Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Assalamualaikum wr.wb.
   
  Berikut berita tentang tidak datangnya makanan untuk 189 ribu jemaah haji 
Indonesia yang saya copy dari www.kompas.com (subyek di atas adalah judul di 
koran Kompas Sabtu pagi ini).
   
  Mudah2an kasus ini tidak hanya diselesaikan dengan kata2: "ini musibah", atau 
"ini cobaan"; ataupun "saya bertanggungjawab", tapi selesai di situ.
   
  Kalaupun disini disebutkan bahwa penunjukan hanya satu perusahaan ini 
(sebelumnya dipasok oleh banyak muasasah) karena lebih murah 50 riyal dibanding 
dengan cara sebelumnya, hendaknya ini bukan "untuk dimaklumi'.
   
  Perlu diselidiki siapa saja yang diuntungkan karena penunjukan perusahaan 
baru yang katanya milik salah seorang anggota keluarga Kementerian Dalam Negeri 
Kerajaan Arab Saudi ini. Yang jelas, jemaah haji tidak memperoleh keuntungan 
apapun, karena pembayaran ONH mereka tetap, dan yang jelas, mereka kelaparan.
   
  Memang, suatu keberanian yang luar biasa untuk menunjuk suatu perusahaan baru 
untuk menangani katering 189 ribu orang.
   
  Wassalam,
   
   
  Riri
   
   
   
   
   
  Perusahaan Katering untuk Jemaah Indonesia Mangkir 

JAKARTA, KOMPAS  - Direktur Pembinaan Haji Direktorat Penyelenggaran Haji dan 
Umrah Departemen Agama M Mukhtar Ilyas di Jakarta, Jumat (29/12), mengakui 
189.000 jemaah haji Indonesia yang sedang bersiap mengikuti puncak ibadah haji 
di Arafah tidak mendapat jatah ransum yang menjadi hak mereka sejak Kamis 
(28/12) siang. Akibatnya, para jemaah hanya mengandalkan air ledeng untuk minum 
dan makanan kecil bagi jemaah yang membawa bekal.
   
  Menurut M Mukhtar Ilyas, perusahaan katering yang bertanggung jawab 
menyediakan ransum bagi 189.000 jemaah haji Indonesia mangkir dari kewajiban. 
   
  ”Ada pengkhianatan yang dilakukan perusahaan katering di Arab Saudi,” tegas  
Mukhtar.
  Perusahaan katering yang menangani ransum seluruh jemaah haji Indonesia tahun 
ini merupakan perusahaan baru. Perusahaan tersebut dipilih karena menawarkan 
harga lebih murah dan memiliki peralatan memasak yang lebih modern. 
   
  Penyediaan makanan bagi jemaah haji Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya 
dilakukan panitia haji setempat yaitu  muassasah (yayasan per wilayah) dan 
maktab (kelompok per enam kelompok terbang). 
   
  Biaya yang dipatok oleh muassasah dan maktab 300 riyal Arab Saudi bagi setiap 
jemaah untuk lima hari, yaitu satu hari di Arafah saat melakukan wukuf dan 3-4 
hari di Mina saat melontar jumrah. Ransum yang disediakan berupa nasi beserta 
lauk pauk, aneka minuman, serta buah-buahan.
   
  Perusahaan katering baru menawarkan biaya ransum 250 riyal Arab Saudi bagi 
setiap jemaah selama lima hari. Biaya yang lebih murah diyakini tidak akan 
menurunkan kualitas ransum bagi jemaah haji karena biaya tersebut dinilai masih 
terlalu tinggi. 
   
  Perjanjian untuk menyediakan makanan bagi seluruh  jemaah haji Indonesia 
tersebut telah dibuat. Bahkan pemerintah telah memberikan uang muka pembayaran 
sebesar satu pertiga dari biaya total ransum atau senilai 9 juta riyal Arab 
Saudi.
   
  Mukhtar mengakui tidak mengetahui nama dan pemilik perusahan katering 
tersebut. Petugas haji Indonesia di Arab Saudi juga tidak mengetahui nama dan 
pemilik perusahaan tersebut. Namun dipastikan perusahaan katering tersebut 
milik salah seorang anggota keluarga Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab 
Saudi. 
   
  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung menugaskan Menteri Agama M Maftuh 
Basyuni untuk mengatasi masalah tersebut secara cepat. Basyuni berangkat menuju 
menuju Arab Saudi Jumat siang.
   
  Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah berusaha mengirim mi instan. 
Namun makanan tersebut tidak dapat masuk karena padatnya jemaah haji di Arafah 
yang mencapai empat juat orang.
   
  Mukhtar menjanjikan mulai Sabtu, saat jemaah berada di Mina, ransum  bagi 
jemaah haji Indonesia akan berjalan normal. Pengelolaan ransum  bagi seluruh 
jemaah dikembalikan kepada muassasah dan maktab.  
   
  Hingga Jumat siang waktu Arab Saudi, pemerintah belum menerima laporan adanya 
korban akibat keterlambatan ransum makanan bagi jemaah haji Indonesia. (MZW)

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke