Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Mba Ina,
   
  Skl lagi saya mengucapakn terima kasih dan sekaligus agak malu juga nih. 
Rasanya sudah hampir 1 bulan lalu tawaran ini ya...? Yg menawarkan kebaikan yg 
justru lebih gencar dari pada yg ditawarkan rejeki nih...:D Saya dan mungkin 
dunsanak2 disini akan coba membantu semaksimalnya deh agar Pemda Sumbar segera 
mengirim calon-calon mereka segera. Atau mungkin emang gak ada calon kali 
ya...? Rupanya bukan hanya kereta api saja nih yg harus kita revitalisasi 
he..he... Emang banyak pe-er dikampung saya ini nih... But that's the real life 
we have to face it, not to escape from, cieee... Becanda dikit gak apa2 ya, 
biar gak malu2 amat nih ha..ha...
   
  Masukkan utk Lokakarya sangat bagus sekali ini. Kemaren kita sudah rapat 
persiapan jg utk Lokakarya ini. Dan Kurnia Chalik kita minta jadi Ketua 
Panitianya. Seperti pernah saya sampaikan sebelumnya, mohon kiranya Mba Ina 
bisa merangkum semua tulisan, opini, hasil pandangan mata stlh keliling kemaren 
dan saran-sarannya berupa sebuah paper. Nanti akan kita jadikan sebuah buku yg 
berisi tulisan2 dari "siapa saja" yang bersedia memberikan tanggapannya utk KA 
dan Pariwisata Sumbar. Sehingga itu akan jadi "un-presented paper" yang akan 
kita bagi-bagikan nantinya...

  Mohon maaf dan terima kasih saya sekali lagi atas support dari PP2Par ITB ini 
thd Sumbar.
   
  Salam,
  Nofrins
  
Ina Koswara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Uda Nofrins, 

Terkait dengan pemberian beasiswa S2 Studi Pembangunan
(SP) ITB bidang konsentrasi kepariwisataan, sy sdh
bicara dgn Pak James di telepon kemarin (Betul, beliau
masih di Yogya). Surat resmi dari SP ITB akan dikirim
ke Dinas Par Sumbar –katanya sih hari Jumat ini-
sekaligus meminta daftar nama-nama calon peserta
beasiswa yg diajukan Pemda Sumbar. (Pemda lain udah
ngirim lho!!) Surat dikirim ke Diknas (Departemen
Pendidikan Nasional) dgn cc ke Program SP-ITB.
Nama-nama dilampiri dgn CV masing-masing. Peserta yang
memenuhi syarat akan dipanggil untuk wawancara di
Bandung (persyaratan lengkap ada di surat tsb). 

Sebelum peserta mengikuti program reguler 18 bulan,
akan ada program matrikulasi selama 1 bulan,
difokuskan pada persiapan menghadapi tes TPA (tes
potensi akademik), dan tes bahasa Inggris TOEFL -ini
penting, jadi sebaiknya memang mengirim calon peserta
yang “sudah siap”. Untuk program matrikulasi ini
(bagi yg terpilih), calon peserta tidak dipungut
biaya; tapi biaya transportasi dan hidup selama di
Bandung menjadi tanggungan pemda ybs. (Mestinya bisa,
toh air asia 300rb x2. Trus untuk tinggalnya khan
banyak asrama mahasiswa Minang di Bandung, he..he..).

Saya juga sdh sampaikan ke Bu Sri yang dari Unand,
minta mereka berkoordinasi saja dgn Pak James, jadi
nanti nama-nama yang diusulkannya biar keluar dari 1
pintu (termasuk kalo ada yang dari kab/kota lain di
Sumbar). Ini sudah mendesak banget, perkuliahan akan
dimulai semester II 2007 (jadi Januari). Akan ada test
TOEFL tanggal 9, terus 23 dan kalau tidak salah tgl 9
Januari nanti. Syukur2 kalo pesertanya udah pernah
punya nilai TOEFL yang recognised. Akan mempermudah
proses.

Begitu Da Nofrins, maaf banyak hal yg kesannya jadi
mendadak. Tapi mudah-mudahan peluang ini dapat
dimanfaatkan oleh Sumbar. Katanya mau ngembangin
pariwisatanya… juga mau buka sekolah S1 pariwisata.. 
jadi saya “nitip” yah, jangan sampe Sumbar daftar aja
enggak!!! Kalo soal diterima enggaknya ya nanti kan
diseleksi lagi, itu sih ikutan prosedur penerimaan di
ITB seperti biasa. Saya nggak ikutan ngetes lho,
he..he..

Lalu mengenai lokakarya KA dan pariwisata Sumbar itu,
sy jadi terpikir untuk gimana kalo mengadakan
lokakarya yang rada lain, dalam artian bukan yang
modelnya pembicara ngomong di depan, terus yang
dengerin manggut2 di belakang (sambil tidur mungkin)..
terus pulang lokakarya, bahan2 ditaro dilaci dan
dikunci rapet2..he..he..

Kalo bisa lokakarya tsb jadi ajang untuk mencapai
KESEPAKATAN dari stakeholders tentang bentuk KA wisata
yang akan dikembangkan itu seperti apa, dan langsung
PEMBAGIAN TANGGUNG JAWAB (syukur-syukur bisa sampai
pembagian tugas), dari masing2. Maksudnya begini,
perlu pembagian tugas dan tanggung jawab yg jelas
antara misal pemda provinsi (Disparda) vs. pemda
kab/kota yg dilalui jalur KA wisata tsb, dan daerah
lain yg terkait, misalnya Kota Padang, Padang panjang,
Bukittinggi, Sawahlunto). Lalu Divre KA ngapain
(penyiapan rel, stasiun dll) , Dinas Perhubungan, Ka
Bandara, PTN, dst.

Juga tugas dan tanggung jawab pihak swasta/asosiasi.
Misalnya ASITA (Association of Ind Travel Agents)
Sumbar, nantinya bikin paket2 wisata KA, jual/promosi
ke daerah lain. Lalu PHRI nya nyiapin hotel, restoran
supaya juga siap menghadapi perkembangan ini. Lalu HPI
(Himpunan Pramuwisata Indonesia) Sumbar, nyiapin guide
supaya bisa menginterpretasikan perkereta apian
Sumbar, dgn pariwisatanya, dll. Perguruan
tinggi/akademi kebagian nyiapin SDM nya dll. 

Masyarakat luas pun bisa contribute sesuai dengan
keahlian masing-masing. Misalnya Budayawan dan
sejarahwan bisa nulis panjang lebar tt budaya dan
sejarah Minang, berbagai tradisi, upacara dan event2
menarik yang hanya ada di Sumbar, khususnya di daerah2
tsb. Tariannya, musiknya, makanannya (jadi inget sate
padang Mak Syukur.. alamak!!). 

Geologist bisa cerita pembentukan rupa bumi Sumbar,
maupun fenomena-fenomena alam yang menarik yang
terjadi, termasuk air terjun di Lembah Anai, itu
munculnya dari mana??.
Biologists bisa identify flora fauna khas Sumbar
(endemik) yang hanya ada di Sumbar, syukur2 kalo ada
yg sangat khas di jalur KA tsb. Misalnya jenis burung2
tertentu, ini potensial untuk mengundang bird watcher
datang berkunjung ke Sumbar. Juga potensi alam bawah
laut di pulau-pulau kecil nun jauh di Samudera Hindia
sana.. pasti banyak biota bawah laut yang kelasnya
dunia. (kasihan sekali Mentawai dan pulau-pulau kecil
terluar ini, jangan dilupakan dong… potensi pariwisata
pulau-pulau kecil besar lho..). sekaligus membuka
segmen pasar wisatawan yang selama ini kurang digarap.
(Departemen Kebudayaan dan Pariwisata saja
memprioritaskan pengembangan pariwisata di pulau-pulau
kecil terluar, sebagai leading sector untuk
pengembangan wilayah. Biasanya pulau-pulau kecil
memiliki sumber daya yg terbatas, dalam artian daya
dukungnya. Tetapi karena ke terpencilannya itu, justru
kaya akan keunikan. Budayanya akan beda karena jarang
berbaur dgn budaya luar, demikian juga dgn
flora-faunanya, terisolasi). Mentawai beda banget khan
ama Minang? di TN Siberut banyak sekali flora/fauna yg
khas..

Kembali ke lokakarya, jadi selesai acara,
masing-masing pulang tuh sudah bawa kerjaan rumahnya,
apa yang mesti dikerjakan.. kalo perlu kesepakatan dan
komitmentnya di depan Gubernur deh! Jangan sampai ada
yg mangkir.
Sekarang ini kan usulan masih numpuk di email, di
milis, dan ujung-ujungnya di Bapak Sekjen MPKAS,
ha..ha..ha..

Segini dulu deh Da Nofrins, sorry kepanjangan. Saya
nitip banget soal daftar peminat beasiswa itu ya,
jangan sampai dari Sumbar nggak ada yg daftar! Nanti
keburu di tutup deh. Mungkin sy juga nggak bisa mantau
dari kantor, karena hari Minggu besok sy akan ke
Tenggarong, Kutai sampai Jum’at, terus ke Bogor.
Ngantor lagi Senin nya sehari aja, karena Selasa s/d
Jum’at berikutnya akan ke Tana Toraja (ini sih kerja
beneran koq, bukan hunting heboh, he..he..).

Wass,
INA 



____________________________________________________________________________________
Want to start your own business?
Learn how on Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/r-index


 
---------------------------------
Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke