Minangkabau Village, Wisata Alam dan Budaya Minggu, 11-Februar1-2007, 09:10:05
Bosan dengan objek wisata pantai? Minangkabau Village (Perkampungan Minangkabau) menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Objek wisata ini terletak 65 Km dari Kota Padang dan 3 Km dari Kota Serambi Mekah Padangpanjang. Tak salah rasanya objek wisata ini dikunjungi untuk melepas lelah dan menyatu dengan alam serta bisa mempelajari budaya, karena selain mempunyai wisata alam nan menarik, juga ada wisata budaya Minangkabau. Dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diperkirakan 1 jam perjalanan dengan naik bus. Hawanya nan sejuk, dingin dan terhindar dari hiruk-pikuk perkotaan, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati indahnya perkampungan Minangkabau yang dikelilingi hutan nan perawan. Tak hanya itu, bagi yang ingin mengetahui literatur sejarah mengenai Sumatera Barat dan kebudayaan Minangkabau secara umum dapat pula dijumpai antara lain di Pusat Dokumentasi Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), yang terletak di tengah-tengah objek wisata tersebut. Kawasan wisata yang terletak di bawah kaki Gunung Merapi ini menebarkan udara sejuk kepada pengunjung. Panorama bukit nan perawan membingkai perjalanan wisata di kawasan ini. Para wisatawan bisa menikmati berbagai sarana rekreasi, seperti hutan wisata, taman rekreasi, kolam renang, dan sarana olahraga. Namun, wisata Minangkabau Village tidak melulu bersandar pada keindahan alam. Terdapat beberapa peninggalan sejarah Minangkabau yang bisa dijadikan pelajaran bagi generasi muda, seperti PDIKM yang mengungkap sejarah orang Minangkabau dari abad ke-18. Selain itu, di kawasan ini terdapat berbagai contoh rumah gadang dari berbagai pelosok ranah Minang yang penuh dengan nilai-nilai sejarah. Di dekat objek wisata ini, sedianya pengunjung juga bisa menyaksikan wisata bunga di sepanjang jalan menuju ke Minangkabau Village. Kalau musim berbunga tiba, pengunjung akan disuguhi berbagai macam warna bunga mulai dari bunga biasa hingga anggrek dengan harga bersaing. Rasakanlah suasana indah dan harum ketika melihat bunga dari bermacam jenis yang tumbuh di kota dingin ini. Pun sejatinya, bagi yang telah berkeluarga, tak usah risau. Pekarangan ditopang rimbunnya dedaunan tempat bermain anak-anak cukup luas. Apalagi kereta mobil siap membawa pengunjung bersama keluarga mengelilingi perkampungan Minangkabau yang penuh pesona. Jika pun waktu saat lelah tiba, pengunjung bisa mendengarkan musik sekaligus berjoget ria bersama. Dan bagi yang ingin merasakan dinginnya air perbukitan, kolam renang siap mengurut badan pengunjung dengan airnya nan sejuk. Menariknya, bila matahari kedapatan sudah meninggi, tak ada salahnya pula pengunjung mencoba merentang tikar untuk menikmati makanan yang dibawa, atau bisa memesan nasi bungkus di rumah makan Pak Datuak, Lubuak Idai dan Sate Mak Syukur, yang tak jauh terletak di dekat kawasan objek wisata tersebut. Saat makan, rasakanlah angin perbukitan yang sepoi-sepoi membelai rambut. Riko Kahar, salah seorang pengunjung mengatakan Minangkabau Village disamping sebagai objek wisata alam juga merupakan tempat belajar menggali sejarah budaya Minangkabau. Sebab di tempat ini juga ditemui PDIKM yang sejatinya menyimpan sejarah Minangkabau dari abad ke-18 hingga tahun 80-an. " Ya, belajar sambil berwisatalah," ucapnya. Kurang Promosi Meskipun sudah mempunyai sarana yang boleh dikatakan cukup, namun objek wisata alam dan budaya ini kurang promosi. Pemerintah daerah, pelaku wisata, ASITA perlu bergandengan tangan untuk bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara ke objek wisata andalan Kota Serambi Mekkah ini. Menurut pengamat pariwisata Sumbar, Abdullah R Smit, objek pariwisata Sumbar memang tidak ada duanya di dunia. Namun ada satu hal yang perlu kembali dihidupkan di dunia pariwisata Sumbar, yakni Sapta Pesona Wisata (SPW). Kalau SPW ini benar-benar berjalan, maka Sumbar akan menjadi surga dunia, katanya serius. Pernah suatu ketika, katanya, seorang pengunjung datang ke Kota Bukittinggi dengan mobil, setelah berputar-putar melihat keindahan Kota Bukittinggi, mereka kelelahan dan ingin istirahat, namun waktu itu tempat parkir representatif tidak ada. Jelas sangat bertolak belakang sekali dengan salah satu poin SPW tadi, karena pengunjung tidak menemukan tempat parkir yang nyaman.(*) Nan Bagambar : http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=13016 Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

