnya. > > Kompetisi anak kemenakan, katanya, mendorong kegiatan pembinaan > keagamaan masyarakat, terutama generasi muda akan tetap menghidupkan > masjid dan mushalla empat kaum. Pengkaderan berjalan, kekhawatiran > terjawab, meski diakuinya belum maksimal. âIni hal kecil. Tapi jika > dilakukan para datuk di semua suku di Sumbar, problem semua daerah akan > terjawab. Saya merindukan, ini dilakukan di semua daerah,â ujar jebolan > Fakultas Ekektro Perkapalan Uni Soviet itu. > > Tidak hanya sebatas itu, untuk pendidikan, digalang dana beasiswa sejak > tahun 2000. Tahun 2006 totalnya mencapai Rp.8,94 juta. Ini dibagikan > kepada juara I-III tingkat SD, SLTP dan SLTA. Untuk mahasiswa, diberikan > kepada anak kemenakan yang meraih IP 3 ke atas. Bidang ekonomi, telah > dibentuk koperasi. Selain itu, anggota kaum juga akan dijembatani untuk > bisa memanfaatkan keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kapalo > Hilalang. BPR ini modalnya sudah ditingkatkan menjadi diatas Rp1 miliar > dan diberi izin oleh Bank Indonesia untuk membuka cabang diseluruh > Kecamatan yang potensi di Propinsi SUMBAR.. > > Masdi Suport Da'i Sumbar > > Jika IKTDS berbuat lebih untuk empat kaum di Pariaman, lain lagi halnya > dengan Masyarakat Dakwah Indonesia (MASDI) Jakarta. Organisasi ini > membangun Sumbar dengan memberikan suport dana kepada Dewan > Dakwah Sumbar (DDS). Yang menjadi prioritas saat ini adalah para dai > yang berjuang di Mentawai, Lunang, Mentawai dan Sitiung. > > âKita amat peduli dengan perjuangan DDS. Saya selalu berkoordinasi > dengan Buya Masâoed Abidin yang saat ini memimpin Dewan Dakwah > Sumbar.MASDI ingin berbuat untuk DDS.Antara lain, bulan puasa kemarin, > berhasil digalang dana Rp.30 juta demi kemajuan DDS. Selain untuk > aktivitas dakwah, juga dimaksudkan bagi pengembangan kemampuan Dai. > > Sanak kita di Sydney, lewat Ketua SAS (Sulit Aie Sepakat, red) Nirwan, > juga berhasil menggalang dana $700 Australia. Ini semua untuk DDS,â > tutur Razali Nazir yang juga Ketua Umum DPP MASDI di Jakarta. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

