Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Uda Nofrins dkk dengan gagasan kereta api dan pariwisatanya. Sebuah gagasan akan menguap begitu saja jika tidak ada realisasinya. Namun Uda Nofrins dkk telah membuktikan bahwa gagasan indah tentang kereta api di Sumbar itu hanya tinggal beberapa langkah lagi untuk menjadi kenyataan. "From thought to finish" (minjam slogan perusahaan Ernst & Young)
Sekarang sepertinya akan muncul "bayi" kedua yakni pariwisata yang mudah-mudahan proses persalinannya melalui "bidan" MAPPAS bisa lancar. Bicara masalah pariwisata, Minangkabau paling tidak bisa menjadi tujuan wisata kedua setelah Bali. Rasanya tidak realistis untuk bisa mengalahkan Bali dalam hal tourism, soalnya semua perangkat keras dan lunak di sana sudah terbentuk dengan baik. Untuk bisa menjual pariwisata diperlukan kemasan yang tematik sehingga ada ciri khas yang ditawarkan. Berikut beberapa tema wisata yang menurut saya sangat layak untuk dijual: 1. Mentawai Wilderness Tema yang ditawarkan tentu berhubungan dengan alam liar di kepuluan Mentawai. Turis pencinta petualangan dan aktifitas outdoors (surfing, fishing, dll) akan menjadi target market utama. Yang menarik di Mentawai adalah ketika musim "maanggau"! 2. Padang Old Town Konsepnya mungkin mirip wisata malam di Malioboro Yogya. Lokasinya di sekitar Muaro (jembatan Siti Nurbaya), Pasa Gadang dan Pasa Mudiak. Karena di lokasi inilah setting cerita Siti Nurbaya digagas oleh Marah Rusli. Dalam romannya itu Marah Rusli menulis lanskap lokasi tsb dengan sangat rinci. Sehingga banyak orang terkecoh mengira cerita Siti Nurbaya itu adalah true story. Padahal ceritanya fiksi belaka. 3. Wisata Kuliner Minangkabau terkenal dengan masakannya. Rumah makannya ada di mana-mana. Seandainya di bulan ada kehidupan, niscaya akan ada rumah makan Padang di sana! Banyak tempat di Sumbar yang menawarkan makanan enak tapi murah. Los lambuang di Bukiktinggi bisa dijadikan pilot project. 4. Lake Adventures Saya tertegun ketika seorang teman bule bilang ke saya bahwa danau di ateh & di bawah adalah "the most beautiful lake on this planet!" Wow, ternyata danau yang terindah itu di belakang rumah kita sendiri. Kenapa kita tidak bisa "menjualnya"? 5. Back to Uncivilization Desa tertinggal bisa kita "jual" juga untuk turis yang ingin mencoba hidup tanpa peradaban modern. Sorry man! No electric! No TV! No Cellphone! Di Australia ada atraksi wisata Ballarat & Sovereign Hills dekat Melbourne. Di sana orang2 berpakaian koboi jaman dulu. Di Amerika ada pemukiman kaum Amish yang jadi objek wisata. Keadaan di sana persis seperti film "Little House on the Prairie". Kenapa desa-desa terisolir/tertinggal yang banyak di Sumbar tidak bisa kita "jual" juga seperti itu? Wassalam ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dengan attachment, tidak dianjurkan. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

