Selama lebih dari seratus tahun, pengusaha-pengusaha Amerika memimpin dunia
dalam menciptakan organisasi-organisasi bisnis yang menentukan langkah bagi perkembangan, produksi, dan distribusi produk. Tidak mengherankan bahwa perusahaan-perusahaan ini menjadi model-model organisasi di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan Amerika meluncurkan barang-barang buatan pabrik yang hebat, membangun dan mengoperasikan rel kereta api yang merentang benua, menciptakan teknologi-teknologi maju, seperti telepon dan mobil, yang mengubah cara hidup kita, dan menghasilkan standar hidup tertinggi yang pernah diketahui dunia. Bahwa perusahaanperusahaan tersebut dan anak-anak perusahaan mereka tidak lagi berprestasi baik bukanlah karena cacat intrinsik tertentu; ini karena dunia di mana mereka beroperasi telah berubah di luar batas kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri atau berevolusi. Prinsipprinsip yang mereka jalankan secara hebat disesuaikan dengan kondisi-kondisi jaman pada mulanya, tetapi dapat saja melebar sedemikian jauh. Teknologi-teknologi maju, hilangnya batas-batas antar-pasar nasional, dan perubahan harapan-harapan pelanggan yang sekarang mempunyai lebih banyak pilihan daripada sebelumnya telah bergabung membentuk sasaran-sasaran, metoda-metoda, dan prinsip-prinsip pengorganisasian dasar dari perusahaan-perusahaan klasik Amerika yang sangat usang. Pembaruan daya saing mereka bukanlah masalah pengerahan manusia-manusia untuk bekerja lebih keras, tetapi merupakan pelajaran untuk bekerja dengan cara yang berbeda. Ini berarti bahwa perusahaan-perusahaan dan karyawan-karyawan mereka harus meninggalkan sebagian besar prinsip-prinsip dan teknik-teknik yang telah sekian lama memberi mereka keberhasilan. Kebanyakan perusahaan kini-tidak peduli bisnis apa yang mereka geluti, betapa canggihnya teknologi produk atau jasa mereka, atau dari mana negara asal mereka-dapat mengikuti gaya kerja serta akar-akar organisasi mereka kembali ke prototip pabrik peniti yang dideskripsikan Adam Smith dalam The Wealth of Nations, yang diterbitkan tahun 1776. Smith, seorang filsuf dan ekonom, menyatakan bahwa teknologi revolusi industri telah menciptakan peluang-peluang yang belum pernah [EMAIL PROTECTED] sebelumnya bagi perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan karenanya mereduksi biaya barang, tidak hanya dengan persentase kecil, yang mungkin diperoleh dengan memaksa seorang pekerja tangan untuk bekerja sedikit lebih cepat, tetapi dengan nilai yang berlipat-lipat. Dalam The Wealth of Nations, nenek moyang konsultan bisnis ini, seorang pemikir radikal pada jamannya, menjelaskan apa yang disebutnya prinsip pembagian kerja. Prinsip Smith mewujudkan observasinya bahwa sejumlah pekerja spesialis, yang masing-masing melaksanakan satu tahap tunggal dalam pembuatan peniti, dapat menghasilkan jauh lebih banyak peniti setiap hari daripada pekerja biasa dalam jumlah sama, yang masing-masing sibuk membuat peniti-peniti seutuhnya. "Satu orang," tulis Smith, "mengulur kawat, yang lain meluruskannya, orang ketiga memotongnya, orang keempat meruncinginya, orang kelima menggerindanya untuk tempat kepala peniti, untuk membuat kepala diperlukan dua atau tiga operasi yang berbeda; memasang kepala adalah sebuah [EMAIL PROTECTED] tersendiri, memutihkan peniti [EMAIL PROTECTED] yang lain lagi, bahkan untuk membungkusnya saja merupakan tugas yang tersendiri." Smith mengatakan bahwa ia telah mengunjungi sebuah perusahaan kecil, yang hanya mempekerjakan sepuluh orang, masing-masing dari mereka hanya mengerjakan satu atau dua dari 18 tugas khusus dalam pem~ buatan peniti. "Kesepuluh orang ini bersama-sama mampu membuat lebih dari empat puluh delapan ribu peniti dalam sehari. Tetapi jika mereka menempa semuanya sendiri-sendiri dart secara independen, serta tanpa satu pun dari mereka pernah mempelajari bisnis khusus ini, pastilah mereka masing-masing tidak sanggup membuat dua puluh peniti dalam sehari, bahkan mungkin tak satu pun." Pembagian kerja meningkatkan produktivitas para pembuat peniti hingga beratus-ratus kali lipat. Keuntungan ini, tulis Smith, "dimungkinkan oleh tiga keadaan yang berbeda; pertama, pada peningkatan ketrampilan setiap pekerja spesialis; kedua, penghematan waktu yang umumnya terbuang dalam peralihan antara secuil pekerjaan ke pekerjaan lain; dan terakhir, penemuan sejumlah besar mesin yang mempermudah dan mempersingkat pekerjaan, serta memungkinkan satu orang mengerjakan pekerjaan banyak orang." Perusahaan-perusahaan penerbangan, pabrik-pabrik baja, perusahaan jasa akuntansi dan para pembuat chip komputer kini semuanya telah didasarkan pada ide sentral Smith-pembagian atau spesialisasi pekerja dan sebagai akibatnya, fragmentasi kerja. Makin besar organisasinya, makin terspesialisasi pekerjanya dan makin terpisah-pisah pula langkah-langkah di mana kerja itu terfragmentasi. Hukum ini tidak hanya berlaku pada kerja-kerja manufaktur. Perusahaan asuransi, misalnya, secara khas dan terpisah menempatkan klerk-klerk irntuk memproses masing-masing baris dari formulir standar. Para pekerja ini tidak pernah menyelesaikan satu pekerjaan lengkap, mereka hanya melaksanakan sepotong tugas. Sedemikian jauh perusahaan-perusahaan Amerika merupakan yang terbaik di dunia dalam menerjemahkan prinsip-prinsip organisasi Smith ke dalam kerja organisasi-organisasi bisnis, meskipun ketika Smith pertama kali menerbitkan gagasannya pada tahun 1776, tidak banyak pasar domestik yang ada bagi barang-barang buatan Amerika. Penduduk Amerika, yang hanya berjumlah 3,9 juta jiwa, terpisah-pisah satu sama lain oleh jalan-jalan yang buruk dan komunikasi yang sulit. Philadelphia, dengan penduduk 45.000 jiwa, adalah calon kota terbesar yang dimiliki oleh negara itu. Tetapi, setelah setengah abad kemudian, jumlah penduduk melonjak pesat dan dengan demikian pasar domestik pun membengkak. Jumlah penduduk Philadelphia, misalnya, menjadi berlipat empat, tetapi New York menjadi kota terbesar dengan 313.000 jiwa. Fasilitas fasilitas manufaktur bermunculan di seluruh negeri. Tahap pertumbuhan ini terjadi sebagai akibat dari perubahanperubahan yang inovatif dalam cara-cara pengangkutan barang. Pada tahun 1820-an, Amerika mulai membangun jalan kereta api, yang tidak hanya memperluas dan mempercepat perkembangan ekonomi, melainkan juga memajukan evolusi teknologi manajemen bisnis. Adalah perusahaan-perusahaan kereta api yang menciptakan birokrasi bisnis modern-suatu inovasi yang signifikan dan esensial jika kemudian organisasi-organisasi industri tumbuh melampaui rentang kendali seseorang. Untuk mencegah tabrakan pada satu rel jalur tunggal yang melayani kereta api dari dua arah yang berlawanan, perusahaan kereta api membuat prosedur-prosedur pengoperasian resmi dan struktur serta mekanisme organisasi harus melaksanakannya. Manajemen membuat suatu aturan untuk segala kemungkinan yang dapat mereka perkirakan, serta dinas-dinas otoritas dan pelaporan mereka tentukan dengan jelas. Perusahaan-perusahaan kereta api secara harfiah memprogram pekerja-pekerja mereka untuk bekerja hanya sesuai aturan, yang merupakan satu-satunya cara yang diketahui manajemen agar sistem satu jalur mereka dapat teramalkan, berhasil, dan aman. Pemrograman manusia untuk memastikan dijalankannya prosedur-prosedur yang sudah digariskan tetap menjadi inti "birokrasi" bahkan sampai sekarang. Sistem komando-dan-kontrol yang ada di hampir semua perusahaan sekarang ini mewujudkan prinsip-prinsip yang sama dengan yang diperkenalkan perusahaan-perusahaan kereta. Tetapi kenyataannya sekarang "birokrasi" adalah penyebab macetnya dan lambatnya proses bisnis di perusahan-perusahaan. Sumber : Rekayasa Ulang Perusahaan (Reengineering The Corporation) Michael Hammer & James Champy Muhammad Syahreza PT. NOK Indonesia Plant Engineering Dept. Telp. : 021-898 1041 Ext. 128/135 Fax. : 021-898 0764 e-mail : [EMAIL PROTECTED] "voorprong van het achterlijkheid." Orang bisa melompat maju tanpa perlu mengikuti irama pengalaman yang dialami orang lain tapi dengan belajar meniru menggunakan kemajuan teknologi Tahukah anda bahwa dunia sudah berubah? Tahukah anda negara lain sudah berubah? Inginkah anda negara anda juga berubah? Sudahkah anda berubah? Kita memang miskin sumber daya alam tapi bukan berarti miskin kreatifitas Perubahan memerlukan upaya dan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal yang terkecil dan dimulai saat ini juga
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

