Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

KENA TULAH GADIS MINANG  ( Cerita pendek )

Den, nampaknya kamu kena tulah gadis minang , tu ! ,
ujar Agus dengan mimik muka serius, 
karena dari ceritamu tadi, sudah hampir selama 4 tahun
ini , kamu ketemu dan naksir sama gadis minang melulu
, memang apa salah mu dulu Den ?
Deni tampak bingung kena tulah ?

apa sih tulah itu ?
Tulah, adalah semacam kepercayaan pada orang Sunda dan
Jawa ,bahwa bila kita berbuat sesuatu yg kurang baik ,
maka di suatu saat kelak kita akan dapat balasan nya
juga , semacam karma menurut orang Bali , 
ah masak kamu percaya sama yg spt itu , takhyul itu
mah , kata Deni , tapi ia pun mulai berpikir apa salah
nya sebelum ini dg gadis minang ?

ia tinggal di ranah priangan, jarang bertemu gadis
minang.
tapi benar juga apa kata Agus, teman nya , bahwa
selama 4 tahun ini, dalam waktu yg berlainan, ia
sempat naksir berat pada teman wanitanya, yg ternyata
baru tahu kemudian adalah gadis minang , dan itu semua
memang membuatnya pusing sabaleh yo kapalo, istilah
minang nyo. Karena walau bagaimana pun ia telah
terikat janji dg si Euis,mojang priangan , ibu dari
anak2 nya yg manis.

Deni pun mulai berpikir ,melihat sejarah ke belakang ,
apa ada yg salah selama ini ?
rasanya tak pernah ia berbuat hal yg menyakiti gadis
minang atau perbuatan jelek lain nya

Ia pun mulai teringat , saat kuliah dulu, ia sempat
dekat juga dg teman kuliahnya gadis minang  Erna
namanya, namun kemudian menjauh, karena ternyata Erna
punya sifat yg dominan, ingin segala ngatur dan cepat
emosi , ia tak suka dg gadis spt itu , karena selama
ini dg teman2 nya orang Sunda, ia rasakan pertemanan
yg nyaman , baik hati dan ramah . Itu adalah satu
kejadian dimana ia mulai kecewa dg gadis minang.
saat pulang kampung ke kota lubuk basung, ia banyak
lihat di beberapa keluarga kerabatnya , yg tinggal di
kalangan keluarga istri, betapa pihak suami sebagai
rang sumando ( menantu ) seperti kehilangan wibawa di
hadapan istri nya yg terlihat mendominasi , begitulah
sistem keluarga matriarkat dimana.

Sebagai orang minang yg hanya numpang lahir di Sumbar,
tapi besar di rantau spt kota Cianjur tempat ayah dan
ibunya membuka toko kain , ia sebenarnya lebih dekat
dg budaya sunda daripada budaya minang , karena itu
pulalah ibu nya sering meminta agar ia banyak belajar
pula ttg budaya minang,banyak bergaul dg orang2
minang, setidaknya kerabat dan keluarga minang di
daerah Cianjur.
sampai suatu saat sempat pula mandeh ( ibunda )
meminta, "Den, beko kalau lah ka manikah, pilih lah
urang awak juo jadi bini"
( Deni , nanti kalau hendak menikah , pilihlah gadis
minang sbg istri mu )  , begitu lah pesan ibunya yg
masih tergiang lama di telinganya

Deni hanya terdiam saja, ia tak mau mengecewakan
ibunya tercinta , namun ia seperti menghadapi sebuah
dilema , karena dari berbagai pengalaman serta apa yg
sempat ia pelajari dari kuliah sosiologi antropologi
nya , ia sebenarnya kurang suka punya istri orang
minang , karena berbagai karakter yg ia pandang
negatif. Kalau boleh memilih ia lebih suka dg gadis
sunda , mojang priangan yg ramah,baik hati, mau
menurut dan tak cepat marah. Apalagi belakangan ini ,
ia mulai dekat dg si Euis , anak pak Haji Sanusi ,
teman ngaji nya di madrasah waktu kecil dulu.

Akhirnya Deni memang menikah dg Euis , ibunya yg
semula tak setuju dg berat hati menerima nya juga,
apalagi setelah tahu , Euis mojang priangan yg akan
jadi menantu nya ini ,ternyata gadis yg baik , soleh
dan geulis ( cantik ).  Mereka menjadi keluarga
bahagia yg dikarunia 2 orang anak yg manis2.

singkat cerita, beberapa tahun kemudian, dalam rangka
pengembangan usaha , Deni sering bepergian ke luar
kota , antara lain juga utk membuka toko2 baru di
kota2 lain. Sesuai dg kegiatan bisnis nya Deni banyak
bertemu dg banyak orang , nah disinilah cerita baru
bergulir pula.

Saat sering ke pasar tanah abang , utk beli pakaian
secara grosir, ia jadi kenal dg si Lina, anaknya
datuak bandaro pemilik toko kain dimana ia sering
belanja. Mulanya sih biasa saja , tapi ternyata enak
juga ngobrol dg si Lina ini, yg memang orang nya supel
dan senang ngobrol , apalagi memang Deni , penampilan
nya cukup menarik juga. Sampai suatu  saat kaget juga
Deni,waktu Lina mengajaknya makan siang bersama, di
rumah makan padang Kapau jaya, di bagian bawah
pertokoan tsb. Lama2 tanpa disadari Deni mulai kagum
juga pada Lina.

Sampai suatu saat , ketika makan siang dg Lina, HP nya
berbunyi istrinya menelepon dari Cianjur, mengabarkan
anaknya jatuh dari pohon dan perlu cepat dirawat ke
puskesmas , Deni kaget dan langsung berbicara di meja
makan tsb sampai lupa di sana pun ada Lina.
baru tahu Lina, ternyata , si Deni yg kelihatan nya
masih muda dan tampan ini , sudah berkeluarga , kecewa
juga jadinya , Deni pun hanya bisa tersenyum tipis, '
Oh , itu tadi telepon dari cianjur, nggak apa2 kok,
baik mari kita teruskan makan nya, kita lanjutkan lagi
ngobrol nya, Tapi Lina sudah tak bersemangat lagi. 
Setelah itu hubungan mereka agak renggang, dan kalau
berbelanja di toko, sikap Lina jadi biasa saja, spt
pada pembeli lain nya. Dan Deni pun berusaha membatasi
diri , dan kemudian tak belanja ke sana lagi karena
ada toko lain yg bisa memberi harga lebih murah.

Suatu saat Deni, pergi ke Bandung , melakukan
negosiasi dg salah satu perusahaan tekstil di sana,
karena ia perlu sebuah jenis bahan kain dalam jumlah
yg agak banyak, pesanan dari sebuah instansi, sehingga
ia langsung kontak ke sebuah pabrik tekstil yg banyak
terdapat di kota Bandung. Ia sering ke sana , untuk
bernegosiasi sampai urusan administrasi , sehingga ia
banyak bertemu dg salah seorang staf marketing
perusahaan tsb, namanya Lola, orang nya cukup ramah
pula . Ternyata tak mudah urusan pemesanan tsb, karena
pesanan produk khusus tsb harus dimasukkan dalam
rencana penjadwalan produksi pabrik tsb. Sehingga ia
sering bolak balik ke Bandung dan ketemu lagi dg Lola
, dasar memang mata buaya, entah kenapa Deni senang
juga ngobrol dg Lola, selain memang anaknya manis dan
ramah, senang diajak ngobrol . Deni memperkirakan
lihat dari nama dan tampilan nya, ia menyangka Lola
orang Manado atau Palembang lihat dari penampilan nya
, diam2 Deni mulai naksir juga pada Lola , dan
nampaknya Lola orang nya open saja .  

Sampai suatu saat tokonya dikirimi ucapan selamat idul
fitri , yg ditandangani oleh Lola, kaget juga Deni, oh
orang Islam juga toh ? , ia pun coba menelepon Lola
menyampaikan terima kasih , sambil ngobrol2 santai, ia
tanya juga ttg Lola, dulu sekolah dimana , darimana
asalnya dll, yah, biasalah standar pembicaraan umum ,
kaget juga Deni, ternyata Lola , urang awak juo ,
walau lahir di Palembang, kedua orang tua nya asli
berasal dari Solok ,akhirnya mereka kalau ngobrol
pakai bahasa minang saja , dan menambah hubungan
mereka semakin akrab saja , dan seperti biasa , mereka
sempat pula makan bersama di rumah makan nasi kapau
kesukaan Deni, yg ternyata disukai Lola pula. Terbetik
pula obrolan ttg berbagai peluang bisnis sampingan yg
sebenarnya bisa digarap juga , kebetulan memang Lola
ingin mulai buat bisnis sendiri pula.

Tanpa disadari Deni ternyata sudah jatuh hati pula
pada gadis tsb , tapi ia berusaha mengerem rasa tsb,
berdasar pengalaman sebelumnya dg si Lina anak pemilik
toko di pasar tanah abang dulu. Ia tak ingin terlibat
lagi  dalam kondisi yg membingungkan tersebut. Tapi
tambah dihambat, tambah kuat pula rasa rindunya pada
Lola , begitu pula sebaliknya. Tapi Deni merasa bahwa
hal tsb suatu kesalahan, sampai suatu saat ia bicara
terus terang tentang dirinya pada Lola , ternyata Lola
bisa memahami nya , dan berpendapat tak salah untuk
sekedar hanya menjadi relasi bisnis, tanpa tendensi
lain 2.

yah, kemudian semuanya berjalan biasa saja dan Deni
sudah mulai kebal utk menjaga perasaan, tak gampang
jatuh hati.

Entah kenapa, setelah sekian lama tak bertemu dg Lola,
sampai ia hampir lupa, Deni bertemu lagi dg gadis lain
yg ia temui waktu sama2 naik pesawat  ke Makasar ,
ketika hendak mengikuti sebuah pameran dagang. dan
cerita sebelumnya terulang lagi .

Sehingga, di hitung2 dalam 5 tahun belakangan ini  ,
ia telah jatuh hati pada 3 orang gadis minang yg
berbeda , yang awalnya tak ia sangka bahwa ia adalah
orang minang juga, bertanya2 Deni dalam hatinya
,tentang hal tsb,  sehingga akhirnya hal tsb
disampaikan pula pada teman dekat nya, Agus , yang
memang dari dulunya senang pada hal2 yg mistik. Dan

Agus bilang Deni kena tulah gadis minang.
yah, mungkin saja ia kena tulah gadis minang , suka
jatuh hati pada gadis minang , 

mungkin karena dulu, ia tak menuruti pesan ibunya
untuk menikah dg gadis minang tapi malah menikah dg
mojang priangan ,

mungkin karena dulunya ia sering memiliki prasangka
negatif terhadap gadis minang yg dianggapnya cenderung dominan 
( ingin berkuasa ) , banyak keinginan serta kuat nya campur tangan
keluarga perempuan dalam keluarga nya , dan banyak kemungkinan2
lain nya sekarang baru kerasa ,bahwa ia banyak kesengsem oleh
gadis minang yg ternyata tak sejelek yg ia bayangkan ,
ternyata gadis minang lebih cantik daripada mojang
priangan spt yg sering ia dengar. tak semua gadis
minang suka ngatur ( dominan ) tak semuanya cepat
marah, tak semuanya matre (mata duitan ) , dan segepok
prasangka negatif lain nya

entahlah apa ini benar2 yg disebut tulah atau hanya
kebetulan belaka , kebetulan saja ia ketemu dg gadis
minang yg menarik.

tapi entah sampai kapan tulah tersebut masih berlaku ,
sekarang Deni mulai tersadar , bahwa ia pun sebagai
seorang suami harus bisa menjaga diri, menjaga
pandangan, sesuai dengan pengajian yg sering ia dengar
dari pak Haji Sanusi, yg kemudian menjadi mertuanya
sendiri.

sekarang ia selalu berhati hati bila bertemu dg gadis
minang, ia tak ingin terjebak lagi pada kubangan yg
sama.
Sempat pula hal tsb disampaikan pada Euis , istrinya ,
ternyata Euis, hanya tertawa lepas, ah dasar padang si
Aa mah, katanya

ternyata Euis tidak marah, dan menganggap suaminya ,
hanya sering nglamun saja karena jauh dari keluarga
saat pergi jauh, tapi ia percaya pada suaminya dan
bahkan rela, bila suami nya menikah lagi , hal tsb
malah tambah membuat Deni tambah "nyaah" ( sayang bhs
sunda ) pada istrinya , ia tak berniat utk menikah
lagi, ia tak mau menyakiti hati istrinya yg sudah
begitu baik hati.

Terbayang kalau istrinya orang minang , pasti sudah
marah besar, menghadapi hal seperti itu
Ia sangat bersyukur pada Allah telah diberi istri yg
soleh dan terbaik bagi dirinya, kalau kemudian kita
tertarik pada yg lain , disana lah yg namanya ujian
dalam kehidupan, sejauh mana kita mensyukuri nikmat
Allah, 

ia jadi teringat pada baik syair Rabindranat
Tagore ttg cinta dan kehidupan ;
"Mencintai hanya sekali, hidup hanya sekali , 
sekali berarti , setelah itu mati"

HM malin sinaro
http://hdmessa.multiply.com

Dari tengah keheningan kebun teh,kerimbunan hutan pinus, di tepi telaga bening

Lereng gunung Malabar, yg dingin berselimut kabut tipis
Bandung selatan


 
____________________________________________________________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs.
http://music.yahoo.com/unlimited

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke