Assalamu'alaikum WW,

Supayo Slogan nan akan didengungkan tidak hanya slogan, seperti yang pernah 
saya nyatakan sebelum2nya,maka Pemerintah Provinsi Sumbar harus memberdayakan 
pengelolaan Pariwisata melalui dibentuknya Minangkabau Tourism Board (MTB), 
yang mana institusi ini bertanggung jawab,dari mulai promosi,kalender 
acara,pencarian dana tuk pengelolaan wisata,dll.
Memang ada perbedaan segmen pasar wisata,namun hal ini tidak menjadikan sebagai 
hambatan bagi pengembangan wisata Minang.
Pariwisata tidak harus mengorbankan budaya lokal yang ada,karena ada perbedaan 
yang tipis dalam dunia hospitality mengenai perlakuan terhadap Customer.Tuk 
harga dan kenyamanan Customer is King,namun dalam hal Local's Rules and 
Regulation (Culture) Customer is Our Guest,artinya semakin mahal turis tsb 
membayar maka mereka akan mendapat pelayanan dan kenyamanan yang lebih,contoh: 
Hotel 5 Star berbeda dengan yang 3/4 Star,Beda Kenyamanan yang kita peroleh 
jika kita duduk di Royal Class dengan Executive dan Economy Class: namun mereka 
harus menghormati dan taat terhadap budaya,aturan setempat,contoh: Kita kalau 
sudah di luar Indonesia taat tuk antri apa aja,tidak sembarang merokok,gak bisa 
sembarang menyeberang jalan,dll.
Selain panorama yang dapat dijual juga keunikan adat dan budaya dengan segala 
tambo-tambonya mempunyai value added dalam competitive advantage in tourism 
industry di sumbar.
Namun awal yang yang harus dibangun di sumbar dalam pariwisata ialah kesadaran 
seluruh masyarakat pentingnya pelayanan terhadap sesama manusia,dan ini harus 
dipelopri oleh aparatur pemerintahnya.Disinilah peran Gubernur,Bupati,Walikota 
sebgai Pemimpin diperlukan bukan sebagai Manager.
 
Wass.& Bgds.,
Herman Jambak
Jl. Nipah III No. 2 Jakarta 12170 Indonesia Mobile +62811961908
http://www.saudagarminang.org http://www.indo-beatlemaniaclub.com.nr
Send : [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] 



----- Original Message ----
From: jun aidi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, January 29, 2007 8:55:48 PM
Subject: Re: [SaudagarMinang] Slogan Wisata Sumbar: Bagaimana supaya jangan 
tinggal slogan
Batua kecek mak Alwi Dahlan, indak sado wisatawan doh mancari 3S, mungkin ado 
segelintir dari mereka saroman wisatawan Aussie and US nan mangarajo-an anak2 
ketek di negara2 saroman Thailand, Kamboja dan bahkan Indonesia.
Mungkin sanak tahu Crazy Horse Paris nan dari rantau no mak Heri Tanjuang, 14 
bulan nan lalu ano mambukak cabang di Singapur untuak manariak wisatawan karano 
Singapur terkenal kurang "hiburan malam", tapi rupono tarian urang ma'af 
batilanjang tu indak laku doh disiko bahkan tahun kapatang ano rugi jutaan 
dollar. Kini penyelenggara no tapaso manutuik tirai dan mamulangkan panarino ka 
nagari asa no.
Mungkin kito bisa mamasarkan keunggulan kompetitif kito di bidang pariwisata 
nan berdasarakan Syarak mangato adaik mamakai.
 
wassalam
 
Junaidi (40) kandang singo


----- Original Message ----
From: Alwi Dahlan <[EMAIL PROTECTED] net.id>
To: SaudagarMinang@ yahoogroups. com; Herman Jambak <hrm_jambak81@ yahoo.com>
Sent: Monday, January 29, 2007 5:18:13 PM
Subject: Re: [SaudagarMinang] Slogan Wisata Sumbar: Bagaimana supaya jangan 
tinggal slogan


Turisme eksklusif visit Minang?
 
Bicara turism, kita sering lupa bahwa segmen konsumennya beranekaragam, banyak 
sekali.Yang biasa masuk koran dan teve adalah pariwisata massal dengan konsumen 
menengah bawah. Mereka itulah yang datang mencari 3S= sun, surf, sex.Tetapi 
turism massal ini adalah kelas ekonomi.
 
Segmen2 yang lain banyak macamnya. Mereka juga datang uintuk bersenang-senang, 
tetapi kesenangannya berbeda. Misalnya wisata kehutanan, yang senang jalan 
keluar masuk rimba sambil menikmati alam yang tidak ada di tanah air mereka. 
Atau turisme budaya yang justeru mau tahu tentang adat-istiadat, turisme 
berburu (bukan berburu ala Barat tetapi misalnya berburu babi hutan dengan 
membawa anjing berramai-ramai) , memancing, berselancar, arung jeram, dsb. 
 
Turis yang non-massal ini justru bersedia membayar jauh lebih mahal. Mereka 
datang untuk melepaskan diri dari kungkungan kehidupan yang rutin, mencari 
kesenangan lain. Mereka yang sudah bosan di apartemen lebih suka tidur di rumah 
dengan arsitektur dan cara hidup yang berbeda  misalnya di rumah bagonjong, 
pergi mandi ke tepian sungai, menikmati musik yang bukan Barat, makan yang 
bukan steak, pagi-pagi mampir minum bukan di Starbuck tetapi di lapau 
menyeruput kopi daun dari cangkir tempurung sambil makan godok pisang; dan 
malam2 menikmati randai dan saluang-- hal-hal yang mudah ditawarkan oleh 
desa-desa kita. Di Hawaii dan kepulauan Pasifik, ada paket-paket wisata 
pernikahan bagi pasangan muda Jepang, yang datang ke sana, nikah dengan upacara 
adat, direkam dalam video untuk kenang-kenangan mereka spanjang masa. Di Solo 
setiap tahun ada turis Jepang yang datang untuk memperingati hari ulang tahun 
Gesang, sambil belajar makin keroncong.
 
Tetapi memang turisme seperti itu memerlukan organisasi yang matang, packaging 
yang demikian rupa sehingga sang turis mempunyai program yang lengkap, 
istimewa, dan kreatip. Mungkin organisasi turis (Dinas Pariwisata?) Sumatera 
Barat perlu mengembangkan turisme Minang nan Rancak jo Asyik Bana, memanfaatkan 
rumah-rumah bagonjong yang ditinggal urang awak yang memenuhi rantau urang. Apa 
mungkin? Modal ketertarikan kan sudah ada: bukankah rumah makin Minang yang 
tersebar di mana-mana telah merupakan "a must" bagi orang-orang asing yang ke 
Indonesia? 
 
Salam, Alwi Dahlan


 
____________________________________________________________________________________
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. 
Try the Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html 
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment, tidak dianjurkan.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke