Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Tentang Pilot Adam Air ko, iko ado Artikelnyo di Padek.

Di Balik Hilangnya Pesawat Adam Air (Refry, "Pilot Ajaib" Diharapkan
Tetap Ajaib)
Kamis, 04-Januari-2007, 04:39:55 139 clicks
** Laporan Fajar Rillah Vesky—Limapuluh Kota

Hilangnya pesawat Boeing 737-400 milik maskapai penerbangan Adam Air,
yang membawa 106 penumpang dari Surabaya menuju Manado, Senin (1/1),
menyisakan kepiluan mendalam bagi keluarga Kapten Refry A Widodo,
Pilot pesawat tersebut. Bagaimana reaksi Keluarga Widodo yang berasal
dari Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat ini?

Hujan deras mengguyur Nagari Batuhampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten
Limapuluh Kota, Sumbar, Rabu (3/1). Sebuah rumah bercat putih, dengan
ukuran sekitar 10 x 8 meter, nampak sepi. Kecuali bunyi air di atas
seng yang mulai berkarat, dan gemericik pohon tebu di halaman rumah,
nyaris tidak terdengar suara lain.

Penghuninya, Hj Ainimiar (67), juga tidak ada di rumah. Ibu dari
Kapten Refry A Widodo, pilot pesawat Boeing 737-400 milik maskapai
penerbangan Adam Air yang hilang antara Surabaya dengan Manado itu,
sudah berangkat ke Jakarta, sejak Selasa (2/11).

"Setelah mendengar berita pesawat Adam Air hilang, Ibu Ainimar kaget
bukan kepalang. Dia langsung ke Padang menjemput Rezia (21), putri
Kapten Widodo yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Selanjutnya, mereka terbang ke Jakarta, saya ikut mengantarkannya,"
ujar Azhar Maramis alias Ujang (44), famili sekaligus tetangga dekat
Hj Ainimiar, saat disamperi koran ini di kediamannya.

Dikatakan Ujang, sebagai seorang pilot, Kapten Widodo yang tergolong
baik, humoris, dan suka memberi nasehat, memang hidup terpisah dengan
orang-orang terdekat. "Ibu dan mertuanya ada di kampung, anak
sulungnya kuliah di Padang, sedangkan istrinya tinggal di Surabaya,"
ucap Ujang yang sejak beberapa hari ini hanya bisa menonton TV dan
membaca koran.

Masa kecil Kapten Widodo sendiri, sambung Ujang, lebih banyak
dihabiskan di perantauan terutama di Ibukota Jakarta. Setelah ayahnya
almarhum Haji Dara Kudni pensiun dari Angkatan Laut, baru Kapten
Widodo bersama adiknya Kolonel Sesmi Djoni Putra, sering pulang ke
kampung halaman.

"Terakhir, Kapten Widodo pulang bersama anak dan istrinya, pada Hari
Raya Idul Fitri 1427 H lalu. Saat itu, dia sempat membantu pembangunan
Masjid di kampung kami,"sebut Ujang yang bertalian darah (sepupu)
dengan Kapten Widodo.

Diceritakan Ujang, Kapten Widodo menikah sekitar 22 tahun lampau
dengan Silvia, perempuan yang juga berasal dari nagari Batuhampa. Dari
pernikahan itu, Kapten Widodo dikaruniai tiga anak. Pertama, Rezia
yang menimba ilmu di Fakultas Kedokteran Unand Padang. kedua, Reza
yang masih bersekolah pada salah satu SMA di Surabaya. Sedangkan si
bungsu bernama Putri.

Firasat Sang Ibu

Beberapa hari menjelang peristiwa nahas menimpa Kapten Widodo. Ibunya,
Hj Ainimiar sempat menceritakan perangai Widodo dan adiknya Sesmi
kepada salah seorang famili. "Waktu itu, Ibu Ainimar dengan bangga
menceritakan perangai anak- anaknya pada famili kami. Tapi Ibu sempat
bilang, kalau sekarang Widodo sering kewalahan mengemudi pesawat,
malahan dia pernah jatuh," cerita Ujang.

Kisah Kapten Widodo yang pernah kewalahan dan jatuh saat pengemudi
pesawat, memang sering diceritakan pada keluarga. "Dia bilang pernah 4
kali mengalami jatuh. Tapi saya lupa di daerah mana. Yang jelas, dia
pernah menyebut nama Makasar dan Bandung. Tapi dalam kejadian itu dia
selalu selamat hingga dijuluki 'Pilot Ajaib' oleh kawan-kawannya,"
imbuh Ujang.

Kini, keluarga besar Kapten Refry A Widodo hanya bisa berharap,
keajaiban itu datang. Sehingga lelaki berjuluk "Pilot Ajaib" itu bisa
selamat dari peristiwa nahas. Tapi mungkinkah ini terjadi? Hanya Tuhan
yang tahu pasti!

Minta Doa

Dari Jakarta, wartawan JPNN juga menyambangi kediaman Refry di di
kawasan Pepelegi Indah C-3, Sidoarjo. Menurut Sita Sari, adik ipar
Refry, beberapa saat sebelum pesawat bernomor penerbangan Adam Air
KI-574 jurusan Surabaya–Manado itu tinggal landas, sang kakak beberapa
kali minta didoakan agar lancar-lancar saja. Alasannya, cuaca sedang
tidak bagus. Sejak awal sudah mengingatkan kepada keluarga tentang
beratnya penerbangan ke Manado yang dipiloti pada 1 Januari lalu.

"Dia memang selalu berpamitan, bahkan memberi kabar saat tiba di
tempat tujuan. Tapi, meminta dengan sangat didoakan agar selamat itu
ya baru pertama itu," katanya.

Rumah Refry kemarin tampak lengang. Di rumah hanya ada Sita Sari
beserta seorang pembantu. "Kakak saya, Silvia (istri Refry, Red),
sejak pukul 08.00 sudah di bandara untuk menjemput jenazah," katanya.

Menurut Sita, tak hanya Silvia dan anak-anaknya yang shock, tapi juga
semua keluarga besar Refry yang kelahiran 1959 itu. ''Dia adalah sosok
yang menyenangkan," kata Sita.

Refry adalah pilot kawakan yang sudah bekerja 20 tahun lebih. Sejak
lulus dari Pusat Pelatihan Penerbangan Curug pada 1985, dia bergabung
dengan maskapai penerbangan Merpati. Baru setengah tahun lalu,
tepatnya Juni 2006, dia berpindah ke Adam Air.

Dihubungi JPNN secara terpisah, Silvia, istri Refry yang sehari-hari
dikenal sebagai notaris, mengaku masih shock. ''Saya tidak tahu harus
berkata apa. Saya benar-benar bingung. Sampai sekarang tidak ada kabar
pasti soal keberadaan suami saya,'' ujar Silvia dengan suara terisak.

Ketika ditanya kapan terakhir kontak dengan suami, Silvia langsung
menyudahi wawancara. "Maaf Mas, saya masih belum bisa banyak
berkomentar,'' katanya. Dia hanya meminta didoakan agar suaminya
selamat.

Sejak pagi, Silvia sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Makassar
dengan difasilitasi Adam Air. Tapi, hingga tadi malam pukul 19.00
belum dapat kepastian dari pihak Adam Air kapan para keluarga korban
itu akan diberangkatkan. "Saya berharap, suami saya bisa ditemukan
dalam keadaan selamat," katanya singkat. (mg10)

http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=10279

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke