Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Assalamu'alaikum wr.wb.
Sekedar wacana...
Kenapa orang Minang sekarang lemah dalam membuat jejaring/network??
1. Kuatnya sifat keakuan dan ego pribadi
Untuk membuat jejaring yang diperlukan niat dan usaha untuk bersinergi
dan bekerjasama (maju dan terus maju bersama-sama) artinya semua ego pribadi
yang merasa paling hebat, merasa paling pintar, merasa paling....HARUS
DIBUANG JAUH-JAUH. Yang dipupuk semangat untuk saling melengkapi kekurangan
dan bekerjasama dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi.
2. Masih lemahnya skill berkomunikasi
Lemahnya kemapuan untuk menyampaikan pendapat dan membaca respon orang
kepada kita dalam bentuk
lisan, bahasa tubuh dan tulisan. Karena dari kecil di sekolah masih
kurang pembelajaran cara berdiplomasi dan berkomunikasi, cara berdebat dan
cara berkomunikasi yang baik. Kalau orang Batak Kristen mereka mengajar
generasinya berdiplomasi di Gereja dan di organisasi-organisasi sosial.
Untuk melatih cara berkomunikasi
a- Ekspresi suara - Suara kita merupakan modal utama kita dalam
mengemukakan gagasan dan keinginan. Perhatikan kualitas suara kita dalam
komunikasi verbal, melalui pendayagunaan intonasi, tempo, jeda, dinamika,
dan ekspresi dengan baik dan benar.
b- Kekuatan kata - Kekuatan kata dapat dipergunakan secara maksimal
untuk menunjang karakteristik suara yang kita miliki. Hilangkan kata-kata
yang barangkali sulit untuk dilafalkan dan menggantikannya dengan kata-kata
yang betul-betul "enak" untuk diucapkan. Agar terlihat powerful, gunakan
kata-kata tertentu yang 'kuat'.
c- Estetika percakapan - Dalam berkomunikasi, tunjukkan empati pada
waktu berbicara sehingga komunikasi menjadi lebih bermakna. Empati
memperkuat kehadiran kita di tengah-tengah audiens, sehingga apa yang kita
bicarakan akan diperhatikan.
d- Menjadi pendengar yang aktif - Komunikasi efektif terwujud karena
komunikator dan komunikan dapat memperlihatkan kemampuan berbicara secara
prima dan juga karena adanya pendengar yang aktif.
Secara keseluruhan, penjabaran di atas (a, b, c, dan d) dapat dirangkum
dalam satu kata 'RISE', yaitu aktif mendengarkan dengan memperlihatkan
Response (respons), Interrupt (dapat menginterupsi), Support (mendukung),
Expand (mengembangkan atau membawa arah pembicaraan pada hal-hal yang ingin
kita bicarakan). Hal itu dapat dilakukan dengan menajamkan telinga,
sensitif, dan menunjukkan simpati dan empati...
3. Kurangnya semangat untuk berpikiran terbuka
Dampaknya tidak siap dengan perbedaan pendapat dan tidak siap menerima
kritikan. Untuk melatih agar berpikiran terbuka : a- Stimulasi telinga kita
dengan musik yang berbeda - Mencoba lebih terbuka dan belajar
mengapresiasikannya
b- Stimulasi mata kita dengan pandangan berbeda - menstimulasi
dan memprovokasi pikiran kita
c- Stimulasi lidah kita dengan makanan yang berbeda
d- Pelajari perbedaan tentang orang dan gaya hidupnya - agar
wawasan bertambah dan ada pembanding
e- Pelajari sesuatu yang baru
f- Miliki kemampuan baru
g- Ikuti kursus dan event yang tidak umum
h- Ubah tempat favorit kita
i- Kembangkan kreatifitas kita
j- Hadapi ketakutan kita - Apa pun yang terjadi ketakutan
hanyalah perasaan, ia tidak berakibat apa-apa
k- Pelajari perspektif orang lain
4. Kurangnya keinginan untuk bersinergi (maminjam istilah mak
Darul...samo-samo karajo tapi ndak bisa bakarajo samo)
Dianalogikan ka jari tangan, dimana ibu jari yang dapat digerakan kearah
mana saja, dapat dilambangkan sebagai Prinsip Komunikasi. Jari telunjuk,
yang biasa digunakan untuk menunjuk/memerintahkan, melambangkan Prinsip
Delegasi. Sedangkan jari tengah, yang kalau digerakan ke depan secara tidak
langsung akan diikuti oleh kelima jari lainnya, melambangkan Prinsip
Motivasi. Untuk jari manis, melambangkan suatu Prinsip Keputusan (decesion
making), sebagai contoh keputusan seseorang dalam menjalani bahtera
kehidupan baru, yang ditandai dengan cincin, misalnya cincin pernikahan).
Terakhir, jari kelingking melambangkan Prinsip Kreativitas. Dengan jari
kelingking, biasa digunakan seseorang untuk aktivitas tertentu, misalnya
untuk mengambil/menarik sesuatu kurang pas jika menggunakan jari tangan
lainnya.
Kelima jari tangan tersebut tersusun rapi di setiap tangan manusia, yang
banyak berperan dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Masing-masing jari punya fungsi sendiri dan fungsi bersama. Misalnya untuk
mengangkat suatu benda tertentu, maka tidak lagi fungsi jari satu persatu,
tapi kelima jari tangan akan secara serentak bergerak untuk mengangkat.
Benda yang tadinya tidak mungkin diangkat dengan satu atau dua jari tangan,
maka akan menjadi hal yang mudah jika semua jari tangan dan tungkai tangan
bekerjasama mengangkat benda tersebut. Kegiatan ini telah memperlihatkan
keharmonisan kerja fungsi dari tubuh manusia. Harmonisasi aktivitas untuk
tujuan bersama inilah yang disebut dengan sinergi. Terminolgi sinergi secara
leksikal diartikan sebagai suatu kegiatan tergabung yang pengaruhnya lebih
besar daripada jumlah masing-masing.
Analogi di atas, mempunyai relavansi fungsi yang sama dengan kelima prinsip
manajemen (Komunikasi-Delegasi-Motivasi, dan Keputusan serta Kreativitas),
yang dilambangkan lima jari tangan. Dimana suatu jaringan akan sulit
mencapai tujuannya, jika salah satu prinsip tersebut tidak dapat bekerja
baik atau tidak memiliki keterikatan satu dengan lainnya. Sebaliknya tujuan
jaringan akan lebih mudah dicapai jika terjadi sinergi aktivitas dalam
mencapai tujuan bersama.
5. Kurangnya keinginan untuk selalu belajar dan melipatgandakan pengetahuan
Kurangnya minat untuk membaca, melipatgandakan pengetahuan dan menambah
wawasan sehingga selalu terlambat dalam mendapatkan informasi. Kurangnya
keinginan untuk belajar dari proses sukses/keberhasilan orang lain..karena
kita dibiasakan untuk melihat hasil tanpa mau belajar dan mencontoh untuk
sukses. Rahasia sederhana untuk melipatgandakan pengetahuan, setiap orang
tentu saja harus "bermodal" terlebih dahulu, walaupun itu cuma dari hasil
research sendiri di majalah-majalah atau buku-buku (tidak harus sudah
memulai bisnis untuk bisa mengerti bisnis) dan tentu saja dikombinasikan
lagi dengan pergaulan luas di masing masing bidang.
6. Kurangnya pekanya kepedulian untuk peningkatan dalam kualitas dan
pelayanan pada konsumen
Konsumen adalah proses berikutnya setelah kita....kalau konsumen tidak
puas artinya pelayanan kita ada yang salah.
Solusinya perbaiki pelayanan dan buat standar..kalau ada kekecewaan pada
konsumen beri solusi yang adil untuk menghilangkan kekecewaan konsumen
tersebut...misal reward...
Baraja dari orang Cino..untuak manjago jaringannyo mereka tu ikhlas
berkorban moril dan materil..jadi mau ndak mau jaringannyo tu terikat secara
emosional dengan inyo...
Sataruihnyo tambahkan lah....tapi intinyo kalau kito ndak siap jo
perubahan..mako siap-siap se lah jadi korban perubahan..
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================