Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
DADIAH
Oleh : Dr.H.K.Suheimi
Di pasar teleng itu, sepasang turis cengangak, cengingik,
melihat kesana dan kesini seakan-akan mencari-cari sesuatu. Dia
bertanya ke sana dan kemari, tapi sayang dia belum bisa berbahasa
Indonesia. Saya perhatikan sewaktu dia bertanya kepada amai-amai,
dan amai-amai itu kelihatan bengong, karena turis itu bertanya
"milk-milk" sambil diikuti dengan bahasa isyarat, turis itu
membulat-bulatkan tangannya se akan menggambarkan sebuah tabung.
Tapi si amai juga tidak mengerti, di kira oleh si amai, orang
Barat itu menyebut belek-belek, maka si amaipun mencari belek
serta memberikan sebuah kaleng. Barangkali kaleng ini yang di
cari turis itu, pikir si amai di dalam hatinya. Orang Barat
itupun menggeleng sambil mengulang kata-kata "milk-milk". Si
amaipun semakin binggung, diapun menggelengkan kepala.Si Turispun
pergi berlalu meninggalkan amai itu dan pergi mencari amai-amai
yang lain.
Akhirnya di sebuah sudut, turis itu berhenti, dia melihat
dan menemukan sesuatu, yaitu beberapa ruas betung yang tertutup
dengan daun, nah ini dia , orang Barat itu menunjuk dan meminta
seruas betung itu, lalu membuka tutup daunnya, dia mencium dan
mengecapnya. Di wajahnya terpancar ke gembiraan dan sukacita yang
dalam, matanya berseri-seri, apa yang selama ini di carinya
akhirnya didapatkannya. Ternyata yang di carinya itu adalah
dadiah.
Di Bukit Tinggi banyak dadiah ini. Di Pasar bawah, di tempat
orang berjualan sayur-sayuran. Kalau hari Rabu dan Sabtu juga
kita lihat di pasar teleng atau banyak juga yang menyebutnya
dengan pasar lereng. Karena pasar itu terletak di sepanjang jalan
disebuah lereng bukit yang di waktu hari-hari pekan tidak boleh
di lalui mobil. Di Pasar teleng itu ramai amai-amai menjajakan
barang dagangannya.
Saya tak habis pikir, kenapa turis tadi berusaha betul
mencari dadiah?. Tentu sebelumnya dia sudah dapat informasi
mengenai dadiah. Dari peristiwa itu sayapun tertarik akan dadiah.
Sewaktu kami makan nasi kapau di tempat uni Lis, tak lupa disana
saya pesan sepiring ampiang dadiah. Dadiah itu putih dan bersih
sekali, mengingatkan saya akan putihnya salju sewaktu saya berada
di puncak gunung salju di New Zealand beberapa bulan yang lalu.
Dadiah yang putih bagaikan salju, lunak bagaikan susu, awet
bagikan keju, sewaktu di santap ternyata enak dan lezat sekali,
terasa rasa yang ke asam-asaman. Lezat karena di tingkah oleh
ampiang yang bertengguli.
Saya tanya ke pelayan warung, bagaimana cara membuat dadiah
itu. Katanya; dadiah itu dibuat dari susu kerbau yang di awetkan
beberapa hari dan beberapa malam. Setelah susu kerbau di peras,
lalu di masukkan ke dalam seruas buluh atau betung. Beberapa hari
kemudian dia akan mengumpal membeku dan terasa asam. Ingin saya
menyaksikan proses pembuatan dadiah itu, tapi saya tidak tahu
harus pergi kemana dan di mana, lagi pula saya tidak punya waktu
yang banyak untuk semua itu.
Lalu saya merenung dan berfikir, kenapa orang Barat, mencari
dadiah dan senang makan dadiah. Mungkin mereka ingin mencari
makanan spesifik daerah ini. Tapi mungkin juga dia mencari maka­
nan yang bersih, tidak berkuman dan ber bakteri serta tinggi
nilai gizinya.
Dalam renungan, saya fikir, benar apa yang dicari dan di
kerjakan orang Barat itu. Susu kerbau yang di endapkan dan didi­
amkan itu, di sana terjadi proses peng asaman sepertinya terjadi
fermentasi. Asam lactat yang terbentuk itu akan bersenyawa dengan
protein yang terdapat dalam susu kerbau itu akan membentuk gumpa­
lan dan bekuan. Protein yang telah menggumpal ini lebih mudah
diserap didalam usus, tidak begitu banyak lagi di butuhkan enzim
proteose. Kalau kita memakan protein biasa, dia di uraikan lebih
dulu, kemudian di gumpalkan oleh asam yang ada di lambung, baru
di cerna, sedangkan protein yang ada didalam dadiah, sudah men­
gumpal dengan sendirinya, ini merupakan nilai tambah tersendiri
bagi dadiah.
Asam yang terbentuk itu akan menetralisir dan akan membunuh
kuman-kuman kalau ada yang hinggap. Jadi boleh di kata asam yang
di kandung dadiah itu membantu membunuh kuman-kuman.
Di Jerman, makanan yang terkenal itu namanya Yoghurt, Yogh­
urt itu tak lain dan tak bukan adalah susu yang diawetkan dan
diasamkan seperti dadiah, cuma untuk mengenakkan rasanya, di beri
dia penyedap rasa seperti rasa stroberry atau yang lain-lain.
Di Pegunungan Kaukasus, ternyata disana di temukan orang
yang mempunyai umur-umur terpanjang di dunia. Lalu kalau kita
tilik, apa yang dimakannya, ternyata mereka juga makan susu yang
di asamkan dan di gumpalkan, yah mirip-mirp dadiah.
Tadi malam saya saksikan siaran terakhir di telivisi, di
sana di tayangkan. Makanan yang sedang di gemari oleh orang
Jepang sekarang ialah susu yang di asamkan. Lalu di bahasnya
secara ilmiah kebaikan dan ke unggulan susu yang sudah diasamkan
itu.
Waktu saya mendengar kisah peristiwa Isra' dan Mi'rajnya
Nabi besar s.a.w, sesampainya di Sidratil Muntaha, beliau di
tawarkan 3 macam air dan di suruh pilih salah satu diantaranya,
yaitu ; air putih, susu dan arak. Ternyata nabi memilih yang di
tengah-tengah yaitu susu.
Ketika saya menunaikan ibadah Hajji, di tanah suci itu,
minuman yang terlezat itu adalah susu kambing. Dan orang Arab itu
sendiri juga gemar dan senang memminum susu yang sudah di awetkan
dan diasamkan.
Didalam tubuh kita banyak alat-alat atau organ-organ yang
mengandung asam, seperti asam lambung berguna untuk menetralisir
dan membunuh kuman-kuman. Asam akan menyebabkan dinding-dinding
kuman akan berkerut, menyebabkan kuman jadi K O. Di Vaginapun
suasananya adalah asam, sehingga bermacam-macam kuman yang masuk
disitu, dapat di K O kannya.
Nah, cobalah makan dadiah, anda akan merasa asam, dan asam­
nya itu akan meng K O kan kuman dan bakteri yang menyertainya.
Kecuali tentu kalau disana ada bakteri yang di sebut dengan
bakteri tahan asam.
Dadiah itu sendiri kaya dengan protein dan sangat rendah
kadar lemak atau kholesterolnya. Apalagi protein dari seekor
kerbau yang sedang menyusui anaknya. Kerbau itu sendiri kuat dan
perkasa. Diharapkan orang yang makan dadiah bisa kuat dan perka­
sa, karena dia membangun tubuhnya dengan protein yang sudah
bergumpal dengan lactic acid, dan jenis proteinya adalah protein
yang bernilai tinggi. Agaknya dadiah ini perlu kita lestarikan,
dan di produksi lebih banyak serta diangkatkan menjadi makanan
nasional, kalau bisa menjadi makanan internasional. Betapa bang­
ganya kalau Rakyat Sumatera Barat dapat meng export dadiah ke
luar negeri. Terbukti, orang Barat datang jauh-jauh ke Sumatera
Barat untuk mencari dadiah, dan melahapnya.
Kita sering ketinggalan, padahal banyak makanan-makanan
internasional, pada awalnya adalah karena meniru makanan Padang.
Perhatikanlah Kentucky Fried Chicken, bukankah itu sebetulnya
berasal dari Goreng pisang. Dimana pisangnya dilumari dengan
tepung lalu di Goreng?
Oh ya kembali pada dadiah, saya pernah disuguhi kakak ipar,
uni Con, sepiring nasi dengan sambalnya hanya dadiah yang di beri
bawang dan di potongkan cabe disekitarnya. Ternyata hanya memakan
nasi dengan sambalnya dadiah tok, enaknya bukan main, entah
karena waktu itu perut sedang lapar, tapi saat ini saya teringat
akan dadiah dan saya ingin menikmatinya lagi
Banyak sekali hal-hal kecil yang sebetulnya bisa kita besar­
kan dan kita petik manfaatnya.
Agaknya untuk semua ini perlu kita simak sebuah firman
suci-Nya dalam surat An Nahl ayat 66 :
"Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat
pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang
berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan
darah. yang mudah di telan bagi orang yang meminumnya".
P a d a n g 1 Maret 1992
---------------------------------
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question
on Yahoo! Answers.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================