Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

            P O L I G A M I
   
   
  Heboh Poligami mengingatkan saya pada tulisan sejawat saya  dr Faisal Baaras. 
Tulisannya bagus dan mengena. Dulu selalu ada rubriknya di Kompas, dan setiap 
kali ada nama ini saya selalu membaca dan mengikutinya, menyentuh, hal-hal 
manusiawi, dapat di jadikan renungan dan pedoman dalam meniti kehidupan ini.
  Dalam salah satu tulisannya betapa Poligami dapat menggiring seseorang pada 
sakit jantung. Saya kira pada saat ini tulisan seperti ini di butuhkan 
masyarakat, ada baiknya tulisan seperti itu kita ulang dan sebagai penghormatan 
pada  sejawat Faisal Baaras yang saya kagumi, tulisan yang tanpa menggurui  dan 
mungkin akan di alami oleh  kita, selamat membaca.
   
  Lelaki itu memang dirawat disini. Tak banyak yang tahu, apa yang 
menyebabkannya sampai harus berada disini. Yang di ketahui mereka 
hanyalah-lelaki itu kena serangan jantung. Dan itu "megerikan" kata mereka 
"masa depanpun hilang". Tetapi mengapa sesungguhnya lebih penting-- sesuatu 
yang menjadi sebab utama sehingga lelaki itu terpaksa harus berada disini?.
  "Saya harus mengatakannya terus terang dokter. Ini semua gara-gara isteri 
saya"  Isteri Anda?
  Lelaki itu mengangguk pelan "Ya, dialah yang menyebabkan saya sampai begini, 
saya stress berat selama ini karena dia"
  apakah isteri anda tahu?
  "Tidak" suaranya pelan tertahan
  Dalam suatu percakapan yang panjang kemudian akhirnya terungkaplah bahwa tak 
seluruhnya stress yang dialaminya di sebabkan oleh istri. Istrinya yang mana? 
Lelaki itu memang mempunyai dua istri muda yang sampai hari ini tak pernah 
transparan
  Itulah sebabnya segala sesuatu yang tak pernah transparan, akan selalu 
menyebabkan stress.
  Pada mulanya hidup mereka memang bahagia. Perkawinan yang diiringikebo giro 
30 tahun yang lalu diawali masa pacaran yang hangat dan menghanyutkan. Mereka 
saling mencintai. Saling menyayangi. Anak pertamapun lahir mengentalkan 
percintaan ini. Anak kedua anak ketiga. LAlu adakah cinta masih kental, ketika 
semua mulai rutin dan menjadi biasa, karena waktu? Peretengkaran-pertengkaran 
kecil, perbedaan-perbedaan yang selama ini tak tampak, batasan-batasan yang 
selama ini terpelihara, kini kian cair perlahan tak terasa
  "Saya tak tahu kenapa" katanya suatu hari
  Tiba-tiba saja pertengkaranitu meletup,tak mengenal waktu, tak mengenal 
tempat. Ada saja hal-hal kecil yang menyebabkannya yang tak masuk akal. Dan tak 
mudah mengatasinya.
  "Saya gampang jengkel belakangan ini" akunya "Entah kenapa, saya ingin sekali 
menghindari pertengkaran-pertengkaran itu sebenarnya, tapi tak pernah bisa saya 
lakukan. Ada saja tingkah lakunya yang membuat saya jengkel. Lalu saya 
memendamkannya diam-diam. Saya hanya memendamnya. Istri saya telah berubah, 
dokter. Ia jadi cerewet sekali sekarang. Dan saya tak suka itu. Siapapun tak 
suka istrinya cerewet" ujarnya dengan nada tinggi.
  Mengapa anda tak mengatakannya? "Mengatakanbahwa saya tidak suka cerewet? itu 
sama artinya dengan menyulut pertengkaran baru. Dan dia selalu siap untuk itu"
  "Lalu anda kawin lagi secara diam-diam?
  "Ya" Kata lelaki sambil menghapus sebutir keringat yang mengulir di puncak 
hidungnya. "Tiba-tiba saja saya kepingin kawin lagi. Saya rindu berada 
disamping seorang wanita yang lembut, dengan tutur kata yang halus, yang 
telatan mendengar saya, yang tulus dan mengerti saya. Apakah ini merupakan 
kerinduan yang wajar yang akan menyiksa setiap laki-laki, pada saat perkawinan 
mereka yang diantar kebo giro itu sudah berlangsung 30 tahun Saya tidak tahu, 
yang jelas, bahwa keinginan itu makin hari makin menyiksa saya. 
  Menggelisahkan saya. Lalu sayapun kawin secara diam-diam, agar tidak ribut. 
Perkawinanyang tidak transparan- menurut anda dok
  "Apakah anda bahagia?" Lelaki itu tak segera menjawab.
  "Kalau saya bahagia" suaranya kemudian perlahan hampir tak terdengar."Tak 
munglin rasanya saya samapai berada di sini"
  Ia pun mengeluh dalam. Apakah ia menyesal? Apakah ia menyesal mempunyai alur 
hidup yang seperti itu tak pernah terungkap apakah ia menyesal mempunyai istri 
kedua Kita tak mungkin mengetahuinya. Yang kita tahu adalah betapa tak mudahnya 
mengembangkan komunikasi dalam satu perkawinan yang telah berlangsung demikian 
lama. Komunikasi sering pupus dan tak pernah bisa disambung lagi. Kita tak 
pernah tahu mengapa komunikasi antara suami istri dalam satu ikatan perkawinan 
yang sudah puluhan tahun, sukar berjalan dengan baik. Komunikasi macet total, 
sehingga banyak pertengkaran-pertengkaran meletup hanya karena hal-hal kecil. 
Komonikasi telah mati, strespun kian memerah bagaikan magma di bumi.
  Itulah yang dialami lelaki itu selama ini. hidup mereka tak pernah serasi lagi
  Alangkah mudahnya perubahanitu terjadi" bisiknya perlahan, Siapakah yang bisa 
meramalkan perjalanan nasib seseorang sebelumnya? Dan siapakah yang bisa 
meramal perjalanan nasib seseorang sebeleumnya dan siapakah yang bisa 
memastikan apa yang akan terjadi sesudahnya?
  Beberapa hari kemudian lelaki itu terkena serangan jantung. Begitu kuatkah 
efek stress terhadap kesehatan jantung seseorang?
  Stress memang merupakan faktor risiko koroneer yang dominan,tapi sukar 
diidentifikasi "Dan poligami merupakan salah satu stres yang amat kuat. 
  Sesungguhnya stress serimg kali tidak terbaca dan tidak tercatat. Stres 
mungkin saja hanya berupa satu perasaan yang kurang nyaman, atau suatu 
kecemasan, kegelisahan, kekuatiran, jengkel, marah ataupun suatu perasaan 
tertekan yang tidak jelas ujudnya
  Semua perasaan yang tidak nyaman itu bila khronis berulang dapat mengganggu 
fungsi tubuh
  Banyak orang menyangkal bahwa stress menggerogoti dirinya secara diam-diam 
tanpa disadarinya. Karena stress memang tidak banyak menyebabkan keluhan, 
kecuali bila telah terjadi gangguan pada fungsi tubuh.
  Manusia cendrung merasa ada saja yang kurang di sepanjang hidupnya. Dan 
perasaan seperti itu sesungguhnya merupakan satu wujud stress yang khronis yang 
tida disadari. Selama satu keinginan belum dapat di raihnya, seseorang akan 
selalu merasa tak enak dan mungkin tidak bahagia. Dan dia berfikir alangkah 
indahnya jika semua itu dapat di capai. Tapi kenyataannya tidak selalu indah 
seperti yang di bayangkan. Begitu satu hasrat terpenuhi, pada saat itu pula 
sudah timbul hasrat yang lain lagi. Dan tiba-tiba ia merasa kurang dalam hal 
lain. kurang dalam cinta, kekuasan, seks, uang, materi, prestse, pujian, 
pengakuan dsb
   
  Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suciNya dalam Al-Qur'an 
  Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) 
perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita 
(lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak 
akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang 
kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. 
(QS. 4:3)
   
  Padang  13 Des 2006
   

 
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get 
things done faster.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke