Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
BANGKAI OPLET
Oleh : Dr.H.K.Suheimi
Dilembah anai saya saksikan pemandangan yang mengerikan itu, seharusnya
sesampai di lembah anai saya ingin menyaksikan pemandangan cagar alam yang
luar biasa indah dan mengagumkan. Liku-liku air yang gemericik di
celah-celah bebatuan, mengeluarkan buih yang halus di sepenjang lembah anai,
hutan yang lebat dengan monyet yang berjuntaian, serta jalan yang berliku-liku
menambah asyiknya memandang dan menikmati lembah yang betul-betul indah
itu. Tapi di sebuah kelok di dekat cubadak bungkuk, kami saksikan bangkai
oplet yang sudah remuk, hancur luluh berantakkan, tidak tahu lagi bagaimana
bentuknya, atapnya sudah tercampak, mukanya sudah terlipat ke belakang, tempat
duduknya hancur, pecahan kaca tersebar di mana-mana. Sehari sebelumnya oplet
itu berlaga kambing dengan sebuah Bus yang besar, kecelakaan tak bisa di
hindarkan lagi, oplet itu terseret sejauh 30 meter, penompang yang di
dalamnya tergilas terjepit dan serpihan-serpihan daging serta
tetesan darah pun bertebaran di mana-mana. Sejumlah korban pagi itu
tergeletak di pinggir jalan. Sekali lagi lembah anai nan permai di sirami
darah dan di tebari bangkai. Bangkai manusia ataupun bangkai mobil, bahkan
pernah bangkai kereta api. Kalau ingin kita mencoba mengumpulkan sudah berapa
jumlahnya nyawa yang pergi di lembah anai ini, sudah berapa orang yang cacat
disitu dan sudah berapa pula bangkai-bangkai mobil, kereta dan sepeda motor
yang bergelimpangan di tempat yang justru semua orang ingin menikmati
kesejukannya, ke asriannya, ke hutan belantaraannya.
Namun disitu pula kengerian demi kengerian ber gentayangan, belum habis
satu datang lagi yang lain, seperti tak henti-hentinya. Ya Tuhan, kenapa,
kenapa ini harus terjadi?. Salahkah orang yang membuat jalan yang berliku,
salahkah pendakian dan penurunan, salahkah belokkan yang tajam?. Salahkah
rambu-rambu yang ada di tiap kelokkan itu, salahkah cermin cembung yang
terpampang di banyak kelokkan?. Kalau semua itu tidak bersalah, lalu
siapakah yang salah? dan apakah yang salah?. Merinding bulu kuduk ini
menyaksikan bangkai mobil dan bangkai manusia bergelimpangan di sepanjang
jalan di lembah anai.
Waktu kami di Australia dan New zealand, seminggu mengelilingi pulau
itu memakai mobil, memang tidak banyak tanjakkan dan tidak banyak kelokkan dan
juga tidak banyak bertemu dengan mobil-mobil di sepanjang pulau itu.
Jalannyapun bagus dan banyak yang lurus. Tapi sopirnya, sopirnya itu selalu
dan sangat hati-hati. Dia sadar di tangannya banyak menompang nyawa penompang.
Sedikit saja kekeliruan dan kelalaiannya akan berakibat fatal bagi
penompangnya. Kalau ada saja mobil yang akan mendahului, dengan segera sang
sopir ini memperlambat kendaraannya, lalu menepi kepinggir jalan.
Di kampung saya, sudah memekik klakson dibelakangnya pertanda ada yang
ingin mendahului, tidak di berinya jalan dan kesempatan, bahkan gas makin di
tancapnya, kalau ada yang berniat mau memotong. Tidak jarang saling mengadu
kekuatan mesin mobil dan ber pacu-pacu di jalan Raya, seperti jalan raya
itu dia yang punya. Dia tak mau tahu, mungkin orang yang ingin mendahului
ini karena ada keperluan yang mendadak, ingin menolong orang yang sedang
kesakitan mau melahirkan, atau sedang membawa orang sakit dan ber
macam-macam keperluan yang harus diburukannya. Kedua mobil itu berlomba,
tidak mau kalah, sehingga resiko untuk berlanggar tak dapat di elakkan. Maka
kalau di hitung-hitung, lebih tinggi angka kematian yang di sebabkan oleh
kecelakaan daripada yang di sebabkan oleh karena peperangan. Kasihan demikian
banyak nyawa yang melayang, hanya di sebabkan oleh karena kecerobohan dan ke
tidak sabaran pengemudi.
Pengemudi dia adalah pemimpin didalam mobil yang di kendarainya, di
tangannya tergantung keselamatan penompangnya. Dan sebagaimana dan
dimanapun; selalu di katakan setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin
kelak akan di mintakan pertanggung jawabnya terhadap apa-apa yang di pimpinnya.
Darah telah menetes di lembah anai, serpihan daging telah terserak
dimana, mana, bangkai telah bergelimpanggan, baik bangkai manusia maupun
bangkai kenderaan. Lembah anai tempat yang indah itu telah lama menjadi
saksi bisu tentang kehancuran dan kemusnahan dan ke binasaan. Belum
cukupkah korban-korban yang bergelimpangan itu?. Akankah di tambah dan
bertambah banyak juga korban-korban yang akan datang?. Siapa tahu mungkin
adik, saudara, teman dan entah siapa lagi, semua kita ndak tahu. Semua
korban yang jatuh itu, jadi korban yang sia-sia, hanya karena kelalaian,
sekali lagi karena kelalaian.
Tugas kita sebagai penompang diatas kenderaan, agaknya adalah
untuk selalu memberi tahu dan mengingatkan kalau-kalau ada sopir yang lalai,
lalai akan batas kecepatan, lalai akan rambu-rambu yang di langgar, lalai
dan tak ingat bahwa dia sedang bertanggung jawab membawa banyak penompang.
Mari sama-sama saling mengingatkan, jangan biarkan sang sopir mengantuk, jangan
biarkan sang sopir menerawang dan jangan biarkan dia melalaikan kenderaan yang
di percayakan padanya.
Untuk semua itu saya teringat akan sebuah Firman suci_Nya dalam
Al-Qur'an surat Yaa Siin ayat 6 :"Agar kamu memberi peringatan kepada kaum
yang bapak-bapak mereka belum pernah di beri peringatan, karena itu mereka
lalai".
B. Tinggi 21 Desember 1992
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================