http://www.hariansinggalang.co.id/link/tajuk.php
TIDAK ada angka-angka resmi secara statistik. Tidak ada
pernya­taan-pernyataan resmi pejabat pemerintah, tetapi secara kasat mata
kita melihat, angka kejahatan dengan berbagai modus operan­sinya terus
meningkat dari hari ke hari.
Belum tenang kuping kita usai mendengar kasus perampokan, tiba pula
perkosaan. Habis itu, muncul pula kasus korupsi. Beberapa saat kemudian,
terdengar pula kabar tentang pencabulan anak di bawah umur.
Di antara kasus yang paling menghebohkan terjadi di ranah ini, yang paling
menjijikkan itu adalah peristiwa tertangkapnya sepasang anak manusia tengah
berhubungan layaknya suami istri pada tengah hari tegak di Ruang Terbuka
Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, disaksikan pula oleh orang banyak. Masya Allah!
Melihat silih bergantinya peristiwa-peristiwa yang mengabaikan nilai-nilai
kemanusiaan dan lebih binatang pula dari binatang, tentu timbul pertanyaan di
benak kita, ada apa dengan manusia hari ini? Mungkinkah malu itu sudah sirna?
Tidak ada lagikah batasan-batasan norma dalam kehidupan ini? Sudah demikian
rusak­kah akal sehat manusia di akhir zaman ini?
Bila kita mau berkaca pada posisi Sumatra Barat sebagai Ranah Minang, di mana
warganya penganut filosofis Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah
(ABS-SBK), tentu semakin heranlah kita. Kenapa hal-hal yang bertentangan
ABS-SBK tersebut bisa dengan mudah terjadi dan hampir setiap hari bisa
ditemukan di daerah ini?
Bila dilihat dari struktur biologis, memang benar, manusia itu sama saja
dengan binatang. Penciuman, tangan, kaki, rasa haus dan lapar. Namun haruslah
disadari, manusia diciptakan dengan suatu kelebihan. Bahwa secara fisik dia
sangat hewani, namun ada ke­lengkapan lain, yakni akal. Faktor akal yang
bersifat rohaniah inilah, sesungguhnya menyebabkan manusia bisa berkedudukan di
atas hewan.
Kalau dalam kondisi tertentu kita menemukan manusia yang prilaku
kebinatangannya lebih menonjol daripada unsur kemanusiaan, itu semata-mata
karena faktor akal telah meninggalkan diri manusia yang bersangkutan.
Akal semata-mata tidaklah cukup bagi manusia untuk bisa mengenda­likan
dirinya dengan baik. Akal membutuhkan kendali lain yang bersifat ruhani dan
spiritualistik. Oleh masyarakat di Minangka­bau, pemandu akal itu
diserahkan kepada Kitabullah, sumber dari segala sumber hukum Islam. Kendali
spritualistik ini pulalah sesungguhnya yang akrab kita kenal sebagai agama.
Allah menjadikan akal dan agama sebagai fitrah manusia. Tanpa keduanya,
manusia sudah tidak dapat dikatakan sebagai manusia lagi. Dia sudah kembali ke
kedudukannya yang sama dengan bina­tang. Mungkin, inilah penyebab banyaknya
kejahatan, perkosaan dan prilaku kebinatangan lainnya muncul akhir-akhir ini.
Syahid Muthahhari menyebutkan adanya lima macam fitrah (kecender­ungan)
dalam diri manusia, yaitu mencari kebenaran (haqiqat), condong kepada kebaikan,
condong kepada keindahan, berkarya (kreasi) dan cinta (isyq) atau menyembah
(beragama). Sedangkan menurut Syeikh Ja'far Subhani, terdapat empat macam
kecenderungan pada manusia, dengan tanpa memasukan kecenderungan berkarya
seperti pendapat Syahid Muthahhari. Allah sendiri telah mengisyaratkan dalam
Alquran Surat Al-A'raf ayat 170 dan Al-Furqan ayat 42. Bahwa bila
mengenyampingkan akal dan agama, manusia itu sama saja dengan binatang, bahkan
lebih hina pula dari binatang.***
Sukseskan Pulang Basamo 2008
visit: www.west-sumatra.com
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment, tidak dianjurkan.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================