Tolong dibaca aturan pada footer dibawah
-------------------------------------------



Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

Di bawah ini ada cerita tentang Sawahlunto dari Suara Pembaruan.
 
Wass.& Bgds.,
Herman Jambak
Jl. Nipah III No. 2 Jakarta 12170 Indonesia Mobile +62811961908
http://www.saudagarminang.org http://www.indo-beatlemaniaclub.com.nr
Send : [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] 



----- Forwarded Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, January 20, 2007 5:20:52 PM
Subject: [tourismindonesia] Sawahlunto, "Belanda Kecil" di Sumatera Barat

Sawahlunto, "Belanda Kecil" di Sumatera Barat 
Posted by: "radityo djadjoeri" [EMAIL PROTECTED]   radityo_dj 
Fri Jan 19, 2007 3:18 am (PST) 
SUARA PEMBARUAN DAILY 

------------ --------- --------- ---

Sawahlunto "Belanda Kecil" di Sumatera Barat Sawahlunto di Sumatera Barat bukan 
lagi daerah penghasil tambang batubara terbesar di Indonesia. Dahulu memang 
daerah penghasil batubara terbesar yang dimulai tahun 1891. Areal penambangan 
ini ditemukan oleh seorang geolog Belanda, William Hendrik De Greve pada tahun 
1867 yang diperkirakan depositnya 200 juta ton. Tambang terbuka saat ini sudah 
menipis setelah ditambang 110 tahun. Yang ada penambangan dalam. da 100 
bangunan peninggalan Belanda yang memiliki nilai sejarah. Demikian pula bekas 
penambangan, stasiun kereta api, terowongan kereta api. Memiliki nilai sejarah 
yang tinggi dan dijadikan objek wisata. 

Dengan aset seperti itu, Kota Sawahlunto saat ini berbenah "Menjadi Kota Wisata 
Tambang yang Berbudaya pada Tahun 2010". "Dengan aset peninggalan itu, kita 
lebih menghayati arti kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Apalagi yang bekerja 
di tambang batubara waktu itu adalah orang- orang hukuman (orang-orang rantai) 
dari pelbagai suku di Indonesia. Sisa-sisa kebudayaan masih ada di sini. 
Sawahlunto sepertinya itu Miniatur Indonesia," kata Wali Kota Sawahlunto Ir H 
Amran Nur kepada pers beberapa waktu lalu. Beberapa bangunan kuno yang sudah 
direnovasi antara lain Museum Kereta Api. Ternyata Ambarawa bukan satu-satunya 
Museum Kereta Api di Indonesia. Stasiun Sawahlunto juga menjadi Museum Kereta 
Api. Jalur KA dibangun oleh Belanda pada tahun 1892 dari Sawahlunto menuju ke 
Pelabuhan Teluk Bayur (dahulu bernama Emmahaven) Padang untuk mengangkut 
batubara. Orang-orang Belanda yang pernah bekerja di Sawahlunto ataupun ahli 
warisnya sering datang mengunjungi daerah itu.
Nostalgia. Para ahli waris ingin menapaktilasi cerita orangtua atau kakek 
neneknya dahulu. Wisatawan mancanegara yang paling banyak datang memang dari 
Belanda. Paket wisata memang banyak dijual ke Belanda. Mereka tinggal beberapa 
hari di sana. Sayangnya hanya ada satu penginapan yang tersedia, Wisma Ombilin. 
Sebagian tinggal di rumah-rumah penduduk (home stay). "Dengan peninggalan 
seperti itu kita ingin menciptakan Sawahlunto sebagai "Belanda Kecil" (Small 
Nederland), kata Walikota H Amran Nur. Dahulu Belanda membangun Proyek Tiga 
Serangkai, yakni Tambang Batubara Ombilin, jalur KA, dan pelabuhan Teluk Bayur. 
Pembangunan jalur KA pertama dilakukan dari Pulau Air (Padang) ke Padang 
Panjang (71 km) selesai 12 Juli 1891. Dari Padang Panjang - Bukittinggi (19 km) 
selesai November 1891. Padang Panjang - Solok ( 53 km) selesai Juli 1892. Solok 
- Muara Kalaban (23 km) dan Padang - Teluk Bayur (7 km) selesai Oktober 1892. 
Yang terakhir ialah Muara Kalaban ke Sawahlunto (2
km) yang harus menembus sebuah bukit dengan membuat terowongan sepanjang 835 
meter yang selesai Januari 1894. Terowongan ini dikerjakan oleh orang hukuman 
(orang rantai). Karena angkutan batubara menurun maka sejak 2002, jalur KA dan 
Stasiun KA Sawahlunto ini tidak beroperasi dan dijadikan museum. Sayangnya, 
lokomotif pertama yang waktu itu digunakan, saat ini berada di Museum KA 
Ambarawa. Sekarang, jalur itu hanya untuk KA/lori wisata, yang beroperasi 
setiap Sabtu dan Minggu atau pada hari libur lain. Jaraknya pergi pulang dari 
Stasiun Sawahlunto ke Stasiun Muara Kalaban sepanjang 2 km melewati terowongan 
(disebut Lubang Kalam), tarifnya Rp 3.000 per orang. Gudang Ransum Bangunan 
bersejarah lainnya yang sudah direnovasi dan layak dikunjungi ialah Gudang 
Ransum (Goedang Ransoem). Gudang Ransum merupakan dapur umum yang dibangun 
tahun 1918 yang memiliki dua buah tungku pembakaran. Tungku ini buatan Jerman 
tahun 1894 yang dibuat oleh
Rohrendampfkesselfa brik DR Patente No 13449 dan 42321. Peralatan memasak 
lainnya juga masih bisa ditemui di tempat itu seperti periuk raksasa untuk 
memasak beras. Dapur umum itu dahulu untuk memberi makan para pekerja 
pertambangan. Tidak kurang dari 65 pikul setiap hari atau setara 3.900 kg nasi. 
Selain untuk pekerja pertambangan juga untuk memberi makan kepada pasien rumah 
sakit, keluarga pekerja tambang. Sekitar 100 orang bekerja di dapur umum ini. 
Untuk mengenang dan menghayati makna Museum Gudang Ransum, sebaiknya turis 
datang di pagi hari sambil sarapan di tempat itu. Disarankan, sarapan makan 
bubur kampiun yang terkenal di Sawahlunto. Bubur ini terdiri dari bubur kacang 
ijo, bubur tepung beras, dan kue lopis yang disiram dengan gula jawa yang telah 
dicairkan agak kental. Disantap ketika masih panas. Atau bisa makan nasi dengan 
lauk khas Sawahlunto yakni dendeng batoko. Masih ada bangunan-bangunan kuno di 
kota lama lain yang layak dikunjungi sebagai
peninggalan sejarah. Sekolah Santa Lucia, Gedung Societet, Kompleks Rumah Sakit 
Umum, Gereja Katolik, Rumah Fak Sin Kek, Gedung Komedi, Gedung Bioskop, Rumah 
Demang, Rumah Adat Kuno dan Masjid Nurul Huda. Bangunan ini dibangun pada awal 
tahun 1900an dan sampai sekarang masih berfungsi. Selain gedung-gedung kuno 
tersebut, jangan dilewatkan pula pusat kerajinan Silungkang. Yang terkenal 
selain kerajinan tangan ialah kain tenun Silungkang. Yang bagus harganya jutaan 
rupiah dan sudah terkenal sampai ke luar negeri. Sapu ijuk buatan Silungkang 
juga terkenal kuat. Di Muara Kalaban saat ini sedang dibangun Waterboom. Bisa 
untuk istirahat sejenak bagi yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Riau. 
Bagi yang ingin wisata ziarah, di Sawahlunto terdapat makam pahlawan nasional 
Prof Mr H Muhammad Yamin. Ia lahir di kota ini. Wisata Pertambangan Untuk 
menapaktilasi bekas areal pertambangan, kunjungilah kawasan Kandih.
Areal ini dahulu dikeruk, diambil batubaranya. Untuk menjaga agar lingkungannya 
tidak rusak, areal ini dijadikan arena pacuan kuda. Sisa-sisa areal 
pertambangan yang masih utuh juga bisa dilihat di sini, termasuk angkutan 
batubara dengan ban berjalan (conveyer belt). Untuk tingkat lokal dan provinsi 
telah dilakukan uji coba. Bahkan mampu menampung 40.000 orang penonton. Tanggal 
17-18 September dilakukan pacuan kuda nasional yang diikuti 10 provinsi dengan 
pengunjung sekitar 100.000. Kelas areal pacuan kuda ini nomor dua setelah 
Pulomas Jakarta. Di sekitarnya dibangun pula pembibitan sapi. Direncanakan 
dibangun pula taman safari. Di areal bekas penambangan ini, Pemerintah Kota 
(Pemkot) Sawahlunto mengundang investor untuk mengembangkan daerah wisata 
Kandih seluas 400 ha. Hak Guna Usaha (HGU) akan diberikan gratis untuk waktu 25 
tahun. "Semua perizinan yang diperlukan dari Pemkot Sawahlunto akan diberikan 
secara cepat tanpa dipungut biaya. Silakan dibuat
hotel, resor atau untuk taman safari," kata Wali Kota. Di bekas penambangan itu 
terdapat Danau Kandih seluas 12 ha untuk wisata air. Danau itu adalah bekas 
galian yang kedalamannya ada yang sampai 175 meter yang terbentuk pada 25 April 
2003. Karena dinding penahan dari lubang tersebut tidak kuat maka air Sungai 
Ombilin menjebol dinding tersebut dan terbentuklah Danau Kandih. Air Sungai 
Ombilin mengisi lubang ini sampai 3 jam dan aliran sungai ke bawahnya kering. 
"Sekarang sudah normal lagi. Tinggal kita memanfaatkan untuk objek wisata dan 
perikanan," katanya. Selain itu, diundang pula investor untuk mengembangkan 
PLTU Sijantang dari 2 x 100 MW menjadi 4 x 100 MW. Dana yang dibutuhkan US$ 200 
juta yang saat ini dalam pembicaraan antara PLN dengan pihak Australia. PLTU 
yang menggunakan bahan bakar batu- bara ini akan memperluas interkoneksi di 
Sumatera. [Pembaruan/Roso Setyono] 
------------ --------- --------- ---

Last modified: 5/10/06 

Attachment: 42k (image/gif) 08wisat1.gif Attachment: 48k (image/gif) 
08wisata.gif Attachment: 3k (image/gif) a.gif Attachment: 38k (image/gif) 
1008wis1.gif Attachment: 57k (image/gif) 1008wisa.gif


 
____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/

Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke