Bapak2/Ibu2/Uda2/Uni2 & Sanak2 kasadonyo,
Untuk penghangat suasana, berikut ambo lampirkan apo yang sempat terlintas
dipikiran ambo bebarapa waktu yang lalu, tantang apo yang ingin kito capai,
terutama dalam jangka panjang. Akan sangat kita sayangkan kalau antusisme dan
effort yang sudah dikeluarkan selama ini hanya berdampak untuk 1-2 tahun saja.
Kalau momentum dan peluang ini gagal kita gunakan, peluang yang sama belum
tentu akan ada lagi dalam 5-10 tahun ke depan.
Karena target yang kita inginkan adalah "revenue" untuk Sumbar, untuk turis,
ambo ingin memakai kata "pelanggan". Dengan demikian, diharapkan persepsi yang
muncul di otak kita adalah "bisnis" yang harus di "manage" secara sangat serius
dan profesional.
Dan kalau kita sudah berbicara bisnis jangka panjang, saya melihat perbaikan
SIKAP/ATTITUDE yang tepat dari jajaran pemerintahan dan dari masyarakat adalah
suatu hal yang tidak bisa di tawar-tawar lagi.
Dan kerena perubahan SIKAP tidak akan bisa dicapai dalam waktu singkat, untuk
saya, membuka kesadaran/awareness dalam hal menjual dan melayani ini seharusnya
menjadi prioritas pertama untuk di lakukan.
Salam.. Defnil.
MINANGKABAU VISIT
I. Kegiatan tetap tahunan :
Titik berat untuk pelanggan Domestik : ALEK GADANG MINANGKABAU
Timing : Setiap tahun - Liburan sekolah bulan Juni/Juli.
Titik berat untuk pelanggan Mancanegara : MINANGKABAU VISIT
Timing : Setiap tahun - Liburan musim panas/dingin belahan utara/selatan bumi.
II. Penjelasan :
ALEK GADANG MINANGKABAU yang sebaiknya diadakan pada saat liburan bulan
Juni/Juli. Even ini ditujukan untuk perantau2 Minang, dan pelanggan domestic
dari provinsi/etnis lainnya, yang tingkat toleransi terhadap ketidak nyamanan
yang dijumpai nya bisa cukup tinggi. Even ini sekaligus juga bertujuan sebagai :
1. Ajang uji coba untuk event MINANGKABAU VISIT dengan target pelanggan
mancanegara, untuk melihat kesiapan dan perbaikan dalam hal :
- Penyelenggaraan acara : Tempat acara (panggung/tenda/dst.), sound
system/pencahayaan, tempat menonton, pengisi acara, dst.
- Sarana informasi, transportasi (KA Pariwisata), akomodasi,
konsumsi.
- Support & pengawasan dari pihak pemerintah daerah sebagai
fasilitator.
- Partisipasi aktif masyarakat.
- Keamanan.
2. Ajang promosi dan informasi untuk menarik perhatian pelanggan mancanegara.
III. Aktifitas :
- Wisata budaya (Upacara adat, Tari2an, Nyanyi2an, Rebab/Randai,
Pencak Silat, Permainan2, Debus, dst). Yang bisa ditampilkan oleh/dari setiap
daerah diidentifikasi dulu melalui kecamatan2, lalu dipilah yang mempunyai
nilai jual domestik dan/atau mancanegara.
- Wisata Alam, baik dengan travel, kendaraan pribadi/umum, maupun
dengan Kereta Api Wisata.
- Wisata Kerajinan Rakyat & Cendera Mata (Bordir, Tenun Pandai
Sikek, Silungkang, dst).
- Wisata Makanan.
Pada saat yang bersamaan sebaiknya diadakan juga kegiatan yang berdampak
peliputan yang luas oleh media massa seperti :
- Lomba/festival kesenian, permainan, aerosport, dll, di land
mark/point of interest utama di Sumbar.
- Kegiatan yang unik/khas minang, dan/atau bisa masuk MURI seperti
membuat Sate/Dendeng/Rendang terbanyak, meniup saluang tanpa henti (ganti
angok), tari piriang missal, dll.
Supaya :
- Pelanggan tidak terkonsentrasi di satu wilayah/area pada saat yang
bersamaan, karena akan menyulitkan masalah transportasi, akomodasi, konsumsi,
dan keamanan.
- Ada waktu sekalian berwisata alam/kerajinan/makanan di daerah
sekitar event tersebut.
Event-event tersebut bisa diadakan dengan cara :
- Penyelenggaraannya disebar di seluruh Sumatera Barat.
- Setiap event diadakan lagi setiap 2 atau 3 hari sekali selama 2-3
minggu berturut turut.
Tambahan :
- Melalui PHRI dan/atau penyelenggara Tour & Travel, agar di
inventarisir daya tampung akomodasi disetiap area, termasuk penggunaan rumah2
penduduk.
- Di buka fasilitas bookingan sarana akomodasi & transportasi
terpadu disetiap area (on-line), sehingga pelanggan bisa memilih atau diarahkan
untuk misalnya ke Payakumbuh atau ke Maninjau saja dulu, karena Bukittinggi &
Padang Panjang sedang penuh.
IV. Target utama :
Para Pelanggan dengan senang hati untuk datang kembali, dan/atau berpromosi
agar sanak saudara, rekan, kenalan mereka datang berkunjung pada tahun2
berikutnya.
Supaya pelanggan tidak hanya sekali datang, yang sangat perlu diperhatikan :
- Informasi kegiatan yang ada, tempat dan waktu.
- Peta lokasi objek wisata dan kegiatan yang ada.
- Informasi transportasi & perkiraan biaya.
- Informasi akomodasi & perkiraan biaya.
- Informasi konsumsi & perkiraan biaya.
- SIKAP yang tepat dari pihak pemerintah sebagai fasilitator, dan
juga SIKAP yang tepat dari masyarakat terhadap pelanggan (membantu pelanggan
dengan tulus, dan tidak membohongi).
Catatan :
SIKAP yang tepat ini merupakan KUNCI UTAMA YANG TIDAK BISA DITAWAR. Tanpa
sikap yang tepat, program yang sangat baikpun mempunyai kemungkinan kegagalan
yang tinggi. Untuk itu sangat perlu digulirkan kesadaran dan/atau sudut pandang
baru terhadap menjual dan melayani secara berkesinambungan kepada seluruh
komponen pemerintah dan seluruh komponen masyarakat.
IV. Peningkatan SIKAP yang tepat :
Langkah I :
Pemerintah Provinsi sebaiknya mengadakan Workshop yang berkaitan dengan
Selling & Customer Service, dengan peserta semua Kepala Daerah
(Bupati/Walikota), semua Kepala Dinas Prov./Kab./Kodya, termasuk juga tokoh
masyarakat dan juga alim ulama dari tingkat Kab./Kodya. Dengan demikian,
kesadaran ini dibicarakan juga di lapau2 dan sampai ke surau2.
Untuk pembicaranya sebaiknya di undang James Gwee dan/atau Tung Desem
Waringin yang dampak presentasi terhadap audience cukup signifikan.
Langkah II :
Langkah I diatas dilanjutkan lagi untuk tingkat Kabupaten dan Kotamadya,
sehingga mencapai kecamatan2 dan desa2.
Langkah III :
Hasil & materi seminar tersebut disosialisasikan oleh pejabat pemerintahan ke
masyarakat luas (juga sekolah2) sampai ke tingkat desa, melalui perangkat
pemerintahan yang ada.
Lainnya :
Mengundang Radio sejenis SMART FM untuk On-Air juga di Sumatera Barat, karena
radio ini sangat commit untuk mencerdaskan bangsa, dan programnya sangat padat
dengan segala hal yang berhubungan dengan peningkatan kualitas sumber daya
manusia.
Darul M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tolong dibaca aturan pada footer dibawah
-------------------------------------------
Assalamulaikum WW
Iyo rancakko Erwin, alah lengkap.
Tapi ado nan takana diambo saketek, dek biasono saat sosialisasi kadalam,
kamasyarakat nan akan manarimo tamutu jo senyum ado penolakan. Penolakan dek
wisatako mamabao image negative dan ikutan nan kuraang rancak.
Mukasuik mbo jikok iko juo dikaji baano? Misano awak gagas wisata ke
Minangkabau adalah wisata budaya yang berbudaya. Kata terakhirko jikok dibao
kabahaso awakno mungkin buliah jadi kato "bataratik"
Nan bataratikko iyo sabana sensitive dikampuang, diudik kecek urang
dikampuang mbo kini.
Kini ambo ingin maajak awak mamikiakan wisata nan babudayako. Misano awak
buek duo list. Nan ciek "not to do" dan nan kaduo "to do". Iko indak
kamangurangi minat wisatawan bagai doh. Sanak Dino di Mandalay, sangat
bapangalaman jo iko goh. Kamalah sanak Dinoko kini go ah. Alah kangen lo
awak ka keluarga Cemara ko.
Kalau alah awak buek listko, sahinggo mansosialisasikan ka masyarakat
dikampuang akan labiah mudah. Nan paralu juo disosialisasikan ka calon tamu
nan kadatang ka nagari awak tu.
Sekian dulu dari ambo, jikok ado kato nan salah ambo minta maaf.
Wassalam WW
St.P
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Erwin
Sent: Thursday, January 25, 2007 11:03 AM
To: Membangun Minangkabau nan Bergengsi
Subject: [EMAIL PROTECTED] Usulan Program MAPPAS
Tolong dibaca aturan pada footer dibawah
-------------------------------------------
Assalamu'alaikum wr. wb.
Ambo ingin mengajukan usulan program MAPPAS, sebagian sudah berjalan,
mudah-mudahan berguna, sbb:
1. Penyiapan Slogan
Alhamdulillah sedang dibahas dengan hangat dan mendalam.
Jika sudah ditetapkan, insya Allah kita bisa mendisain gerakan pariwisata.
Ambo mengambil contoh dari usulan ambo soal gerakan pariwisata kito, jika
slogannya Lovely Minangkabau, gerakanmya: "My Lovely Minangkabau", mungkin
bisa diindonesiakan "Minang nan Den Cinto"
Bentuk gerakan tersebut sbb:
- Dibuat kaos, jaket, atau apapun dan di situ tertulis My Lovely
Minangkabau.
(Kalau mau ditambahkan gambar kereta wisata, simbol pulang basamo buliah
pulo). Kaos tersebut bisa menjadi semacam pakaian wajib untuk acara-acara
minang, atau untuk yang akan pulang basamo, atau event lainnya. Hal ini akan
menggerakkan pula bisnis tekstil urang awak.
- Para pejabat di minang menggunakan pulo emblem Lovely Minangkabau itu di
pakaian dinasnya. logonya mungkin bentuk love, di tengahnya tulisan
minangkabau.
- Kaos-kaos olahraga untuk anak-anak sekolah di ranah itu ada tulisan Lovely
Minangkabau.
Dengan gerakan seperti ini, mudah-mudahan orang cepat sadar akan pengelolaan
pariwisata minang yang baik, karena kita menyentuh perasaannya/kecintaannya
terhadap Minang.
2. Penyiapan Cetak Biru Pariwisata Minangkabau
Kerangkanya sudah dibuat pak Saaf, sedangkan untuk penyempurnaannya saat ini
sedang dilakukan matriks oleh sanak Ronal.
3. Situs Wisata Minang
untuk yang satu ini, ambo lebih prefer yang sudah ada dan telah terkenal
west-sumatra.com yang hampir sempurna. tinggal menambah sedikit lagi info
pariwisata. Kalau buliah infonya selengkap yang punya singapura itu ya Da
Nof
he. he.
4. Penyiapan Bandara Minangkabau dengan standar pelayanan internasional,
sesuai namanya.
-servis internasional ini ya misalnya toiletnya bersih dan agak banyak,
ruangannya nyaman dan lapang, sehingga, yang penting, orang yang datang
merasa nyaman seperti berada di rumahnya sendiri.
-perlu ada pusat informasi wisata minang yang komprehensif dengan pelayanan
yang baik di bandara ini.
-ambo juo mausulkan ada air putih/mineral gratis. memang ini mencontoh di
bandara Changi atau fasilitas milik orang bule lainnya yang di Indonesia
juga
ada. bentuknya air yang memancar di kran di lokasi tunggu. kalau tidak bisa
di sepanjang ruang tunggu bandara, fasilitas ini minimal harus ada di ruang
pusat informasi yang didisain nyaman itu.
ambo pernah baca hadist, kalau salah tolong dikoreksi, bahwasanya "hak
seorang
yang sedang melakukan perjalanan itu sekurangnya adalah mendapatkan minuman
air putih dari saudaranya." mohon dikoreksi kalau salah, tapi kalau benar,
ini berarti orang-orang bule itu ternyata lebih memahami islam dari kita.
demikian dari ambo, maaf sebelumnya
wassalamu'alaikum
erwin z.
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment, tidak dianjurkan.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================