Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------


M A S J I D

Oleh :Dr.H.K.Suheimi

Masjid artinya tempat sujud.Suatu bangunan,gedung atau
suatu 
lingkaran  yang  berpagar  sekelilingnya  yang 
didirikan  secara 
khusus sebagai tempat beribadah kepada Allah
SWT,khususnya  untuk 
mengerjakan salat.Istilah masjid berasal dari kata
sajada, yasju¬
du yang berarti bersujud atau menyembah.

Karena masjid adalah Baitullah <rumah Allah>,maka
orang yang 
memasukinya   disunahkan   mengerjakan  salat  
Tahyatul   Masjid 
<menghormati  masjid>  dua rakaat. Nabi  Muhammad 
bersabda:"Jika 
salah  seorang  kamu memasuki masjid jangan  dulu 
duduk  sebelum 
mengerjakan salat dua rakaat"<HR.Abu Dawud>.

Kata masjid (bentuk mufrat atau tunggal) dan masajid
(bentuk 
jamak)  banyak terdapat dalam Al-Qur'an, antara lain 
dalam  ayat 
ayat berikut:"Hai anak Adam,pakailah pakaianmu yang
indah  setiap 
<memasuki>  masjid.."<QS.7:31>;"Dan  siapakah  yang 
yang   lebih 
aniaya  dari  pada orang orang yang 
menghalang-halangi  menyebut 
nama    Allah   didalam   masjid-Nya   dan    untuk   
merobohkan 
nya?.."<QS.2:114>; "Hanyalah yang memakmurkan masjid
masjid Allah 
ialah orang orang yang beriman kepada Allah dan hari
kemudian,dan 
tetap  mendirikan salat,menunaikan zakat,dan tidak
takut  (kepada 
sesiapapun) selain kepada Allah.."<QS.9:18>;dan"Dan 
sesungguhnya 
masjid  masjid  itu  adalah kepunyaan  Allah.Maka 
jangalah  kamu 
menyembah    seseorangpun   didalamnya   disamping   
(menyembah) 
Allah"<QS.72:18>


Fungsi Masjid. Selain digunakan untuk tempat melakukan
salat 
lima  waktu,salat  jum'at,  salat  tarawih,  dan 
ibadah   ibadah 
lainnya,  masjid  juga digunakan untuk  syiar  Islam, 
pendidikan 
agama, pengajian, dan kegiatan lain yang bersifat
sosial.

Fungsi  masjid yamg sesungguhnya dapat dirujuk pada 
sejarah 
masjid paling awal, yaitu pada penggunaan masjid pada
masa  RAsu¬
lullah  SAW, al-Khulafa' ar-Rasyidun, dan seterusnya.
Pada  masa-
masa  itu masjid paling tidak mempunyai dua fungsi,
yaitu  fungsi 
keagaman  dan  fungsi sosial. Fungsi masjid  bukan 
hanya  tempat 
salat,  tetapi juga lembaga untuk mempererat hubungan
dan  ikatan 
jemaah  Islam  yang baru tumbuh. Nabi  SAW 
mempergunakan  masjid 
sebagai  tempat  menjelaskan wahyu yang  diterimanya, 
memberikan 
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan para sahabat
tentang  berbagai 
masalah,  memberi  fatwa, mengajarkan agama  Islam, 
membudayakan 
musywarah, menyelesaikan perkara-perkara dan 
perselisihan-perse¬
lisihan,  tempat  mengatur  dan membuat  strategis 
militer,  dan 
tempat menerima perutusan-perutusan dari Semenanjung
Arabia.

Masjid  Nabawi memiliki suatu ruangan yang  disebut 
suffah, 
yaitu tempat menyantuni kaum fakir dan tempat tinggal
bagi mereka 
yang  ingin  memdalami Islam. Keadaan ini berlanjut 
hingga  pada 
masa  al-Khulafa' ar-Rasyidun. Mereka terpilih 
sebagai  Khalifah 
dan  dibaiat atau dilantik didalam masjid. Ruangan 
depan  masjid 
Nabawi dijadikan sebagai tempat menyelenggarakan
administrasi ne¬
gara.

Demikian  pula pada masa dinasti Umayyah.  Masjid 
dijadikan 
tempat  pertemuan  politik. Para Khatib masjid 
berperan  sebagai 
ujung tombak dalam mendukung politik pemerintah.
pù
Pada zaman Abbasiyah, fungsi politik masjid mulai
ditinggal¬
kan.  Semua urusan negara diselenggarakan diistana. 
Masjid  pada 
masa  itu  berfungsi sebagai tempat pertemuan  ilmiah 
bagi  para 
sarjana dan ulama. Masjid memiliki andil dalam
mengembangkan ilmu 
pengetahuan  dan  kebudayaan Islam yang mencapai 
puncaknya  pada 
masa  dinasti  tersebut.

Masjidilharam  selain  pusat ibadah juga  dijadikan 
sebagai 
tempat  mendalami ilmu-ilmu agama dalam berbagai 
mazhab.  Masjid 
yang memiliki beragam fungsi tersebut terdapat di
Mesir, Spanyol, 
Afrika Utara, Persia, dan sebagainya ketika Islam
berjaya  ditem¬
pat tempat tersebut.

Di Indonesia, terutama di daerrah pedesaan, masjid
berfungsi 
sebagai  tempat  melaksanakan ibadah salat, belajar 
membaca  Al-
Qur'an  bagi anak-anak , dan memperingati hari hari
besar  Islam. 
Sedangkan  di  daerah perkotaan, selain fungsi 
tersebut,  masjid 
juga digunakan untuk tempat pembinaan generasi muda
Islam, ceram¬
ah dan diskusi keagamaan, dan perpustakaan

Personalia  Masjid. Sejak masa permulaan Islam  di 
Madinah, 
masjid  sudah  dilengkapi dengan  personalia,yaitu 
imam  khatib, 
muazin, dan staf pegawai. Pada masa permulaan
pemerintahan  Islam 
(paling tidak hingga masa al-Khulafa' ar-Rasyidun),
Khalifah atau 
kepala negara disamping sebagai pemimpin dalam perang
dan  pemer¬
intah, juga menjadi imam dalam salat. Para gubernur
juga  bertin¬
dak  sebagai  imam salat disamping kepala urusan 
pajak.  Jabatan 
khatib  sebanding dengan jabatan imam masjid. Kepala 
negara  dan 
gubernur juga bertugas sebagai khatib masjid. Khatib
bukan  hanya 
berpidato diatas mimbar, tetapi juga membuat keputusan
dan menge¬
mukakan  pandangan-pandangannya tentang 
masalah-masalah  politik 
dan  keinginan umum, seperti terdapat pada masa 
al-khulafa'  ar-
Rasyid  dan dinasti Umayyah. Pada masa abbasiyah, 
khatib  diper¬
cayakan pada ulama atau orang yang terpelajar dalam
bidang agama.

Untuk mengurus segala keperluan masjid diperlukan staf

pegawai  yang  melayani keperluan jemaah  dan 
membersihkan  seta 
merawat  masjid.  Staf pelayanan masjid sudah  ada 
sejak  masjid 
Madinah  didirikan. Hal lain yang paling penting untuk
 mengelola 
kegiatan  masjid adalah administrasi dan manajemen
masjid  secara 
rapi dan teratur. 
Selalu dianjurkan agar memulai usaha berangkat dari 
mesjid, 
dan melekatkan hati di Mesjid. karena mesjid di zaman
Rasul bukan 
hanya  untuk  shalat saja, tapi juga untuk amal-amal 
nyata  yang 
lain.  Dan ada satu hadis Rasul yang berkesan ialah
:"Di  akhirat 
kelak.  Disaat tidak ada perlindungan, disaat tidak 
kemana  lagi 
untuk mencari perlindugan, maka yang masih di lindungi
dan  dapat 
perlindungan adalah pemuda yang hatinya terkait di
Mesjid", tentu 
bukan berarti tidur-tiduran didalam mesjid, tapi
adalah  bekerja, 
menuntut  ilmu akhirat dan ilmu duniawi serta
menghasilkan  kerja  
untuk  lingkungannya, sehingga pemuda ini lahir 
sebagai  manusia 
yang bermanfaat dan berkualitas tinggi.

Ada  MAsjid  yang punya Aula. Aula mesjid  mempunyai 
fungsi 
penunjang  fungsi Mesjid, maka perlu pendayagunaannya
agar  dapat 
berfungsi dan bemanfaat serta menghasilkan  dana dalam
 memanmbha 
kas  mesjid, tentu tidak dimaksud komersial 
sebagaimana  tempat-
temat lainya yang khususu di persewakan. Pendayagnaan
ni bersifat  
dakwah dan ibadah dalam usaha untuk memarik masyarakat
 agar  mau 
meramaikan dan memakmurkan mesjid dengan berbagai
kekgiatan  yang 
positif
1.  Walimah  pernikaan.. kursi tempat duduk pengantin 
 da   hia¬
sannya  opengeras suara, meja tempat makanan dan 
minuman  piring sendok dan garpu
2.Musyawarah  dan seminar, training
Dengan melihart adanya kecendrugan , animo dan
kesadaran ummat 
untuk menyelenggarakan  berbagai kekgiatan di mesjid
sehingga 
dapat megahsilkan daan dan pemasukkan.
Sesunggunya yang memakmurkan Masjid Allah hanyalah
orang-orang 
beriman kepada Allah  dan hari kemudian, serta tetap
mendirikan  
shalat menunaikan zakat, tidak takut keppada siapapn
selain 
Allah . Merkalah  yang di harapkan menjadi golongan
orang yang 
dapat petunjuk

Kenyataan  sekarang Mesjid adalah hanya sekedar "Rumah
 iba¬
dah"  Padahal masjid adalah merupakan pusat kegiatan
Ummat  Islam 
dalam  segala  segi kehidupan, sepeti  yang pernah 
dilakukan  di 
zaman  kehidupan  Rasulullah.  Dalam  perkemabangan  
selanjutnya 
fungsi Masjid terbatas hanya sebagai tempat ibadah
Mahdhda sepeti 
shalat  lma  waktudan rawatibnya, membaca Al  Qur'an 
beri'tikaf, 
pengajian  dan  peringatan  hari besar Islam.  Masjid 
jarang  di 
gunakan   untuk  membicrakan   mengentaskan 
kemiskinan    ummat, 
kebodohan ummat dlsb

Masjid  Quba   pada zaman Nabi Muhammad  SAW  adalah 
tempat  
beribadah,  pusat  menimba  ilmu  pegetahuan, 
mengatur  strategi 
dakwah dan tempat  dan tempat menjalain ukhuwah 
Islamiyah.  Maka 
kitahaus  melakuakn  reorientasi  wawasan,  dari 
wawasan  ibadah 
vertikal ke wawasan ibadah horizontal. Dalam artian 
kedua  wawa¬
san  itu   berjalan  seiring. Wawasan  vertikal 
terpancar   dari 
pelaksanaan ibadah ritual, sedangkan wawasan
horozontal tercermin 
dari  kegiatan  sosial budaya sepeeti  proses  belajar
 mengajar, 
kegiatan bakti ummat, dan ekonomi.    

Semangat  ummat  membangun  Masjid tampak  sangat 
tinggi  . 
Mereka tidak segan-segan  mengorbankan waktu , tenaga
dan fikiran  
dan dana agar masjid dapat berdiri. Namun setelah
masjid berdiri, 
semangat  untuk  memakmurkannya menurun. Masjid 
dibiarkan  sepi, 
sedikit jemaahnya dan  berkurang kegiatannya. Masjid
hanya  ramai 
sewaktu  shalat  jumat dan shalat Tarwih. Masjid tidak
 bisa  di¬
biarkan dalam keadaan sepi dan kosong.


Banyak  Masjid  yang mewah dan megah tapi tak 
berjiwa,  tak 
bersemangat,  kurang darah., lesu tak ada kegiatan,
tak ada  apa-
apanya. Kadang-kadang terkunci, karena takut kalau ada
 pencoleng 
yang masuk Masjid. Seperti kuburan cina saja, megah,
mewah mahal, 
tapi  didalamnya  hanya  ada bangkai yang tak 
bernyawa  dan  tak 
berjiwa.
Kegiatan  didalam  Masjid  harus di pebanyak  dan  di 
tingkatkan 
kebearadaannya, seperti kegiatan pendidikan, ekonomi
dan  perbai¬
kan kehidupan masyarakat sekitarnya.

Di  Masjid tempat berkumpulnya penduduk di 
sekitarnya.  Dan 
setiap penduduk yang masuk Masjid ingin berbuat baik
dan  beramal 
serta  beribadah. Artinya di Masjid lebih mudah
menghimpun  orang 
dan lebih mudah memilih orang-orang yang terbaik dan 
orang-orang 
yang  mau  bekerja dan berkorban. Ini adalah  modal 
yang  sangat 
besar. Ditunjang lagi oleh suasana mesjid yang luas,
aman tentram 
dan pekarangan yang luas. Letak sebuah Masjid biasanya
di tengah-  

tengah pemukiman penduduk, maka komunikasi dengan
penduduk  seki¬
tarnya  sangat  mudah di laksanakan. Di  Masjid 
airnya  mengalir 
dengan  lancar  dan  bersih, dan harga air  melalui 
PDAM  adalah 
dengan  tarif sosial, sangat murah dan mudah. 
Begitupun  Listrik 
juga dengan tarif yang sangat rendah. Dan setiap
apapun yang akan 
di  kerjakan dan di amalkan di Mesjid sangat mudah  di
 beritakan 
dan di pasarkan apalagi jika di embel-embel dengan
kata amal  dan 
ibadah di ujungnya. Dengan potensi dan aset yang
demikian,  sebe¬
tulnya  di Masjid harus bisa banyak dikerjakan hal-hal
yang  mena 
rik hati masyarakat. Dan yang lebih penting lagi,
apapun usaha di 
Masjid,  angka penyelewengannya jauh lebih rendah, 
hampir-hampir 
tidak ada atau nol. Maka pemuda yang di besarkan di
pekerjakan di 
Masjid akan lebih rendah penyelewengannya dan lebih
mudah mengem¬
bleng  pribadinya,  sebagai yang di contohkan  Rasul 
mengembleng 
pemuda  di  dalam Masjid. Mengajarnya memanah, 
berkuda,  berolah 
raga dan mencari kehidupan melalui Masjid.

Misalnya dengan harga listrik yang rendah, tempat yang
tidak 
perlu menyewa, serta belum di incar oleh pajak dan
dapat  memilih 
tenaga  yang  baik dan trampil di tambah dengan 
ujungnya  adalah 
ibadah,  maka  pekerjaan-pekerjaan  di bawah  ini 
agaknya  dapat 
segera di mulai untuk meramaikan Measjid di masa
depan.

1.  Foto Copy, harga listrik murah, tempat  tidak 
membayar, 
kejujuran  bisa di dapat. Pasaran adalah semua yang
masuk  Mesjid 
di  minta untuk memfoto copy semua kegiatannya di
Masjid, dan  di 
niatkan  sebagai Ibadah untuk menolong pemuda yang
putus  sekolah 
dan meanmbah lapangan kerja serta meningkatkan SDM
dalam  mengen¬
taskan  kemiskinan.  Pemuda yang bekerja di Masjid 
ini  otomatis 
akan bersedia membersihkan Masjid, karena Masjid juga
di  samping 
berfungsi  sebagai pendamai hati, tapi juga  tempat 
menentramkan 
perut.  Maka ia akan sungguh-sungguh karena di Masjid
ada  periuk 
nasinya, dan mereka inipun setiap waktu shalat akan 
menghidupkan 
Shalat berjemaah.

2.  Mesin Jahit, atau mesin jahit pinggir  yang 
menggunakan 
listrik,  karena  banyak jahitan di pasar  yang 
mencari  tukang-
tukang jahit. Dan selama mesin jahit ini berjalan dan
berbunyi di 
Masjid  maka  selama itu pulalah pahalanya akan 
mengalir  kepada yang mendermakannya bagi orang-orang
miskin yang selama ini 
susah mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.


3. Mendirikan toko koperasi yang menjamin kebutuhan 
sehari-
hari  para penduduk di sekitar Masjid. Sehingga
masyarakat  tidak 
perlu jauh-jauh mencarai kebutuhannya ke Pasar yang
sudah  kurang 
aman serta jauh, perlu  parkir lagi dst. Dan sekalian 
ditanamkan 
bahwa  dengan berbelanja di koperasi masjid akan
menambah  ibadah 
karena dilaksanakan dalam rangka memajukan Masjid..
Koperasi  itu 
adalah milik mereka dan mereka merasa memiliki dan
ingin  memaju¬
kan koperasinya sendiri. 


Karena koperasi ini di Masjid, biasanya untuk membeli 
bahan 
apakah  melalui  dolog dll lebih mudah dan  murah, 
dan  pasarnya 
sudah  jelas dari kita untuk kita, dari pada harus
jauh-jauh  dan 
memperkaya orang yang beda agama dengan agama kita.

4.  Mesjid  akan  bertambah ramai jika  di  lengkapi 
dengan 
perpustakaan.  Untuk buku-bukunya, cukup minta bantuan
ke  pener¬
bit-penerbit, biasanya buku akan dapat di peroleh 
atau ke  dewan 
dakwah  di jln Matraman Raya no 45. Atau dari
donatur-donatur  di 
sekitar  mesjid untuk menyumbangkan buku-bukunya. 
Dengan  embel-

embel, setiap kali buku itu di baca orang, amalnya
akan  mengalir 
kepada  yang  mendermakan, sekalipun bangkainya  telah
 luluh  di 
dalam  kubur.  Tapi kebanyakan perpustakaan  Masjid 
yang  tampak 
selama ini adalah bagaikan gudang buku. Buku-buku
disana menumpuk 
tak  pernah di baca, karena lemari pustakanya di
kunci, dan  kun¬
cinya  di  simpan dan di bawa pergi oleh garin yang 
berdinas  di 
luar,  sehingga buku itu berdebu sebagai bukti tidak
di baca  dan 
tidak  di  buka oleh jemaah. Padahal perpustakaan 
adalah  tempat 
yang strategis untuk menimba ilmu dan berdiskusi.

5.  Karena  Listrik harganya murah, bisa di buat 
mesin  air 
listrik,  dan  airnya dapat di buat kolam. Saya 
terkesan  dengan 
Masjid  di  Mlaysia yang membuat kolam di 
tengah-tengah  Masjid, 
sehingga  susananya menjadi dingin dan sejuk, orang 
di  dalamnya 
merasa  nyaman.  Dan ikan-ikan yang di pelihara dalam 
kolam  itu 
dapat pula jadi sumber dana untuk pembanguanan Masjid.

Jadi  bagi  mereka yang di percayakan jadi  pengurus 
Mesjid 
terbuka  peluang  dan  kesempatan untuk  memakmurkan 
Masjid  dan 
memakmurkan penduduk sekitarnya. Kesalahan kita selama
ini adalah 
tidak melihat peluang dan tidak memanfaatkan peluang
yang  sangat 
besar dan berharga ini. 
Dari sini dan dengan cara beginilah agaknya akan
menimbulkan 
kecintaan orang pada Masjid, dan Masjidnya berjiwa
karena  banyak 
gerakkan  dan  kegiatan  yang dapat di tampung  di 
dalam  sebuah 
Masjid ternyata sangat banyak dan berdampak positif.

Sebagai penutup. Masjid akan jadi ramai apabila Masjid
dapat 
memenuhi  dan  menjawab  kebutuhan penduduk  di 
sekitarnya,  dan 
penduduk  betul=betul merasakan bahwa Masjid adalah
miliknya  dan 
berusaha  memelihara, meramaikan dan memakmurkan
Masjid dan  juga 
memakmurkan  penduduk sekitarnya. Untuk semua itu 
saya  teringat 
akan sebuah Firman suci Nya dalam surat At Taubah ayat
18 :

"Hanya  yang  memakmurkan Masjid-Masjid Allah  ialah 
orang-
orang  yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, 
serta  tetap 
mendirikan  Shalat,  menunaikan  zakat dan  tidak 
takut  (Kepada 
siapapun)  selain kepada Allah, maka merekalah 
orang-orang  yang 
diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat
petunjuk".
Disampaikan pada Rapat LKAAM  di Padang 8 Aptil 1995

Azan mulai disyariatkan pada tahun 2 H.Ketentuan ini
dida¬
sarkan atas musyawarah nabi SAW dengan para sahabatnya
tentang 
cara  memberi tahu umat Islam mengenai masuknya waktu
salat  atau 
memanggil mereka untuk salat. Dalam musywarah itu ada
yang mengu
sul  agar meniup terompet,dan ada pula yang 
menyarankan  memukul 
kentongan,dan  ada yang lain menganjurkan menyalakan 
api.Masing-
masing  merupakan  tradisi kaum  Yahudi,Kristen,dan 
Majusi.Dalam 
pada itu Abdullah bin Zaid mendapat mimpiyang
sama.Akhirnya  yang 
digunakan  adalah  dengan cara menyeru.Bilal bin 
Rabah  terpilih 
sebagai muazin pertama karena suaranya bagus dan
merdu.   



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke