Uda Kurnia yang ambo hormati,

Rasanya kita sudah terlalu lama berada menghabiskan energi di area 
kulit.  Isi baru kita lihat-lihat dari jauh saja.  Sudahlah da.. 
Semua sudah terjadi.  Malah sebenarnya membuat kita bisa lebih fokus 
dalam berbuat.  Tak perlu lah risau dengan hal seperti ini.  Toh 
kalau semuanya berhasil, kampung kita juga yang akan maju.

Soal dukungan dari Pak Gubernur, bukanlah hal yang teramat penting 
da.  Tak perlu kita berebut lingkar pengaruh beliau sampai seperti 
ini.  Dari zaman sapta pesona diluncurkan, kampung kita sudah 
ditetapkan sebagai daerah utama tujuan wisata.  Tapi lihatlah 
hasilnya.  Sakitu-kitu wae.  Malaysia saja yang lebih belakangan 
memulai mengembangkan wisata telah mentargetkan 25 juta orang 
wisatwan asing.  Sementara Indonesia masih berada di angka 5 juta.  
Itu pun karena ada Bali.

Mungkin Pak Gubernurnya OK.  Tapi beliau banyak urusannya.  Dinas 
Pariwisata Propinsi mungkin bagus.  Tapi siapa yang menjamin kinerja 
Dinas Kabupaten dan Kota.  Toh paradigma mereka tidak pernah 
beranjak.  Masih berkonsep pungutan "buaian kaliang" ketika musim 
libur dan lebaran tiba.  Saya sedikit banyak tahu ini.  Orang tua 
saya orang Pemda, ketika mengurus pariwisata konsepnyo juga masih 
begitu.  Sebagian besar pejabat-pejabat yang uda bertemu di 
Gubernuran itu teman ayah saya dari masih muda dulu.

Da Kurnia, rem sedikit emosinya da...:)



Salam,

Mantari UBGB Sutan


--- In [EMAIL PROTECTED], "Kurnia Chalik" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> Wa'alaikum Salam Uni Ambo Hanifa Daman..,
> 
> Yang ambo heran...ba a kok harus dibuek organisasi baru 
(MAPPAS)..sadangkan
> urangnyo itu2 juo,Pak Saf juo,urang MPKAS juo,
> Kalau memang ingin berpartisipasi dalam Pariwisata Sumbar ya 
ikuiklah jadi
> anggota MPKAS,MPKAS cabang Amerika kek,MPKAS cabang Melbourne 
kek,MPKAS
> cabang Sidney kek,MPKAS cabang Paris kek atau..... menjadi kakek-
kakek..
> bana kek..he...he...he...kan salasai tu masalahnyo...
> 
> Tapi iko kan indak..., ingin dibuek organisasi baru...sadonyo 
ingin jadi
> Komandan (Apo garan istilah Kanda Bandaro Labiah ...ingin ka ba 
ayam gadang
> surang-surang)...ba a kok indak namuah menjadi anak buah 
MPKAS....indak
> namuah jadi anak buah Pak Chaidir Latief  (80 tahun labiah umur 
beliau) nan
> sangat ambo banggakan semangat beliau ko...dangalah bilo baliau ko
> pidato...iyobana semangat 45........kalah awak nan mudo2 
ko...President
> Soekarno ciek se saingan Pak Chaidir ko nyo.....
> 
> Kenapa tidak mau menjadi anak buah Pak
> Chaidir???????????????????????????????????????????????
> Silahkan bergerak dan aktif berpartisipasi di bawah bendera 
MPKAS...kan alah
> salasai tu masalahnyo...???????????
> 
> Tapi kalau indak namuah jadi anak buah MPKAS...dan jadi Anak Buah 
Pak
> Chaidir...indak ba a juo do.....sudahlah buek selah organisasi baru
> surang...indak usah urang MPKAS dibaok2......
> 
> Itu bana Ni Hanifah nan mambuek ambo agak emosi....saketeknyo
> ....he...he...he...
> 
> Wassalam,
> Kurnia Chalik
> Ketua II MPKAS (Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat)



Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment, tidak dianjurkan.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke