Tolong dibaca aturan pada footer dibawah ----------------------------------------
H A R G A N A S Oleh: K.Suheimi Harganas Hari keluarga Nasional . Hari itu dipusatkan semua kegiatanya di Cibinong 29 juni 2006. Kebetulan saya hadir disana menerima Penghargaan dari Presiden Dharma Karya Kencana. Dada saya terguncang saya terharu sewaktu penyematan lencana itu di kumandangkan nyanyian Padamu Negri. Mata saya berlinang. Inilah hari yang bersejarah, sekali ini baru saya dapat penghargaan setinggi itu dari Presiden. Dalam kata sambutan dan pidato Presiden terungkap, bahwa dengan HARGANAS ini akan mengugah kesadaran masyarakat untuk meningkatkan ketahanan keluarga, kerna keluarga adalah tumpuan bangsa bila keluarga tangguh , bangsapun akan tangguh. Ketangguhan satu bangsa terletak pada ketanguhan keluarga. Keluarga adalah satuan yang terkecil dari satu bangsa, kerna bangsa itu adalah kumpulan dari keluarga-keluarga. Kumpulan keluarga yang membentuk satu kampung, agar dikampung itu disediakan rumah pintar, rumah tempat belajar yang dikelola dari dan untuk masyarakat nya, pada gilirannya akan mencerdaskan masyarakat . Dan ada posyandu, tempat padanan untuk menyehatkan dan mencegah warganya dari serangan penyakit. Ada rumah mesjid dengan segala fungsinya bisa berfungsi sebagai tempat pengasuhan anak, dan mengasah pribadi jadi luhur. Dalam masyarakat kita kata presiden, banyak keluarga yang tak mamapu justru punya banyak anak sehingga mendapat tekanan ekonomi yang berat. Anak banyak berserak-serak sehingga lahirlah anak jalanan yang banyak mengalami penyimpangan prilaku. Ditengah kehidupannya mereka didera oleh derita terpapar AIDS, jadi korban narcoba dan aborsi. Dan tak jarang dalam keluarga ini banyak di temukan kekerasan dalam keluarga. Justru ini akan mengoyahkan sendi-sendi keluarga dan akhirnya menggoyahkan sendi kehidupan bangsa. Keluarga adalah wahana pertama dan utama yang harus ditopang oleh pendidkan agama dan kebudayaan serta cinta kasih saling menyayang dan saling menghormati. Maka upaya pembangunan keluarga sebagai tumpuan masa depan bangsa. Keluarga berkualitaslah yang jadi tumpuan dan harapan bangsa Keluarga adalah bagian terkecil masyarakat yang memegang teguh nilai kepribadian yang luhur. Ditengah budaya global yang mendera. Sering terbukti bahwa nilai agama dan etika sosial yang terpujilah akhirnya yang menentukan kualitas satu bangsa. Untuk itu diperlukan jumlah ideal berapa orang anak dalam satu keluarga, sehingga bisa membina dan membimbing dan menjaga anggotanya. Komunikasi dua arah, semangat belajar akan meningkatkan mutu dan kualitas yg baik dalam satu kelluarga. Namun nilai itulah yang kini mulai pudar, dan kitapun risau. Hatipun gundah.. Tak ada jalan lain; Mulailah hari ini dari diri sedndiri, sekecil apapun awali membina keluarga dengan memberikan Asi pada setiap bayi yg dilahirkan. Air susu ibu (ASI) adalah prioritas utama dalam pemenuhan gizi keluarga. ASI harus menjadi makanan satu-satunya bagi bayi selama enam bulan pertama. Tak boleh ada makanan lain bagi bayi, apalagi makanan itu susu formula. ASI menjaga imunitas bayi, penambah IQ serta membangun pertumbuhan psikologis secara utuh. ASI harus diteruskan hingga sampai dua tahun. Dengan pemberian ASI secara benar, busung lapar (gizi buruk) akan tercegah. Kematian bayi kita yang masih sangat tinggi, setiap tiga menit seorang bayi mati, akan dapat ditekan. Kematian bayi tertinggi adalah akibat diare. Bayi dengan ASI eksklusif tidak akan terkena diarea. Kebutuhan protein keluarga dapat dipenuhi dengan tahu, tempe, atau telur yang sebutirnya lebih murah ketimbang sebatang rokok, dari ayam yang dapat dipelihara di pekarangan, juga dari ikan (termasuk teri basah sebagai sumber kalsium yang lebih hebat dibanding produk yang sering diiklankan) yang harganya terjangkau. Kebutuhan vitamin dan serat kasar dapat dipenuhi dari sayur dan buah yang dapat ditanam sendiri. Kesadaran atas gizi inilah yang menjadi Norma Keluarga Sejahtera . Sebuah norma yang seluruh keluarga Indonesia perlu memilikinya. Dengan norma ini, busung lapar hanya akan tinggal menjadi cerita masa silam. Yang utama harus diatasi adalah masalah kemiskinan. Miskin membuat gampang sakit. Sakit membuat yang miskin semakin miskin. Maka, kian sempurnalah lingkaran kemiskinan selama ini: Kemiskinan akan selalu melahirkan kemiskinan, dan dengan kecepatan yang mencengangkan Sebetulnya norma pola hidup sehat menuntun kita buat berperilaku sealami mungkin agar hidup sehat yang sebenar-benarnya. Pola hidup sehat pada dasarnya adalah kehidupan dengan olahraga, istirahat, dan minum air putih yang memadai. Pola hidup sehat juga kehidupan menghindarkan diri dari bahan-bahan adiktif, seperti rokok bahkan ketergantungan pada kopi. Juga penghindaran diri dari vetsin atau monosodium glutamat, bahan-bahan pengawet dan pewarna makanan yang tidak alami. Pola hidup sehat juga kesediaan untuk membatasi makan agar tidak berlebihan, apalagi gula dan kolesterol. Pola hidup sehat juga kehidupan yang mementingkan untuk bersegera tidur di malam hari, serta bangun dini hari. Perilaku demikian semestinya kita semua miliki, seberapapun tingkat kehidupan kita. Dengan pola hidup demikian, serta dengan kesadaran gizi yang benar maupun lingkungan bersih, kita akan menjadi manusia yang sehat sebagai salah satu dari pilar menjadi sejahtera. Sehingga lahirlah keluarga-keluarga sejah tera , berkualitas dan tangguh yg selama ini kita impikan dan idamkan. Bagi keluarga yang kurang mampu atau miskin, pola hidup sehat merupakan sebuah kunci untuk mengatasi kemiskinannya. Dengan pola hidup tersebut, mereka akan sehat. Dengan sehat, mereka tidak akan terseret menjadi lebih miskin lantaran sakit. Dengan tubuh sehat, mereka juga akan mempunyai jiwa sehat. Jiwa akan menjadi pendorong buat mengatasi seluruh aspek kemiskinannya. Jika hal tersebut terwujud, bangsa kita akan segera menjadi bangsa yang sehat. Lahir-batin. Saya merenung Selasa 18 juli besok HARGANAS di pusatkan di Kantor Gubernur Sumbar, saya akan hadir pada hari itu dan saya buat tulisan ini dengan penuh harapan kiranya di Sumbar ini akan lahir keluarga-keluarga tangguh. Apalagi kita saksikan sekarang setiap hari dan setiap minggu, lapangan GOR Agus salim lapangan Dipo, , lapangan Imam bonjol dan di pinggir laut, selalu ada Olah Raga. Demikian kecanduannya masyarakat berolah raga untuk menggapai kesehatan dan ketangguhan dengan semboyan tiada pagi tanpa PORPI. Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur.an Dan ingatlah (hai para muhajirin), ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Medinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolonganNya dan diberi-Nya kamu rezki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. (QS. 8:26) ____________________________________________________________________________________ Sucker-punch spam with award-winning protection. Try the free Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html Sukseskan Pulang Basamo Urang Awak se dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

