Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Mengintip Kehidupan Malam di Kota Bingkuang
* Pub, Tempat Transaksi Seks dan Narkoba? Rabu, 20-Desember-2006,
02:33:44 12 clicks Tak salah orang bilang, sekarang ini
zaman edan. Batas moral dan susila nyaris tak ada. Jika dulu, anak gadis tabu
keluar rumah larut malam, kini dugem (dunia gemerlap), sudah mulai merasuki
kehidupan gadis Minang. Akhir pekan silam, satu per satu anak baru gede (ABG)
tiba di sebuah pub (diskotik) salah satu hotel berbintang di Kota Padang.
Mereka umumnya datang berpasang-pasangan. Namun tak sedikit pula yang datang
bergerombolan, menaiki taksi. Malam itu, mereka (ABG perempuan, red) umumnya,
datang dengan busana seronok. Yakni, balutan tank-top beserta rok mini.
Mirisnya lagi, tak sedikit di antara mereka yang merokok.
Tepat pukul 23.00 WIB, acara dimulai. Satu per satu mereka masuk ke dalam pub.
Semakin malam semakin ramai dikunjungi pemuja kehidupan malam. Mata memejam,
bibir terkatup, kepala bergoyang-goyang, kadang-kadang seolah berputar di bawah
iringan musik disko hingar-bingar, serasa memecahkan gendang telinga dan
merontokkan jantung. Di bawah udara pengap oleh asap rokok dengan bau khas yang
menawarkan ekstasi, mereka tetap tak ambil risih dengan pengunjung sekitar
(kaum bapak-bapak) yang juga terlihat hadir, malam itu. Pria dan wanita
bercampur baur. Mulai dari minum, berjoget, bahkan hingga berpelukan bersama.
Ayo tambah minumnya. Malam ini kita happy, celetuk Murni (nama sasaran)
kepada beberapa rekan semejanya. Malam itu, Murni terlihat setengah mabuk.
Disampingnya, ada seorang pria yang sedari awal telah menemani gadis belia itu.
Tak lama, Murni mengajak pria itu bergoyang, mengikuti irama house music yang
semakin keras berdentum.
Dalam kondisi setengah sadar, Murni pun bergelayut di tubuh pria itu untuk
bersandar. Pria itu pun mendekap tubuh Murni dengan sangat erat. Sejurus
kemudian, pria yang kemudian diketahui sebagai pacar gadis tersebut pun
mengajak Murni untuk kembali duduk ke tempat semula. Murni yang sudah
sempoyongan, terlihat sudah tak sadarkan diri lagi. Tubuhnya pun jatuh dan
dipapah sang pacar.
Pandangan fantastis kembali terlihat di sebelah kiri pub. Persisnya, di dekat
speaker box, tempat anak band pub, manggung. Sepasang anak Adam tak lepasnya
berpelukan serta berjoget. Tak mudah untuk mendapatkan tempat tongkrongan di
sana. Konsekuensinya, harus datang cepat, saat pub buka mulai pukul 23.00 WIB.
Tak sedikit ABG-ABG menongkrongi tempat ekslusif itu, sedari awal untuk
menunggu tamu-tamu pria. Di sana, mereka sepertinya bebas melakukan apa saja.
Begitulah salah satu fenomena yang terjadi pada ABG Kota Padang hari ini.
Istilahnya, clubbing, kini menjadi semacam tren bahkan kebutuhan primer bagi
kalangan ABG. Tak gaul, bila tak datang ke pub. Pub menjadi tempat pelarian
suntuk oleh para ABG. Bahkan disinyalir, pub sebagai tempat transaksi seks dan
narkoba.
Bukan rahasia umum lagi, diskotek hingga saat ini, masih dihinggapi stigma
negatif dengan kelas sosial rawan psikotropika, narkotika, dan obat-obatan
berbahaya. Padahal di situ berkumpul generasi penerus bangsa, segmen pasar
paling potensial untuk dijadikan klien para pengedar ekstasi, sabu, dan
sebagainya. (san)
Sukseskan Pulang Basamo 2008
visit: www.west-sumatra.com
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================