Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
Ass Wr Wb bapak Suheimi yth Setelah membaca tulisan ini hanifah teringat dengan bapak prof prayitno di IKIP Padang. Waktu itu beliau kami undang ke matematika FMIPA UNIB selama beberapa hari. Pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa mahasiswa dan dosen-dosen matematika. Dalam waktu yang singkat dia bisa hafal nama mahasiswa yang hadir (yang di pilih yang cantik cantik dan pintar, atau yang ganteng). Hanifah tanya, kok babak bisa hafal nama mereka secepat itu? Jawabnya.. " kalau seminggu lagi saya disini, pacar merekapun saya bisa tau" katanya sambil ketawa. Kira-kira begitulah dia menghadapi mahasiswa.. tidak angker, tidak sombong, tidak jaga jarak... tapi berteman dengan mereka. Wass Hanifah suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- BUK EN Oleh : Dr.H.K.Suheimi Buk En selalu saja jadi buah bibir oleh anak-anak saya. Semua anak saya ikut les dengan buk en, mulai dari yang sulung sampai yang bungsu. ada-ada saja ceritranya tentang buk en, seakan-akan setiap apa yang diampaikan buk en nempel di otak dan di perasaannya. "Pa, tadi buk en bilang baru kembali dari Medan tapi karena pesawatnya sering di gensel, sehinga buah salak yang di bawanya jadi busuk semua, sehingga kami ndak kebagian oleh- oleh Medan". "tiap hari libur buk en selalu berlibur" ulas anak saya. Hampir seluruh Indonesia sudah di kunjunginya dan sekali- sekali ke luar negeri. Pulang Les anak saya yang lain melapor lagi :"Pa, ibuk en itu dulu pernah jadi sopir oplet, tapi karena tiap sebentar penompang naik turun berarti tiap sebentar tukar gigi dan tiap sebentar tekan kopleng dan tiap sebentar tekan rem, buk en jadi malas. Kalau ada penompang yang baru berhenti, lalu minta turun lagi, buk en pura-pura tak dengar, kan cape akhirnya buk en tak jadi sopir oplet, tapi jadi sopir untuk kalian, kata buk en mengakhiri lesnya hari itu. Pokoknya ada-ada saja ceritra mengenai buk en yang di bawa pulang oleh anak-anak. Mereka seperti hapal akan yang dialami buk en dan apa-apa yang dikatakan buk en, sebagaimana mereka takut terlambat datang ke tempat les atau tak berani untuk tidak mem­ buat PR yang di beri buk en. Namun semua mereka yang les dengan buk en merasa bangga karena dapat di terima disana, dan jadi omongan diantara teman-teman "siapa yang dapat di terima les di tempat buk en, se akan-akan jadi jaminan, pelajaran matematik dan rapornya akan bagus". "Memang buk en pemberi kursus les matematik, beliau sangat pandai mengajar sehingga kami mengerti", pengakuan semua anak saya. Saya masih teringat ketika Irham anak sulung saya masuk kesana, tidak mudah, berjuang berat. Mulai jam 3 tengah malam sudah antri di depan rumah buk en, bukan main ramainya yang ingin masuk les, ber jubel-jubel dan berdesak-desakkan, "seperti naik haji komentar seorang ibu", yang akhirnya tak dapat memasukkan anknya kesana. Beruntung Irham dapat di tolong oleh seseorang yang badannya besar dan kuat antri sejak jam 3 parak siang. Dan sejak Irham masuk, saya berkenalan dengan ibuk en, dan akhirnya semua anak-anak saya dapat di terima les disana. Saya ngak tahu rahasia apa yang ada dalam diri buk en sehingga semua anak-anak lengket padanya, walaupun sedang marah,ataupun sedang menjatuhkan sangsi pada anak-anak, tapi anak-anak patuh, tidak mengomel, bahkan memuji cara hukuman dan sangsi yang di berikan buk en. Pada hal semua anak-anak yang les disitu adalah anak-anak yang seusia SMP dan SMA. Sedang nakal-nakalnya, sedang bandel-bandeln­ ya. Saya sendiri mengalami kesulitan mengaturnya, tapi bagi buk en mudah saja kelihatnnya. Saya ingin tahu rahasia apa yang di pakai buk en. Bahkan kalau ada anak saya sedang ber masalah, pada ð73[1] ð73[1] buk en inilah kami berkonsultasi, sehingga saya dan istri sering mengobrol panjang dan berdiskusi dengan buk en yang ramah itu. Saya merasa beruntung dapat berkenalan dengan buk en dan saya merasa beruntung dapat mengikut sertakan anak-anak les disana, sehingga di sekolah, mereka pada jadi juara. Dan alhamdulillah yang sulung Irham sekarang sudah smester III di Kedokteran, tapi dia tetap mengenang buk en dan kalau ada apa-apa mereka mengadu pada buk en. Dan saya lihat ibuk en pun sayang padanya, dan kalau buk en yang menasehatinya, langsung di terima dan di laksana­ kannya. --------------------------------- --------------------------------- "Tidak banyak rahasianya" Kata buk en dari balik telepon, ketika saya ingin tahu apa rahasia kesuksesannya. "Hanya satu kata buk en" menjelaskan "Saya selalu memperhatikan dan mencurah­ kan rasa sayang pada semua murid". "Rasa sayang yang tulus dan ihklas" tegas buk en lagi. Memang rasa sayang yang tulus dan ikhlas inilah yang selalu terpancar dari wajah buk en bila ber­ diri di hadapan murid-muridnya. Rasa sayangnyalah yang menyebab­ kan anak-anak lebih terbuka dan menceritrakan segala rahasianya pada buk en. Itu pulalah yang menyebabkan anak-anak mengadu kepadanya. Dan sangat banyak rahasia anak-anak yang di pendam buk en, buk en seakan-akan tahu persoalan mereka sampai yang sekecil- kecilnya. Dan kepada buk en pulah saya bertanya kalau ada sesuatu yang menimpa anak saya. Jadi buk en bukan saja sebagai pengajar, tapi beliau lebih lagi sebagai pendidik. Pendidik yang dilandasi rasa kasih dan sayang yang tulus. Semua itulah yang menyebabkan hati anak-anak terpaut padanya, sehingga apapun yang disampaikan­ ya langsung melekat di hati anak-anak, karena dia menyampaikan dengan perasaan dan hati yang ikhlas. Selalu saja anak-anak ð73[1] ð73[1] berkata, kalau buk en yang menerangkan, dan kalau buk en yang bercetra, enak di dengar, mudah di pahami dan cepat di mengerti dan lama lupanya. --------------------------------- --------------------------------- Dalam upaya menolong mengatasi problema orang, dalam diri buk en timbul kobaran semangat yang mengasyikan. Dan pada kal­ bunya terasa arus cinta bergetar. Kasih dan sayangnya pada anak- anak, sudah menguasai gerak-gerik dirinya. Dan bahkan telah men­ guasai jiwanya ! Lantas kewajiban sudah berubah menjadi sesuatu yang menyenangkannya. Bahkan lebih dari itu, lebih agung lagi. Kewajiban sudah menjadi perasaan hidup dan watak pribadinya. --------------------------------- --------------------------------- Disinilah letak beda antara cinta dan kewajiban. Kewajiban, adakalanya dilakukan dengan rasa terpaksa dan pahit.Tapi kalau karena cinta, jalan dan rintangan yang bagaimana pun sulitnya, akan dihadapi dengan penuh rasa riang dan gembira. Walaupun saya tahu buk en itu sedang mengidap penyakit, tapi tak pernah ter­ bayang di wajahnya apabila dia berdiri dihadapan murid-muridnya. --------------------------------- --------------------------------- Cintanya pada muridnya merupakan landasan kukuh dari mana karya-karyanya muncul. Bila keadaan memaksanya bersikap marah, maka marahnya itu pun tidak keluar dari lingkaran cintanya itu juga, sehingga murid merasakan itu bukan marah tapi teguran dan ajaran untuk kebaikan murid-muridnya juga. --------------------------------- --------------------------------- Dia tidak mencinta untuk dirinya dan tidak pula membenci untuk kepentingan dirinya. Dia hanya benci pada muridnya yang malas, terlambat tiba dan tak mau menyelesaikan PR. Melalu tuli­ san ini saya menyampaikan salam untuknya, kiranya caranya mendi­ dik dan caranya berceritra dan caranya menghukum murid dapat pula ð73 saya tiru sewaktu saya berdiri di depan kelas, supaya saya dapat pula jadi guru yang baik yang di kenang oleh murid-murid, seba­ gaimana anak-anak saya selalu ber ceritra tentang ibuk En. --------------------------------- --------------------------------- Lalu saya teringat kepada orang di zaman sekarang yang suka membenci dan mengenyampingkan kasih dan sayang. Kepada mereka saya ulangi pesan Rasulullah Muhammad S.A.W : --------------------------------- --------------------------------- " Bencilah orang yang engkau benci dengan sekedarnya saja. Siapa tahu kelak ia akan menjadi kekasihmu. " P a d a n g 1 September 1994 _ __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

