Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
PENDIDIKAN ANAK DIDALAM RAHIM
Oleh : Dr.H.K.Suheimi
Puji syukur kita persembahkan pada Allah, karena atas izinNya kita
diperkenankankan berkumpul ditempat ini. Ditempat ini saya merasa bersyukur
karena kebanyakan pesertanya adalah wanita. Wanita sebagai mahkluk yang
dimuliakan, sehingga disebut bahwa syorga itu berada dibawah telapak kaki
ibu. Dan saya sen­diri biasanya bekerja didekat-dekat kaki ibu, saya
berharap dapat dekat-dekat syorga dan seterusnya bisa masuk syorga.Dalam rangka
memperingati hari ibu yang diadakan oleh Tarbi­yah ini, ada baiknya kita
lihat pandangan agama dan adat terhadap ibu. Disebut bahwa syorga berada
dibawah telapak kaki ibu, wanita itu tiang negara, kalau baik wanita baik pula
negara. Pendidikan anak terletak didalam tangan ibu. Amal yang paling utama
disisi­Nya adalah jika berbakti pada ibu.
Dalam adat ibu itu dikenal sebagai "Bundo Kandung";limpapeh rumah nan
gadang, sumarak dalam nagari, hiasan didalam kampuang, umbun puro pagangan
kunci, pusek jalo kumpulan ikan, pai tampek batanyo, pulang tampek babarito.
Demikan besar peranan ibu, seperti terlihat diatas, ibu mendidik anak
supaya kelak bisa sang anak masuk syorga. Maka kita lihat ada 3 pekerjaan ibu
yang tak kan mungkin digantikan oleh bapak, ialah; hamil, melahirkan dan
menyusui, sedangkan pekerjaan bapak dapat saja digantikan oleh ibu. Maka
sehari-hari terlihat, untuk menciptakan manusia yang berkualitas tergantung
sekali kepada ibu. Karena dialah yang menghamilkan, dialah yang melahirkan
dan dia pulalah yang menyu­sui, dia yang memandikan, dia yang mecebokkan,
dia yang menina bobokan, dia yang menyuapi dan dia yang membesarkan, dia
yang kepasar, dia yang kedapur, dia yang mencuci, kadang-kadang juga sang ibu
itu pula yang mencari nafkah. Tapi jika sianak sudah
berhasil menjadi orang dan lulus dari pendidikan, siapa yang dapat nama,
bukankah dibelakang nama anak itu yang tertera adalah nama bapaknya?.
Karena demikian banyak tugas-tugas yang dibebankan pada ibu, agaknya
kepadanya perlu diberikan perhatian yang khusus. Untuk mendapatkan anak yang
terdidik, haruslah ibunya lebih dulu men­genyam bangku pendidikan,
bagaimana kita mengharapkan anak yang terdidik kalau ibunya belum terdidik?.
Dan untuk mendapatkan anak yang sehat, maka ibu terutama rus disehatkan
lebih dahulu,
untuk itu sarana kesehatan terutama harus ditujukan pada ibu.
Untuk mendapatkan anak yang terdidik secara beragama, maka pada
ibu harus lebih dulu diberikan pendidikan agama.
Untuk itu perlu kita meninjau asal usul kejadian manusia, seperti
difirmankan oleh Allah, bahwa diciptakan manusia itu min sulalatin min tin,
diciptakan manusia itu dari sari-sari tanah.
Sari-sari tanah itu diolah oleh akar kayu, yang terbaik diantara­nya
dikirimkan ke pohon, terus kedahan, ranting dan daun. Kemu-dian dimasak, lalu
yang terbaik dijadikan bunga, putik dan buah. Buah yang terbaik dimakan oleh
manusia, dalam perut disaring, sesampai didarah disaring lagi, kemudian
dimasukkan ke hati, disini jika ada racun-racun akan ditawar. Kemudian dibawa
keselu­ruh tubuh, dan yang terbaik dibawa kedalam Sulbi (laki-laki) dan
kedalam Tara'ib (wanita). Ada yang menyebut sulbi itu sebagai
testis dan Tara'ib itu sebagai ovarium. Bibit dari testis dan ovarium itu
digabung menjadi satu yang disebut dengan nutfah (Zygote). Kemudian nutfah
itu membelah dan berkembang menjadi
'Alaqah (segumpal darah = Benda yang menggantung). Kemudian
"Alaqah itu diliputi oleh daging, daging diliputi oleh tulang dan
tulang diliputi oleh daging sampai terbentuk mudigah. Sewaktu mudigah itu
berusia 120 hari, lalu kami tiupkan Roh Kami firman Tuhan. Tapi sebelum Roh
itu ditiupkan, kepada Roh itu dimintakan kesaksian:"Alastu birabbikum?
bukankah aku Tuhan yang menjadikan­mu? kata Tuhan; dijawab oleh Roh
itu:"Bala sahidna" Benar ya Allah Aku jadi saksi Eng­kaulah Tuhan yang
telah menjadikan kami. Agar jangan sampai nanti ada diantara manusia itu yang
berkata tidak kenal dengan Tuhan­nya.
Nah hampir setiap hari saya menyaksikan kelahiran demi kelahiran, dan
setiap ada yang lahir selalu dia menangis; lalu ada pertanyaan, kenapa bayi
itu lahir menangis?.
Para seniman menjawab :"Bayi itu menangis karena dia merasa­kan bahwa dunia
ini tidak sehangat didalam rahim ibu, dan didunia ini tidak setiap keinginan
terpenuhi seperti sewaktu didalam rahim. Ternyata dunia ini penuh onak dan
duri, banyak suka dan dukanya, kesulitan dan kesukaran hampir disepanjang
masa.
Para ahli tasauf menjawab :"Bayi itu menangis karena dia takut, cemas
dan khawatir, kalau-kalau kedua orang tuanya atau orang-orang yang menunggu
kedatangannya tak dapat menunjukkan jalan atau tidak mengingatkannya akan
janji yang pernah dilafas­kannya sewaktu diminta kesaksian oleh Allah
:"Alastu birabbikum?"
Maka tugas utama dari seorang ibu adalah mengingatkan kemba­li dan
menunjukkan jalan kepada bayi yang dilahirkannya agar dia menyembah Allah
tempat kelak dia akan kembali.
Kemudian tugas ibu adalah membentuk anaknya menjadi pintar dan berilmu.
Sebab seperti kita salsikan dewasa ini, kekayaan alam yang kita milikiki
ternyata tidak memenuhi kebutuhan kita.
Dan dinegara-negara yang kekayaan alamnya miskin sering terlihat kemakmuran
dan kesejahteraan penghuninya. Lihatlah negara Singa­pur, Jepang dan Korea.
Bukankah negara-negara itu alamnya sangat miskin, tapi penduduknya kaya dan
makmur. Ternyata adalah karena penduduk disitu menggunakan otaknya. Dengan
otaknya mereka mampu mensejahterakan penduduknya. Mereka bekerja memakai otak,
sedang­
kan kita kebanyakkan memakai otot. Padahal Tuhan berkata :"Dihalaukan kedalam
neraka kebanyak­kan Jin dan Manusia, dimana mereka punya tak tidak
digunakan
untuk berfikir, punya hati tak digunakan untuk memahami, punya mata tak
digunakan untuk melihat, punya telinga tak digunakan
untuk mendengar, mereka tak obahnya seperti binatang, bahkan lebih rendah
lagi, mereka adalah orang-orang yang lalai".
Terlihat disini bahwa memakai otak sangat ditekankan pen-tingnya oleh
Allah. Untuk itu tugas ibu adalah bagaimana usaha agar anak yang
dikandungnya memiliki kemampuan dan daya pikir yang bagus. Dan yang lebih
lagi ialah hati yang dapat memahami, memahami apa ujung dari segala ilmu, dan
apa tujuan dari segala yang diciptakanNya. Cara untuk membikin anak dalam
kandungan mempunyai otak yang cerdas ialah si ibu dianjurkan sekali selama
kehamilannya memama­kan makanan yang kaya mengandung protein, seperti
susu, telur, tempe ikan dan daging.
Untuk menimbulkan hati yang dapat memahami dan rasa kasih dan cinta yang
mendalam, maka si ibu yang hamil harus dalam keadaan siap menerima anak
yang dikandungnya, jangan sampai ada rasa penolakkan terhadap janin itu.
Rasa menerima amanah yang dititipkan, kepasrahan dan kegembiraan karena dia
bisa mengan­dung. Ibu yang seperti itu akan mengelus-elus perutnya
sambil membisikkan sesuatu yang didalam, mengajari, menyalurkan segenap kasih
dan sayangnya. Begitupun sugesti yang diberikan oleh sang suami, serta kasih
sayang yang terjalin antara ibu dan ayah sangat berbekas akan pembentukan
pribadi anak. Dan dalam mendidik anak, kita juga harus pandai-pandai sebab kata
sebuah syair :
Anakmu bukanlah milikmu
Mereka adalah putra dan putri dari kerinduan
sang hidup terhadap dirinya sendiri.
Lewat engkau mereka lahir tapi bukan berasal
darimu.
Boleh engkau tumpahkan segenap kasih sayangmu
padanya, tapi jangan bentuk fikiranmu.
karena dia punya fikirannya sendiri.
Boleh engkau buatkan rumah untuk raganya,
Tapi jangan untuk jiwanya, sebab jiwanya ada-
lah penghuni rumah masa depan, yang takkan
mungkin kau kunjungi sekalipun itu dalam mim-
pi-mimpimu.
Engkau boleh berusaha menyerupainya, tapi ja-
ngan bikin dia menyerupaimu.
Sebab kehidupan tak pernah mengalir mundur
Dan hidup ini bukanlah terpancang pada hari
kemarin.
Engkau adalah busur
Anakmu adalah anak panah yang sedang
meluncur.
Ibu yang baik, adalah ibu yang berusaha menjadi busur yang baik, yang akan
meluncurkan anaknya jauh kedepan dalam mencapai cita-citanya, menjadi manusia
yang berkwalitas. Kerna sebaik-baik kamu adalah orang yang paling bermanfaat
bagi sesamamu. Untuk itu dalam memperingati hari ibu seperti saat ini,
perlu kita minta perhatian kepada bapak-bapak, bahwa berbuat baik kepada ibu
itu adalah merupakan amal dan ibadah yang sangat tinggi, demi melahirkan
anak-anak yang berkualitas. Sebaliknya menyakiti ibu tergolong dosa yang
sangat besar.
Lihat beberapa contoh; sewaktu Rasul ditanya oleh sahabat:"Ya
Rasulullah, kepada siapa kita yang utama dan pertama sekali berbuat baik?".
Dijawab oleh Rasul; Yang pertama kepada ibumu, yang kedua juga kepada ibumu
dan yang ketiga juga kepada ibumu, kemudian baru kepada bapakmu dan seterusnya.
Dan sewaktu seorang sahabat akan pergi perang fi sabililah, ditanya oleh
Rasul; bagaimana keadaan ibumu? Dia dalam keadaan sakit, jawab sahabat.
Maka sahabat itu disuruh pulang menjaga ibunya oleh rasul. Dan amal menjaga
ibu itu sama nilainya dengan berjihat dan berperang dijalan Allah.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================