Assalamu'alaikum,

Salam hormat ambo kapado dunsanak ambo di palanta rantaunet terutama sakali
untuk
urang-urang tuo ambo nan ado di palanta ko.

Namo ambo ILVI W. RAJO SAMPONO,asal ambo dari Pauh Limo, Padang dan kini
ambo "manyangku" di Batam.

Mengikuti pembicaraan dunsanak mengenai MPKAS dan MAPPAS menggelitik ambo
untuk sato berpendapat.
Menurut ambo, kaduo-duo Lembaga iko sangat penting artinya bagi perkembangan
SB (Sumatera Barat) kedepan.
Saya usul untuk MPKAS tolong fokus dimasalah perkereta apian di SB, sehingga
nanti KA mempunyai peran penting dalam pembangunan transportasi SB dan juga
pariwisata.
Karena KA adalah salah satu moda Transportasi yang dapat menunjang Wisata.
Disamping itu MPKAS dapat membuat terobosan lain yang ada hubungannya dengan
KA.
Mungkin nantinya akan membuat MRT di Kota-kota SB.

Dan saya mendukung untuk berdirinya MAPPAS, yang akan menjadi Wadah
bergabngnya pemerhati wisata di SM.
Karena tanpa ada yang "memperhatikan" pariwisata dari sudut pandang yang
objektif, saya rasa wisata di sumbar hanya akan menjadi cerita angin lalu
saja.
Saya sangat ingin MAPPAS ini nanti paling tidak sepertti forum Jalan Sutra
yang diasuh oleh P' Bondan Winarno. Disitu orang -orangnya sangat care
mengenai tempat-tempat wisata diseluruh dunia, juga sebagai tempat promosi.

Saya banyak punya teman yang di S'pore/M'sia yang pernah ke SB tapi setelah
saya tanya bagaimana pendapat mereka tentang wisata di SB jawaban mereka
sangat hambar.

Dulu waktu saya masih sekolah menengah di Padang, kalo saya dari JKT naik
Bis, saya masih ada bertemu dengan Orang asing yang sama-sam naik bis ke
Padang, akan tetapi mereka sendiri ke SB tidak tahu mau kemana.

Jadi dengan adanya MAPPAS nanti dapat memberi masukan kepada Dinas
Pariwisata SB (semacam Tourism Board) mengenai kekurangan dan improvement
yang harus dilakukan untuk mendongkrak pariwisata SB dan juga sebagai agent
of promotion.

Jadi saya dukung MAPPAS untuk Maju terus, badai pasti berlalu.

Wassalamu'alaikum
Ilvi W Rajo Sampono / 30th / Batam






Today's Topics:

 1. Re:  Cando mandayuang biduak hilie... Cando Mandicak      Kudo
    Pandai... (Rangkayo Mulia)
 2.  "Saudara" Kitakah Mereka (dutamardin umar)


----------------------------------------------------------------------

Message: 1
Date: Thu, 8 Feb 2007 08:49:08 -0800
From: "Rangkayo Mulia" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Cando mandayuang biduak hilie... Cando
      Mandicak        Kudo Pandai...
To: "Membangun Minangkabau nan Bergengsi"
      <[email protected]>
Message-ID:
      <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1"

Assalamu'alaikum  W W

Sependapat dengan pendapat "adinda" rehza ini.
Kenapa harus berpolemik dg masalah wadah untuk berbuat kebaikan kalo dirasa
itu memang baik??
Apalagi kemudian sampai membawa SK Gubernur....
Apakah kemudian dg adanya SK itu MPKAS akan bisa bersilantas angan terhadap
perkeretaapian atau masalah kepariwisataan??
Atau kemudian merasa punya wewenang untuk membuat kebijakan?
Rasanya jauh panggang dari api.....

Perlu di inap renungkan juga posisi kita sebagai orang yang berada di luar
struktur kepemerintahan.
MPKAS atau apapun lah nama wadah yang akan dibuat ttg kepedulian terhadap
RANAH, tetap hanya lah sekadar peduli. Jangan kemudian ketika saran dan
usulan kita disambut baik yang kemudian disanjung kita sudah merasa berbuat
banyak lalu ikut mengatur mereka.

Apalah arti sebuah SK GUBERNUR, kalau kemudian hanya akan di baca lalu di
panggak-panggak kan untuk manggaretak orang?? Apalagi yang di garetak adalah
sesama kawan juga.
Kalau mau, mungkin 10 atau malah 100 SK Gubernur bisa di buat oleh seorang
GF dan jajaran nya. Toh GF bukan lah orang bodoh, ketika dia mengeluarkan
sebuah SK, maka orang atau organisasi yang diberi SK bisa mengacak2 wilayah
tanggungjawabnya.

Lalu, kenapa SK yang dikedepankan?? bukan implementasi dari kehadiran SK
tersebut??
Toh tanpa SK, kepedulian yang dibarengi dengan perbuatan yang TULUS dan
IKHLAS akan lebih besar artinya dibanding selember SK itu ??

Entah lah....
Semakin lama sepertinya ini sudah menjadi lahan rebutan??
Apakah ini yang dikatakan bahwa kebanyakan orang Minang (sebenarnya tak
hanya orang Minang) ketika seseorang atau suatu kelompok sudah merasa di
atas ia akan berusaha untuk meninggalkan temannya bahkan kemudian menyikut
sahabatnya sendiri agar sahabatnya itu tidak bisa mendapatkan kesempatan dan
kesuksesan yang sama??

Mungkin gara-gara masalah kebiasaan "rebutan lahan" ini pulalah makanya
tongkat estafet regenerasi itu memang tak bisa didapatkan Rang Mudo dari
Rang Tuo.

Bung Ir Kurnia Chalik yang terhormat......
Tanpa mengecilkan perjuangan yang Bung rintis bersama dg Bapak2 dan kawan2
di MPKAS, mohoooon dengan sangat hentikanlah polemik ini. Marilah kita duduk
bersama untuk mencari yang terbaik. Toh belum tentu juga wadah yang belum
ada tapi sudah BUNG "diskreditkan" itu akan menghimpit wadah yang sedang
Bung pimpin.

(tolong lah baco SK Gubernur tu stek ha....jadi bukan MAPPAS atau MAPPEH
atau lamo2 MAMPUS ko,.......Kalau di kampuang Ambo MAPPEH ko artinyo payi
memancing ikan...payi mappeh ka batang aie sabanta  ...he...he..he...
Jadi MAPPAS/MAPPEH ko mungkin spesifik untuak Wisata pemancingan
saja  barangkali ko yo...he...he..he...(Jadi isi MAPPAS ko isuak nan tukang2
panciang se barangkali ko  yo...he..he..he)..tukang
panciang ikan...tukang panciang keributan...tukang panciang
emosi...he...he...he...)

Awalnya saya menyangka, polemik ini akan berakhir yang kemudian kita bisa
duduak basamo untuk berpikir dan berbuat. Tapi ternyata buntutnya masih
panjang. Bahkan "untuk keduakalinya" sampai mendiskreditkan orang dan
sesuatu yang belum ada.

Mohon maaf kalau akhirnya saya ikut sata pula bernyinyir untuk yang satu
ini.
Rasanya tak pantas hal kecil ini kita jadikan bahan perdebatan, apalagi di
galanggang rami.

Sakitu saja untuk bahan perenungan sebelum pertemuan di kantor KOMNAS HAM,
Jum'at 9/2 07 besok.
Talantak ka naiak, talendo ka turun... mohon maaf

Billahi Taufiq wal Hidayah

Wassalam W W

ARIF RANGKAYO MULIA



End of palanta Digest, Vol 22, Issue 62
***************************************
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke