Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008


Waalaikumsalam wr.wb
   
  Bukannyo travel warning tu tiok sabanta dikaluakan AS atau Australia.
   
  Kalau nan ambo danga, ndak banyak bagai pengaruhnyo ka wisatawan do (kalau 
untuak investor, masalahnyo bukan cuma itu).
   
  Jan ka travel warning, tahun lalu pernah ado warning nan labiah tinggi, urang 
asiang dianjurkan tidak ke tempat2 umum. Kebetulan malam tu ambo jalan jo 
kawan, urang Aussie, kami duduak2 di cafe tampek bule2 biaso bakumpua. Eh, samo 
jo rami nyo jo waktu ndak ado warning warning an tu.
   
  Pulang nyo ambo sangajo baputa, lalu ka jalan Jaksa, eh rami nyo pun bantuak 
biaso.
   
  Pernah lo sakali ambo bagarah jo kawan di kantua, apo inyo ndak pulang 
kampuang, kan ado travel warning dari kedutaannyo. Apo jawab kawan ambo: 
"Warning? Are you talking about tobbaco?"
   
  Ha ha, ruponyo kawan tu tau lo jo 'merk tembakau'. Di siko kan ado tembakau 
rokok nan di bungkuih nyo ado tulisan "warning" (terhadap nikotin dsb). Nah, 
ruponyo tulisan tu labiah menonjol dibandiangkan merk tembakaunyo sendiri, 
sehingga di kalangan perokok "old generation" yang melinting rokok sendiri 
lebih terkenal dengan nama "tembakau warning" (warning nya di pronounced 
seperti membaca tulisan berbahasa indonesia).
   
  Jadi sanak2 nan ka pulang tanang2 sajo lah, InsyaAllah
   
  Wassalam,
   
  Riri
   
   
   
   
  Riri
  

dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Sukseskan Pulang Basamo Juni 2008


Assalaamu'alaikum sanaks.,

Pemerintah AS memang memasukkan Indonesia kedalam daftar
negara yang dianjurkan untuk tidak dikunjungi oleh warganya.
Dampaknya tentu akan berkurang kedatangan wisata dan pebisnis
ke Indonesia. 

Melalui Program Pulang Basamo 2008, kita ingin membuktikan
bahwa kekuatiran pemerintah AS terlalu berlebihan. Baa sanak?
bisa kito membuktikan?

Beberapa calon peserta juga mempertanyakan hal ini. Saya katakan
dengan kunjungan dalam grup, insya Allah anda akan berada ditangan
yang aman. Kita yang orang Indonesia ikut bersama tentu akan menjaga
dengan baik warga Amerika yang akan ikut bersama.

Dibawah ada posting sehubungan dengan travel warning itu.

Wassalam
ajoduta/60
USA



---------- Forwarded message ----------
From: Ahmad Syamil 
Date: Jan 13, 2007 4:42 PM
Subject: [Imsa] Travel Warning (Re: Keinginan INVESTASI
To: [EMAIL PROTECTED]

Assalamu alaikum wr wb

Ada yang menulis:

Masih segar dalam ingatan saya ketika mas Syamil mengusulkan jalan
untuk memudahkan menanam investasi di Indonesia bagi masyarakan
Indonesia yang di Amerika ini. Dan jawaban dari pak Sudjadnan (Dubes)
sudah cukup memberikan kepada kita plus dan minusnya, apa lagi dengan
pemberlakuan Lawful Permanent Residence (LPR) di Indonesia yang masih
perlu jalan yang panjang.
Tanggapan dari Ahmad Syamil:

CERITA PENDEK:

Terima kasih. Tapi saya tidak ingin mengambil kredit orang lain :-)

Masalah LPR itu dikemukakan rekan lain, bukan saya. Yang saya
kemukakan ke Pak Dubes waktu muktamar IMSA (Indonesian Muslim Society
in America) http://www.imsa.us/ adalah:

Agar pemerintah Indonesia melobby pemerintah USA agar travel warning
bagi warga negara USA ke Indonesia di cabut.

Pemerintah Amerika perlu memberikan travel warning bagi warganya ke
Indonesia dan negara-negara lain yang dianggap tidak aman. Travel
warning tidak berarti larangan. Hanya sekedar saran untuk tidak
berkunjung atau sangat berhati-hati. Tentunya masih ada orang Amerika
yang tetap ke Indonesia.

Travel warning merugikan Indonesia karena :

1. Pengunjung ke Indonesia dari luar negeri (tidak hanya dari Amerika)
akan berkurang. Kunjungan ini bisa kunjungan bisnis, wisata, dll.

2. Country risk Indonesia untuk berbisnis makin tinggi sehingga
Indonesia dianggap semakin tidak layak untuk tempat berbisnis di mata
orang asing. Dari sudut ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dll hal ini
sangat merugikan.

3. Asuransi ke Indonesia semakin mahal atau malah ada perusahaan
asuransi tertentu yang tidak mau menanggung asuransi perjalanan
(travel insurance) jika ada yang berkunjung ke Indonesia.

4. Transaksi bisnis ke Indonesia banyak tertunda atau batal.

5. dll.

CERITA PANJANG: ---dikuduang-----




Sukseskan Pulang Basamo 2008
visit: www.west-sumatra.com
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================


 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke