Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
manusia dilahirkan ke dunia melalui rahim seorang ibu. kita ingat kelahiran nabi isa yang merupakan mukjizat, dimana sang ayah tidak diperlukan dalam proses penciptaannya. tapi, seorang ibu tetap dibutuhkan dalam mukjizat itu. ini menegaskan kepada kita bahwa kedudukan seorang ibu sangat tinggi di hadapan Tuhan. jika Tuhan berkehendak tentu Dia bisa bikin mukjizat seorang bapak melahirkan sendiri anaknya. dan itu tidak pernah terjadi dalam sejarah. sejak sang ibu mulai mengandung janin bayinya, hari-hari dilaluinya dengan kepayahan. selera makan menurun, pagi hari sering muntah, perut mules dan banyak lagi penderitaan. ketika perutnya makin membesar, gerak tubuh menjadi terbatas, berjalan tertatih dan selalu meringis kesakitan. sembilan bulan bukanlah waktu yang singkat untuk menjalani segala penderitaan itu. itulah takdir seorang ibu sebelum anaknya dilahirkan dengan izin-Nya. selama itulah benih cinta kasih seorang ibu tumbuh. cinta memang harus dibuktikan dengan penderitaan. penderitaan itu pun terbayarkan ketika sang bayi yang dikandungnya dengan susah payah lahir dengan selamat ke dunia. tidak ada kebahagiaan yang lebih membahagiakan seorang ibu ketika ia mendengar tangis bayinya untuk pertama kali. lenyap segala derita, segalanya berganti menjadi cinta. seluruh hidupnya akan dia berikan untuk sang bayi. namun penderitaannya tak pernah berhenti. sang bayi ditakdirkan untuk tidak bisa apa-apa. sang ibulah yang harus mengurusnya, memberinya makanan terbaik berupa ASI, membuang kotorannya, meninabobokan sang bayi hingga terlelap, meredakan tangisnya yang memekakkan telinga. tidak peduli pagi siang atau malam, sang ibu selalu dalam kondisi siaga untuk mencukupi segala kebutuhan bayinya. bahkan ia pun tak sempat lagi memperhatikan kesehatan dirinya karena segalanya telah tercurah untuk sang bayi. ketika sang bayi telah menjelma menjadi seorang anak yang lucu, penderitaannya pun sedikit berkurang. namun begitu, naluri keibuannya tak pernah berhenti mengkhawatirkan kehidupan anaknya. ketika sang anak bermain, sang ibu dengan seksama memperhatikan. jika ia terjatuh, sang ibu terburu-buru menghampiri dan memastikan sang anak baik-baik saja. hidupnya tak pernah lepas dari anaknya. sang anak kini telah dewasa. sebagai manusia dewasa ia harus menjadi dirinya sendiri. sang ibu mengerti. ia berusaha merelakan anaknya menggapai masa depannya sendiri. ibu tetaplah ibu. betapapun ia lihat anaknya sudah bisa mengurus diri sendiri, kekhawatiran tidak pernah pergi dari pikirannya. 'apakah anakku baik-baik saja ?' ,' apakah ia sudah makan ? ' dan beribu kecemasan menerpanya setiap saat. ia paham sepenuhnya bahwa sang anak tidak suka terlalu dicemaskan kehidupannya. tapi , ibu tetaplah ibu. wahai ibunda, maafkan kami anakmu ini. kami memang tidak mengerti beratnya menjadi seorang ibu. kami hanya mengerti indahnya menjadi seorang anak. kami sadar bahwa cinta kami kepada ibuunda tidak sesempurna cinta ibunda kepada kami. kami ingin ibunda tahu,di dasar hati kami yang paling dalam, kami menyayangi ibunda. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

