hi reza... namo kito aga mirip stek. sama saja riwayat semua org. selalu ada masa lalu yg pantas disebut kurang. krn itulah ukuran dari bhw kita telah tumbuh dari hari kemaren.
Namun memang jikalau IT konvensional spt ketersediaan infromasi masih menjadi kendala pertumbuhan wawasan, maka kita seharusnya mulai dari mana? mesti di ingat bahwa google, wikipedia, fasilitas email, bukanlah lagi dapat dianggap sbg faktor advantges di hari ini. Jika kita belum punya itu, maka kita bukan sedang tdk memiliki faktor penunjang kemajuan tapi kita sedang sakit. menyediakan itu saat ini, mestilah kita sadari bahwa itu hanya obat penyembuh dan sama sekali tak akan membuat kita menjadi maju (relative thd kemajuan orglain). ini yg perlu dimengerti dengan sedikit nalar modern. satu kesimpulan yg mungkin benar adalah bhw kita sedang berada di belakang barisan barisan kemajuan dalam urutan yg kesekian. cepat2 menyentuh gejala yg terlihat tanpa memahami perubahan yg mendasar hanya akan membuat kita semakin termantapkan dalam urutan keterbelakanagn dan ketertinggalan yg sama. seperti menelan obat sakit kepala. setelah terlelap, kita masih terjaga di tempat yg sama. (suatu topik nanti kita akan melihat bgm IT sebenarnya telah selesai) lalu bagaimana dengan obsesi pak saf ttg penyatuan potensi. dan segala komentar berikut hanyalah pelengkap dan pembanding belaka. dulu kita dihantui oleh kata sinergi dan integrasi. dua kata yg jika kita tdk ikut mengucap dan memahaminya akan dicap bodoh. namun pelan2 kedua perkara ini terbuka kedoknya... lalu muncul hantu baru bernama konvergensi (di indonesiakan, dan kita perlu merasa bodoh kalo ga ngerti kata ini sebentar lagi). mari kita lihat perkara ini. elemen2 kecil di integrasikan dengan harapan memberi sebuah nilai sinergi yg cukup kuat utk melakukan sesuatu. namun hal ini tak pernah benar2 kuat utk menghadapi jaman yg terus saja menjadi lebih sulit. paling hebat dia akan menggerakan satu kecendrungan saja. dan satu gejala saat ini tak lagi pernah cukup merubah apapun. sementara elemen2 dominan yg besar2 sebenarnya telah ada yg tersatukan sedemikian rupa yang mampu membuat sebuah kecendrungan. bbrp kecndrungan hrs berada dalam sebuah irama padu agar mampu menciptakan sebuah perubahan yg besar dan mendasar. dampak penyatuan dari bbrp kecendrunagn besar inilah konvergensi. jadi yg mungkin lebih sesuai di jaman ini adalah mengumpulkan bbr potensi dominan saja. kita tak perlu semua org dan semua pihak. dg bbrp potensi dominan itu, segala sesuatu akan bergulir dalam perubahan yg dikehendaki. menumpulkan seluruh potensi hanya akan jadi pesta keramaian saja. atau sekedar memanaskan kaca tanpa mendapatkan api. dan ketika itu kita ga sekedar menelan obat sakit kepala utk sekedar baangun besok pagi dengan teriakan yg sama.. hoii.. ternyata kita sangat ketinggalan krn kita blm punya serat optik yg melintasi selat sunda dan selat malaka. dan tiba2 baru sadar bahwa Informasi bukan lagi barang berharga krn org telah sampai pada interaksi, sinkronisasi dan simplifikasi. --- In [EMAIL PROTECTED], "M. Syahreza" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum wr.wb. > ............. Dulu waktu tamaik sekolah dan kuliah di > Padang, dengan ilmu yang dititipkan Allah ka ambo, ambo maraso alah siap > basaiang jo siapo sajo di rantau, tapi setelah tibo di rantau dan karajo di > swasta baru tabuka hati, bahwa apo pun ilmu/informasi yang alah kito kuasoi > tu alah katinggalan jauah dengan teknologi/informasi yang ado kini. Malah > bisa disabuik alun saujuang kuku dan sempat mambuek down. Untuak mampacapek > penyampaian informasi tu di sekolah dan di daerah artinyo prasarana dan > sarananyo harus gampang didapat dan murah harganya. Jadi wawasan masyarakat > lebih berkembang dan ado hal yang bisa jadi pembanding. Kalau wawasan > masyarakat alah bakambang dan maju, ambo raso indak talalu susah mancapai > obsesi Pak Saaf tadi untuak manyatukan seluruh potensi urang awak. > > wassalam > Reza Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

