Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
EKOR CICAK
Oleh : Dr.H.K.Suheimi
Pada suatu hari saya melihat kucing menangkap cicak, tiba-
tiba ekor cicak terlepas dari badannya, tapi ekor itu bergerak-
gerak bergelinyang dan meronta-ronta. Perhatian kucing tertuju
pada ekor cicak yang mengelinyang itu, dan ekor cicak itupun
ditangkap dan dipermainkannya, sedangkan cicaknya sendiri, secara
pelan-pelan melangkah pergi dan berlalu meninggalkan sang kucing
yang asyik dengan ekor cicak. Ekor cicak itupun setelah dia ber
gelinyang kekiri dab ke kanan, kemudian dia menjadi lemas dan
akhirnya berhenti sama sekali. Waktu itulah kucing sadar bahwa
dia telah terkecoh, ternyata yang ditangkapnya hanya ekor cicak,
dia telah terpedaya oleh gelinyang dan gerakan-gerakan ekor
cicak.
Melihat kejadian itu, lalu saya teringat akan petuah seorang
guru sewaktu menasehati muridnya :"Wahai muridku, Kebenaran itu
bagaikan cicak nak, sering orang hanya menangkap ekornya, dan
menganggap bahwa itulah kebenaran yang sebenarnya".
Seorang guru lain juga ber petuah kepada muridnya :"Mencari
kebenaran itu berbahaya, wahai anakku, tapi lebih berbahaya lagi
bila engkau merasa telah menemukanya, lalu mengira bahwa dirimu
saja yang benar, sehingga timbul kecendrungan dalam dirimu untuk
menyalahkan orang lain".
Memang kebenaran itu mutlak, sedangkan manusia adalah rela­
tif dan penuh dengan segala kekurangannya. Akibatnya manusia
tidak bisa menangkap kebenaran itu secara mutlak secara keseluru­
hannya, selalu saja ada yang kurang. Manusia tak dapat menangkap
kebenaran secara utuh dan bulat, selalu saja ada sedikit yang
sumbing.
Dengan menyadari segala kekurangan dan kelemahannya, manusia
selalu berusaha untuk mencari dan mencoba melengkapi, walaupun
sampai akhirnya tetap tidak lengkap dan tidak sempurna. Dalam
mencari itulah, manusia selalu berusaha mendekati kebenaran,
dengan berusaha mendekat kepada Tuhan. Maka setiap detik dan
setiap saat dalam kehidupannya adalah dalam rangka mendekat
kepada Allah. Cara pendekatan kepada Allah ini, ialah melalui,
ibadah-ibadah yang tulus dan ikhlas yang dipersembahkannya.
Dengan menyadari kelemahan dan kekurangannya itulah maka
manusia tidak berani mengklem atau mengatakan, bahwa hanya diri­
nya yang benar, kelompoknya saja yang benar. Hanya orang yang
berpakaian seperti dia saja yang benar, yang lain, diluar kelom­
poknya adalah salah.
Lihatlah soal keimanan, kita tak pernah tahu rahasia tentang
iman ini. Kita tak pernah tahu apakah teman kita beriman atau
tidak, sebagaimana teman itupun tak pernah tahu bahwa kita beri­
man. Jangankan teman, istri sendiri, yang selapik seketiduranpun
tak tahu apakah kita beriman dan berapa tebal ke imanan kita.
Orang tua yang melahirkan kitapun tak pernah tahu apakah kita
beriman atau tidak. Jangankan teman, jangankan istri, jangankan
orang tua, bahkan kita sendiripun tak pernah tahu apakah kita
sudah beriman ? atau berapa tebal ke imanan kita?.
Lalu siapakah yang tahu tentang keimanan kita ?. Yang tahu
ialah Yang Maha Tahu, hanya Allahlah yang tahu apakah kita beri­
man dan seberapa tebal keimanan kita.
Kalau kita sendiri tidak tahu tentang ke imanan kita, lalu
bagaiman kita dengan seenaknya memberikan penilaian kepada orang
lain dengan lancang mengatan si A tidak beriman, kelompok si B
adalah begini dan begitu. Memang kuman di seberang lautan tampak,
gajah di pelupuk mata tak kelihatan.
Bagi mereka yang telah merasa menemukan kebenaran dan men­
ganggap dirinya saja yang benar. Apakah tidak mungkin, jangan-
jangan yang ditangkapnya itu baru ekor cicak?. Kalau memang
demikian keadaannya, marilah kita sama-sama berusaha lebih giat
lagi menacari badan dan kepala cicak, mudah-mudahan dalam penca-
rian itu kita semakin dekat dan bertambah dekat kepada-Nya,
seperti firman suci-Nya dalam sebuah hadis Qudsi:"Sikap-Ku terha­
dap hamba_KU, sesuai dengan sangka-sangkanya terhadap diri- Ku.
Aku akan selalu bersamanya disaat mana dia selalu mengingat
diri-Ku. Kalau dia mengingat Aku dalam dirinya, maka Akupun akan
mengingatnya dalam diri-Ku.
Barang siapa yang datang mendekat kepada-Ku satu jengkal
maka Aku akan menghampir padanya satu hasta, dan barang siapa
yang menghampir satu hasta maka akupun akan mendekat kepadanya
satu depa. Barang siapa yang datang kepada-Ku dalam keadaan
berjalan kaki, maka Aku menyongsongnya dalam keadaan berlari.
Semakin dekat dan bertambah dekat, dalam mencari kebenaran
adalah dalam rangka mendekatkan diri pada-Nya. Sayup-sayup sampai
terdengar nyanyian Bimbo :' Tuhan, Tuhan Yang MAha Esa, Tempat
aku berteduh dari segala do'a. Aku dekat, Engkau dekat, Aku jauh
Engkau Jauh.
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================