Assalamu'alaikum Sanak Sadonyo,
Dan kurnia nan ambo hormati, jangankan di Rantaunet ini di GM (Gebu Minang)
sekalipun orangnya itu - itu juga. Fenomena ini saya lebih suka anggap ini
sebagai upaya pemacu semangat dusanak yang lain.
Tipikal urang awak punya kecenderungan melihat dulu apa yang dikerjakan baru
berbondong2 ikut kan sudah dibuktikan terhadap MPKAS, awalnya susah begitu
sampai waktu didekralasikan hanya dihuni segelintir orang tapi begitu sudah
berjalan semuanya berbondong2 ikut memberikan dukungan.
Coba kita perhatikan semua organisasi sosial masyarakat Minang mesti orangnya
itu juga, saya menghadiri acara kegiatan orang Minang di Bandung orangnya itu2
juga, dibekasi jauh sebelum kehadiran MPKAS Presentasi diacara Minang Bekasi
(Pak Chaidir Latief sudah memberikan paper disana 2 atau 3th lalu saat halal bi
halal). Acara MPKAS dipadang hampir 80% saya kenal dengan orangnya.
Acara temu cendikiawan Minang di yogya beberapa tahun lalu yang digagas adik2
dari UGM (Itu itu juga orangnya).
Masalah pendidikan sumbar mulai dari kasus Univ Muh Yamin sampai masalah INS
Kayutanam masih itu itu juga orangnya.
Seandainya 50% dari member rantaunet atau milis2 Minang lainnya memberikan
dukungan terhadap program program yang dilahirkan melalui milis, saya berani
bertaruh (Orangnya itu itu juga).
Tokohnya pun tidak banyak, orangnya pun selalu itu itu saja. Anggotanya pun
tidak akan beda muka2nya, boleh tanya ke saya mulai dari indonesia, timur
tengah, amerika sampai benua asia atau diperdalaman kamboja sana siapa orang
Minang yang peduli terhadap Sumatra Barat dan saya berani jamin orangnya itu
itu saja.
Ini adalah fenomena diras yang bernama MinangKabau, data empirisnya berkata
begitu dan semua orang sudah tau. Untuk itu mari kita bersama - sama menjadi
penggerak untuk rekan2 yang lain untuk bisa ikut serta secara aktif sehingga
pioner - pioner penggerak itu akan trus tumbuh sehingga diwaktunya nanti akan
trus bertambah banyak orang yang cinta ke kampung halaman.
Maaf kalou boleh berkata jujur kita harus bertanya ke tokoh tokoh seperti (Pak
Chaidir, Saf, Prof Buchari, MC Baridjambek, Bundo Nismah dan banyak sekali
tokoh diluar sana yang tidak perlu saya sebutkan namanya satu per satu),
diumurnya yang diatas 60th mereka masih harus turun kebawah berpikir tentang
kemajuan Ranah Minang, secara teori organisasi modern dimana letak kaderisasi ?
kemana generasi muda Minang ? kenapa harus tokoh yang sudah berumur diatas 60th
yang bersusah payah menggerakkan roda organisasi ?
Ini lah fenomena yang harus kita hadapi, fenomena yang harus bisa kita gunakan
sebaik mungkin untuk bisa dijadikan keunggulan.
Dan saya pun berani berkata "Bahwa mereka mereka yang aktif diorganisasi sosial
Minang semuanya ikhlas tanpa mengharapkan apapun dari apa yang mereka upayakan".
Ok da, mari kita berkarya untuk bisa menjadi contoh buat yang lainnya, dan satu
lagi yang terpenting selama ini organisasi Minang selalu perlu seorang tokoh
untuk bisa berjalan dan ini sebagai bukti bahwa generasi Minang selalu melempem
kalou disuruh bekerja sendiri.
Oh iya fenomena dalam organisasi Minang orangnya itu itu saja pak Gamawan dan
gubernur2 sebelum beliau sudah tau fenomena ini.
Trus terang da munculnya nama2 kurnia chalik, nofrins, erwin dan rekan rekan
lainnya dalam organisasi Minang yang hadir melalui milis sebagai bukti bahwa
program yang itu itu saja orangnya trus menghasilkan nama2 baru.
trus terang saya pun hasil program yang pengurusnya itu itu saja, bayangkan
4-5th lalu persuasif mengirimkan email ke hampir semua tokoh dimilis ini cuma
untuk mengatakan potensi kita besar dan akan besar pula mamfaatnya terhadap
Ranah Minang trus kemudian kita semua berkumpul, lalu apa yang kejadian ? saat
berkumpul mereka sudah kenal satu sama lain dan saya cuma bengong ternyata yang
orang baru diorganisasi ini saya bukan mereka sedang mereka sudah kenal satu
dengan yang lainnya melalui program program yang lainnya.
Yang kurang mesti datangnya dari saya kalou ada yang benar kembali hanya milik
allah kebenaran mutlak.Semoga niat baik kita semua mendapatkan ridho dari
allah, amin.
Wassalam
Ronal Chandra
(Jangan berhenti tangan mendayung sebelum biduk sampai kehulu, tandang
kelapangan baik sendiri maupun berjamaah)
Kurnia Chalik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apo memang awak cinto ka ranah bundo ????????
jawek se masing-masing !!!!!!!!
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Kurnia
Chalik
Sent: Monday, January 29, 2007 9:59 AM
To: Membangun Minangkabau nan Bergengsi
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Dukungan ka MAPPAS 1,3%,kurang banyak???
Ass Wr Wb Mak Ajo Duta yang Ambo hormati sarato Dunsanak2 ambo kasadonyo
di Palanta rantau net ko,
Karano Mak Duta alah batanyo, "Apo memang awak cinto ka ranah
bundo?" mako sebaiknyo tentunya di jawek... kan baitu?
Ambo maliek ado fenomena yang "Aneh bin Ajaib" dalam prakarsa peluncuran
MAPPAS ko..,
1
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment, tidak dianjurkan.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================