Tolong dibaca aturan pada footer dibawah
-------------------------------------------



PEMIKIRAN BARAT TERHADAP ISLAM SEBUAH ANALISA

Bagian 2

Dalam ceramahnya, Paus Benedictus XVI mengutip isi salah satu buku sejarah 
tentang pentingnya pembuktian tuhan melalui logika. Tetapi semua yang dikutip 
oleh Paus Benedictus XVI merupakan kecaman dan hinaan tanpa alasan kepada Nabi 
Muhammad saw dan kepada Islam.

Setelah beberapa hari dari ucapannya, pada tanggal 16 - 17 september, Paus 
Benedictus XVI menjelaskan apa yang dia katakan sebelumnya bahwa menurutnya ia 
hanya mengutip pernyataan orang lain dan umat Islam salah memahami konteks yang 
ia kutip dan ia menyesal dengan munculnya kemarahan umat Islam yang menurutnya 
menyalahi kodrat idiologi dirinya.

Penjelasan seperti itu bukan meringankan penghinaan sebelumnya justru malah 
tambah menghina umat Islam yang menurutnya salah memahami apa yang dia katakan 
seolah-olah umat Islam itu bodoh dan tidak faham konteks sebuah pembicaraan. 
Berikut adalah pendapat DR. Yusuf Al-Qardhawi Ketua Persatuan ulama Islam 
Internasional dan pendapat beberapa ulama Islam lainnya bahkan tokoh Kristen 
internasional yang semuanya berpendapat bahwa ada beberapa kesalahan fatal Paus 
Benedictus XVI dalam beberapa point di bawah ini:

Paus Benedictus XVI dalam ceramahnya mengutip sebuah dialog yang panjang yang 
menggambarkan penghinaan terhadap Islam bahwa Islam itu disebarkan dengan 
kekerasan dan pedang, dan bahwasanya Rasulullah saw sama sekali tidak membawa 
kebaikan kecuali ajaran syetan dan tidak manusiawi dan masih banyak lagi 
penghinaan yang dikutip seperti yang dimuat oleh website Vatikan dalam internet.

Yang menjadi masalah adalah, bahwa dalam etika intelektual, ketika seorang 
peneliti mengutip sebuah pendapat orang lain dan ia sendiri tidak memberikan 
tanggapan apapun baik setuju atau tidak dengan pendapat tadi maka pada dasarnya 
yang mengutip itu setuju. Ini berarti Paus Benedictus XVI setuju dengan 
penghinaan terhadap Islam seperti yang ia kutip dari dialog tersebut.

Dari sisi media, menurut salah satu koran terkemuka di Amerika Serikat, 
seharusnya Paus Benedictus XVI sadar bahwa ia tidak memberikan kuliah di sebuah 
kelas teologi seperti yang pernah dia lakukan beberapa tahun lalu, ia juga 
harus sadar bahwa ia tidak berceramah di depan belasan muridnya di sebuah kelas 
terbatas. Pada kesempatan seperti itu, ia berhak untuk berbicara apapun yang ia 
mau. Tetapi sekarang dia harus sadar, dia bukan lagi dosen teologi dan sejarah 
agama tetapi dia adalah pemimpin tertinggi agama katholik.

Dari kejadian ini, nampaknya Paus Benedictus XVI memerlukan juru bicara dan 
biro media agar bisa mengarahkan arah pembicaraan yang berguna mengenai hal-hal 
yang sensitif ketika terjadi krisis hubungan antara umat Islam dan beberap 
negara besar. Mengutip dengan cara seperti itu sungguh tidak ilmiah, non 
intelektual dan tidak berguna dari sisi media.

Sangat mustahil bagi Paus Benedictus XVI tidak mengenal Islam sama sekali. 
Karena dia adalah seorang pemimpin agama tertinggi. Padahal dengan kutipan dari 
sebuah buku sejarah yang umurnya sudah lebih dari 600 tahun lalu sangat 
menghina Islam dan kaum muslimin. Bahkan dalam penjelasan selanjutnya ia 
katakan bahwa umat Islam salah memahami konteks yang ia kutip seolah-olah umat 
Islam itu bodoh dan tidak memahami sesuatu. Jawaban dan penjelasan yang sama 
pernah diungkapkan oleh pembuat karikatur yang menghina Islam satu tahun yang 
lalu. Pada waktu itu sang pembuat karikatur menjelaskan bahwa pembuatan 
karikatur seperti itu merupakan hak kebebasan dalam berekspresi dan bahwasanya 
umat Islam tidak mengerti dunia karikatur. Seolah-olah mereka ingin mengatakan 
bahwa umat Islam itu sangat terbelakang dalam politik maka mereka harus 
mengajarkannya kepada umat Islam tentang demokrasi dan kebebasannya menurut 
versi mereka. Menurut mereka juga bahwa umat Islam itu juga terbelakang dalam 
kreatifitas ilmiah, maka mareka harus mengajarkannya kepada umat Islam tentang 
kebebasan mutlak seperti dalam karikatur. Menurut mereka umat Islam itu bodoh 
dalam ilmu pengetahuan, maka mereka harus mengajarkan tentang ilmu, logika, 
peradaban dan bahkan tentang idiologi agama. Mungkinkah mereka akan mengajarkan 
umat Islam tentang semua hal tadi dengan cara Paus Benedictus XVI? Seolah-olah 
umat Islam itu terbelakang dan akan maju kalau setuju dengan penghinaannya 
terhadap Islam. (bersambung)

Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke