Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Reengineering Work Don't Automate, Obliterate

Oleh : Michael Hammer

Meskipun satu dasawarsa atau lebih banyak perusahaan melakukan 
restrukturisasi dan downsizing. Pada tahun 1990an banyak perusahaan-
perusahaan di Amerika masih belum siap. Dimasa dimana cepatnya 
perubahan teknologi terjadi dan makin pendeknya life cycles dari 
produk. Order dari konsumen banyak yang tidak terpenuhi, dan order 
komplain banyak yang tidak terjawab sampai beberapa minggu.

Metoda-metoda yang biasa untuk meningkatkan performansi, proses 
efisiensi dan otomasi tidak cukup lagi untuk mendapatkan suatu 
perubahan dramatis yang dibutuhkan perusahaan.

Yang terpenting, investasi yang besar di bidang teknologi informasi 
tidak selalu mendapatkan hasil yang diinginkan karena perusahaan-
perusahaan cenderung menggunakan untuk mekanisasi cara lama untuk 
mengerjakan bisnisnya. Mereka meninggalkan proses yang ada dan 
menggunakan komputer untuk mempercepat proses bisnis.

Mempercepat pekerjaan tidak dapat meningkatkan kekurangan 
performansi secara fundamental. Banyak dari job designs, work flows, 
control mechanism terjadi dan datang dari lingkungan kompetitif yang 
berbeda jauh dan sebelum adanya komputer. Mereka setuju terhadap 
effisiensi dan kontrol. Dalam hal ini mereka memperhatikan tentang 
inovasi, speed, dan quality.

Ini waktunya untuk menyetop cara-cara lama. Kita 
harus "Reengineer" bisnis kita dengan menggunakan power dari 
teknologi informasi yang modern untuk meredesign proses bisnis kita 
secara radikal dengan 
Tujuan mendapatkan perbaikan dramatik dari performans.

Kasus Ford dan Mutual Benefit Life

Ford motor company dan Mutual Benefit Live (MBL) insurance telah 
mereengineering proses mereka dan hasilnya menjadikan mereka 
competitive leadership.

Ford mereengineering proses bagi Account Payable dan MBL 
mereengineering proses aplikasi untuk asuransi.

Pada awal tahun 1980an, Ford, seperti kebanyakan perusahaan Amerika 
lainnya, mencari berbagai cara untuk memotong biaya overhead dan 
biaya administrasi. Salah satu bagian yang diyakini Ford dapat 
mengurangi biaya adalah departemen Account Payable, organisasi yang 
membayar rekening tagihan yang diajukan oleh para pemasok Ford. Pada 
saat itu, departemen Account Payable Ford di Amerika Utara 
mempekerjakan lebih dari 500 orang. Dengan menggunakan komputer 
untuk mengotomasi beberapa fungsi tertentu, para eksekutif Ford 
yakin dapat memperoleh pengurangan biaya sebesar 20 % dalam 
departemen itu, dan menurunkan jumlah karyawan menjadi 400 orang. 
Dengan definisi kita, peningkatan inkremental ini, yang diperoleh 
melalui otomatisasi proses manual yang ada, tidak termasuk kedalam 
rekayasa ulang bisnis. Meskipun demikian, para manajer Ford 
beranggapan bahwa 20 % termasuk sangat bagus- mereka baru terkejut 
setelah mengunjungi Mazda. 

Ford, saat itu mempunyai 25 % saham dalam perusahaan Jepang itu. 
Para eksekutif Ford memperhatikan bahwa perusahaan yang lebih kecil 
itu mengelola tugas keuangannya hanya dengan 5 orang, Perbandingan 
500 orang Ford dan 5 orang Mazda, terlalu besar jika hanya dikaitkan 
dengan ukuran esprit de corps, mars perusahaan, atau senam pagi 
perusahaan yang lebih kecil itu. Otomatisasi untuk meraih 
pengurangan jumlah karyawan sebanyak 20 % jelas tidak akan 
menempatkan Ford sebanding dengan Mazda, sehingga memaksa para 
eksekutif Ford untuk memikirkan lagi keseluruhan proses yang 
melibatkan departemen Account Payable itu. 

Proses yang akhirnya direkaya ulang oleh Ford bukannya "Account 
Payable" tetapi "bagian purchasing'. Proses itu mengambil pesanan 
pembelian dari, katakanlah pabrik yang membutuhkan suku cadang 
sebagai inputnya dan menyerahkan kepada pabrik itu barang-barang 
yang dibeli. Proses pembelian melibatkan fungsi bagian "Account 
Payable", tetapi juga melibatkan bagian pembelian dan penerimaan.

Proses pengadaan suku cadang ford yang lama sangat konvensional. Ia 
mulai dengan departemen purchasing yang mengirimkan faktur pesanan 
pembelian ke vendor, dengan tembusan ke bagian "Account Payable". 
Ketika penjual mengirimkan barang dan diterima oleh Ford, seorang 
petugas bagian penerimaan barang melengkapi formulir deskripsi 
barang yang diterimanya ke bagian "Account Payable". Sementara itu 
vendor memberikan faktur tagihan ke bagian "Account Payable". 

Jadi bagian hutang dagang mempunyai tiga dokumen sehubungan dengan 
pemesanan barang-barang ini ; form pesanan pembelian, dokumen 
penerimaan dan faktur tagihan. Jika ketiga-tiganya cocok kemudian 
kasir mengeluarkan pembayaran. (lihat gambar 1)

http://www.geocities.com/cimahi99/ford1.html

Pareto seorang ahli ekonomi Italia pada awal abad ke-20, merumuskan 
apa yang sebagian besar dari kita menyebutkan aturan 80-20, yang 
secara teknis dikenal sebagai hukum distribusi yang tidak merata. 
Hukum ini menyatakan 80% usaha yang dikeluarkan dalam suatu proses 
hanya disebabkan oleh 20 % input. Dalam kasus bagian "Account 
Payable". Ford, karyawan-karyawan menghabiskan sebagian besar waktu 
mereka untuk membereskan situasi yang jarang terjadi jika dokumen-
dokumen pesanan barang, dokumen penerimaan dan faktur tagihan tidak 
sesuai. Kadang, penyelesaiaannya membutuhkan waktu berminggu-minggu 
dan kerja yang sangat keras untuk melacak dan mengklarifikasi 
ketidak sesuaian.

Proses bagian "Account Payable" Ford yang baru secara radikal nampak 
berbeda. Kasir bagian "Account Payable" tidak lagi mencocokkan 
dokumen pesanan barang dengan dokumen penerimaan, terutama karena 
proses baru mengeliminasi faktur tagihan sama sekali. Hasilnya 
terbukti sangat dramatis. Sebagai ganti dari 500 orang, sekarang 
Ford hanya membutuhkan 125 orang saja yang terlibat dalam 
bagian "Account Payable" berarti berkurang 75 %.

Pada prosedur yang lama bagian "Account Payable" harus mencocokkan 
14 data item diantara, receipt record, the purchase order, dan 
faktur tagihan sebelum membayar ke vendor. Dengan sistem yang baru 
pencocokan hanya memerlukan 3 data item saja seperti part number, 
unit of measure, dan suplier code antara purchase order dan receipt 
record. Pencocokan berjalan otomatis. (lihat gambar 2.)

http://www.geocities.com/cimahi99/ford2.html

Mutual Benefit Life, salah satu dari 18 perusahaan terbesar di USA. 
Perusahaan tersebut mereengineering proses aplikasi asuransinya. 
Sebelum ini, MBL menangani pelanggannya sama seperti saingannya. 
Meliputi proses yang panjang seperti credit checking, quoting, 
rating, underwriting dll. Sebuah aplikasi harus melalui sebanyak 30 
step dan meliputi 5 departemen dan 19 orang pemroses. Pada proses 
yang paling cepat MBL dapat memproses sebuah aplikasi dalam 24 jam, 
tetapi pada umumnya antara 5 sampai 25 hari. Kebanyakan dari selang 
waktu tersebut dihabiskan untuk mengirim informasi dari satu 
departemen ke departemen lainnya.

Urutan proses di MBL yang kaku akan mengakibatkan banyak timbul 
masalah. Presiden dari MBL sangat perhatian terhadap perbaikan 
customer service, memutuskan bahwa adalah mustahil untuk menstop 
rencana kebutuhan perbaikan produktivitas sebesar 60 %. Memang itu 
rencana yang sangat ambisius dan perlu pemikiran yang khusus. Team 
manajemen khusus ditugaskan untuk mencari dan melihat teknologi yang 
mampu memenuhi target tersebut diatas. Team merealisasikan dengan 
mengadakan teknologi shared databases dan computer networks, yang 
dapat memuat dan menyediakan berbagai macam informasi untuk seorang 
pekerja, ketika sebuah expert system dapat membantu seseorang yang 
mempunyai keterbatasan pengalaman dan keahlian. Dengan menggunakan 
pendekatan yang baru ini proses membuat aplikasi adalah mempunyai 
dampak yang luas terhadap organisasi dan hanya sedikit saja dengan 
cara lama dalam melakukan bisnis.

MBL mengubah definisi dari job yang sekarang dan menghilangkan 
bounderies dan menciptakan satu posisi baru yaitu seorang manajer 
kasus (case manager). Manajer kasus mempunyai tanggung jawab total 
pada sebuah aplikasi mulai dari waktu diterima sampai selesainya 
aplikasi diproses. Berbeda dengan klerk, yang biasa dengan tugas 
tetap dan berulang yang diawasi oleh seorang supervisor. 

Manajer Kasus dapat menyiapkan semua tugas yang berhubungan dengan 
aplikasi asuransi karena dia didukung oleh suatu powerrful PC-based 
workstations yang dapat menjalankan expert system dan connect pada 
sebuah mainframe. Seorang Manajer kasus dapat berkonsultasi dengan 
yang berlatarbelakan seorang Fisikawan atau seorang senior 
underwriter, tetapi sepesialist ini bekerja hanya sebagai seorang 
konsultan dan penasehat
saja kepada manajer kasus.

Empowering seseorang untuk proses aplikasi yang masuk berdampak yang 
luar biasa pada suatu operasi, dan rata-rata menyelesaikan satu 
aplikasi hanya membutuhkan waktu 4 jam saja. Manajer kasus dapat 
menyelesaikan 2 kali lebih banyak dari yang sebelumnya.

Muhammad Syahreza
PT. NOK Indonesia
Plant Engineering Dept.
Telp. : 021-898 1041 Ext. 128/135
Fax. : 021-898 0764
e-mail : [EMAIL PROTECTED]

"voorprong van het achterlijkheid."
Orang bisa melompat maju tanpa perlu mengikuti irama pengalaman yang dialami
orang lain tapi dengan belajar meniru menggunakan kemajuan teknologi

Tahukah anda bahwa dunia sudah berubah? Tahukah anda negara lain sudah
berubah? Inginkah anda negara anda juga berubah? Sudahkah anda berubah?

Kita memang miskin sumber daya alam tapi bukan berarti miskin kreatifitas

Perubahan memerlukan upaya dan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal
yang terkecil dan dimulai saat ini juga
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke