Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

GEMPA  LAGI   TSUNAMI  LAGI
Oleh K.Suheimi 

Kulihat ibu pertiwi. Sedang bersusah hati
Airmatanya berlinang, bak intan putus karang
Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa

Bait lagu inimenyentuh hati dan perasaan saya, mata
saya berlinang menyaksikan tayangan TV korban tsunami
di  Pagandaran, Cilacap,  kebumen.
AIR mata belum kering dan isak tangis belum usai di
Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng), bencana menerpa
lagi , gempa mengguncang lagi Tsunami datang lagi
menghantam dan meporak porandakan apa saja yang di
lewati. Ribuan rumah di sepnjang Selatan P Jawa rata
dengan tanah. Gelombang Tsunami menghempaskan 
Perahu-perahu, mobil dan motor hancur berantakan,
sebagian bangkai perahu ini menyeruduk rumah sampai
500 meter ke daratan.
Dada saya terguncang mata saya memerah menyaksikan
bangkai-bangkai manusia yang terjepit yang belum
berhasil di keluarkan. ratusan penduduk wafat
seketika.
Setiap kali gempa dan tsunami tiba, kita  terhenyak
sadar bahwa negeri ini rawan gempa, dan rawan Tsunami.
Sejarah kejadian gempa dan tsunami sudah berulang kali
terjadinya. Tetapi, setelah kepedihan berlalu, kita
lupa akan ancaman bencana yang setiap saat datang.
Kita baru tergagap luar biasa ketika bencana
benar-benar tiba .
Kita harus jujur mengatakan bahwa kita memang bangsa
yang tidak cakap belajar dari pengalaman. Tidak cakap
belajar dari alam. Padahal, alam tidak mungkin
bergerak tanpa patuh pada hukum-hukumnya. Artinya itu
semua bisa kita pelajari.
Awal terjadi Tsunami di Aceh, semua penduduk Padang
siaga penuh, Ketika di Guncang Gempa mereka berlarian,
tapi sekarang longgar lagi. Padahal semua tetap
meprediksi Apa yang terjadi di Aceh 1,5 th lalu dan
kejadian kemarin di Jawa Barat jua akan terjadi di
Sumbar.

Bencana, di mana pun, seharusnya menjadi tempat
belajar tentang banyak hal. Sayang, selain
penderitaan, rupa-rupa bencana di negeri ini selalu
berlalu begitu saja.  
ALAM kembali memperlihatkan keperkasaannya. Hanya
kurang dari satu menit lebih dari ratusan ratus orang
tewas dan ribuan bangunan runtuh, ratusan perahu dan
motor lulh lantak. Bencana alam gempa itu datang lagi
Tsunami itu terjadi lagi meluluh lantakkan Pangandaran
cilacap kebumen, sepanjang pantai di Selatan P Jawa. 
Bencana demi bencana yang bertirit=tirit datangnya
dari, Gempa tsunami, tanah longsor, banjir dan air
bah, bahaya gunung meletus,  membuat kita harus
berintrospeksi. Adakah yang salah dari bangsa ini?
Kenapa Bencana itu sepertinya tak mau beranjak dari
Indonesia. Belum habis yang satu sudah datang yang
lain, Ujungnya kehancuran dan kemusnahan.  

Kita hanya bisa bertanya-tanya: Ada apa?  
Idzaa zulzilatil ardhu zilzaalaha. Waakhrojatil ardhu
atsqaalaha. Waqaalalinsaanu maa laha.. ''Ketika bumi
diguncang sekeras-kerasnya. Dan dikeluarkan dari bumi
segala isinya, memuntahkan beban berat yang di
pikulnya.

Apa yang dimaksud dengan beban berat, beratkah
gunung+, berakah besi, beratkah mineral yang di
kandungnya?. Tidak Bumi tidak keberatan memikul semua
itu, Tapi Bumi kewalahan dan tak tak sanggup memikl
beratnya dosa anak manusia yang bertengger di
permukaan Bumi itu. Dengan mudah dan enteng serta
bangga manusia melakukan dosa dan perbuatan keji.  
Setidaknya fenomena itulah yang hari-hari ini terjadi
di sekitar Pangandaran. Ya Allah, Engkau tumpahkan isi
bumi. Lewat dasar samudera, kau guncangkan dataran
Jawa Barat, setelah sebelumnya Jawa Tengah.
Rumah-rumah Kauratakan dengan tanah. Ribuan orang
Kaupanggil menghadap-Mu seketika dengan cara tidak
biasa. Anggota-anggota keluarga Kaupisahkan begitu
saja. Mengapa?  Kami sungguh tidak tahu mengapa
Kauturunkan kembali pelajaran melalui bencana seperti
sekarang. Apakah ini karena kami telah melupakan
pelajaran terdahulu? Atau, kami bahkan tidak belajar
apa pun dari bencana-bencana sebelumnya? Wallahu
a'lam. Engkau yang Mahatahu.  
Astaghfirullah! Kami sering merasa paling tahu tentang
Engkau dan ayat-ayat-Mu, ya Allah. Maafkan kami.
Bukalah mata, telinga, dan hati kami. Jadikan kami
senantiasa mampu menangkap ayat-ayat-Mu.
Saban tahun bencana selalu terjadi. Tetapi kita selalu
terbata-bata, bagaimana menolong korbannya. 
Bersiap-siaplah hidup dalam ancaman bencana
mengerikan. Ketika hujan, banjir dan longsor bisa
menerjang sebelum kita menyelesaikan suapan terakhir
sarapan pagi.

Semua itu dapat terjadi dan mungkin tidak lama lagi.
Saya teringat kampung saya Padang Kota tercinta,
hampir semua orang meramalkan setengah memastikan
bahwa bencana yang lebih dahsyat dengan gempa
berkekuatan 9 scala reichter akan datang, saya ngeri,
dan hanya padaMu lah ya Allah kami berserah diri.
Bya Masoed mengatakan pada saya bahwa Gempa
sesungguhnya peringatan Allah tentang kiamat. Hari
akhir sudah kurang dipercayai oleh orang banyak,orang
hanya percaya hari ini,sehingga lahirlah
sekularis,pluraris dan materialis.Gempa dan tsunami
tidak ada sesuatu ilmu pun yg bisa menolak kec hanya
doa.Dan doa itu otak ibadah.Anak2 kita sekarang  tidak
ada lagi diajarkan berdoa,hanya sibuk mengirimkan sms
menebak kuis dan mendukung idolanya. Maka buya
berpendapat, kata Buya Masoed lagi, sesudah JABAR ini
akan bergerak ke JATIM krn isi bumi sdh kosong di
Sidoarjo,akibat ketamakan materialis.Nauzubillah.

Pejabat kita kurang memikirkan rakyat. Berapa banyak
di antara kita yang menduduki jabatan publik, namun
pikirannya melulu tentang kekuasaan dan kekayaannya
sendiri? Bila pejabat bersungguh-sungguh memikirkan
rakyat, akan lebih banyak bencana yang dapat
diantisipasi. Bila musibah memang tak terhindarkan,
jumlah korban akan lebih dapat ditekan.  

Musibah memang kehendak Allah. Kita juga harus
berlapang dada menghadapi setiap musibah. Inna
lillaahi wa inna ilaihi raji'un. Tapi, bukankah
kehendak Allah dalam soal musibah hampir selalu
paralel dengan ulah kita bersama. Setidaknya banyaknya
jumlah korban musibah selalu paralel dengan kesiapan
kita menghadapinya.

Perhatikanlah alam negeri ini memberi kemurahan yang
berlimpah sekaligus kekejaman yang tiada henti. Tanah
yang subur dan lautan yang kaya serta udara yang ramah
ternyata menyimpan energi bencana luar biasa. 

Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci_Nya
dalam Al-Qur'an 
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang
dahsyat), (QS. 99:1)
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang
dikandung)nya, (QS. 99:2)


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke