Ass Wr Wb Da Nof sarato rekan2 MPKAS lainnya.., Sorry Da Nof, ambo nambah saketek lai.. menurut ambo itulah gunonyo point No.6 yaitu "Ikhlas dalam berwisata/Berbuat"...sebagaimana Allah juga Ikhlas telah menciptakan kita ini.... kito tidak butuh dipuji2 urang....kito tidak butuh disanjuang2 urang....karano urang hanyo melihat kita beberapa saat saja dalam hidup kita di bumi ini..urang hanya melihat kita beberapa jam saja dalam keseharian hidup kita..urang hanya mungkin melihat kita beberapa tahun saja dalam kehidupan kita ini.....kalaupun dipuji...itu hanya pujian yang semu sebetulnya....karena begitu banyak sebetulnya kekurangan di diri kita yang tidak diketahui oleh orang lain.....
Tetapi Allah dan para Malaikatnyalah yang akan melihat dan memperhatikan kita setiap saat, setiap detik, dalam hidup kita sehari2 di bumi Allah ini..., baik setiap gerak niat di hati kita maupun gerakan anggota badan kita ini, di setiap saat...di setiap waktu...dimana saja (di rumah,di WC,di kantor,di kamar Hotel,di Kamar mandi,dsb)....Allah dan para Malaikat2nya akan melihat dan menilai amal perbuatan kita manusia ini setiap detik.. dari kita nongol dari perut Ibu kita dulu... sampai kita masuk lagi dalam perut bumi nanti.....biarlah Allah dan para Malaikat2nya yang akan menilai kita dan mudah2an akan memuji2 dan menyanjuang2 kita....itulah pujian yang sebenarnya yang kita butuhkan....dan InsyaAllah itulah pujian Hakiki yang Akan menyelamatkan kita2 manusia ini di saat hura-hara di Akhirat kelak..... wassalam, Kurnia Chalik Ketua II MPKAS (Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat) -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Yulnofrins Napilus Sent: Tuesday, February 13, 2007 8:19 AM To: Membangun Minangkabau Nan Bergengsi Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] KA Padang-Pariaman Setiap Hari Isu ini mungkin bisa masuk kategori poin nomor 4 dari usulan "4 Pokok 5 Samparono" yaitu Menghargai dan Mamuji yg ambo usulkan minggu lalu. Umumnya urang awak (tidak semua) "barek" bana untuak mangaluakan kato2 mamuji dan menghargai urang lain. Apolai thd nan jauah labiah mudo. Raso kajatuah bana gengsinyo... Ini kurang bagus untuak dunia pariwisata. Komunikasi dan interaksi jadi "kurang hangat" dan "kurang kondusif" untuk mencapai tujuan-tujuan bersama... Ini jg akhirnya yg memicu isu2 Kader/estafet ke yg mudo, dlsbgnya. Di MPKAS & MAPPAS kita merasa beruntung, hal-hal spt ini tidak kita temukan pada Pak Chaidir dan Pak Saaf... Beliau menganggap semua sama dan saling menghargainya sangat tinggi ke semua yang mudo2 sekalipun... Tambahan info aja, pada saat pembentukan MPKAS, Pak Chaidir sebetulnya sangat keberatan utk diminta jadi Ketua Umum. Tetapi ambo punyo bbrp alasan kuat untuk menolak sehingga akhirnya beliau bersedia dan diamini oleh Pak Saaf saat itu. Kembali ke isu utama. Kalau kita mau fair, pernyataan Pak Hediyanto dibawah tidak sepenuhnya salah. Krn memang sejak Kadivre diganti jo yg baru iko "larinyo" memang sangat kancang. Dan implementasi KA Tiap Hari ini memang di speed-up langsung oleh Pak Kadivre kita itu. Acungan jempol buat beliau...! Memang sih akan lebih "rancak" juga sekiranya 'disabuikkan' juo saketek bahwa ini semua tidak terlepas juga dari "dorongan awal" masyarakat perantau melalui MPKAS. Tetapi kalau BA-1, dimana sajo basuo jo urang-urang MPKAS, apolagi dimuko urang rami, beliau selalu mengenalkan dan menyampaikan: "Ikonyo urang-urang rantau nan manggerakkan kereta api itu kini...". Tolong dilihat esensi ulasan ambo iko, ini bukan isu kekecewaan sama sekali. Tetapi ini kenyataan yang ada dilingkungan kita dan "sebaiknya jika memungkinkan" kita "usahakan" diperbaiki demi pengembangan pariwisata yang lebih makro sehingga tamu/wisatawan "merasa" HARUS kembali ke Ranah Minang untuk "memanjakan" dirinya buat "leisure". Skl lagi, pandangan ambo iko bisa salah dan kurang tapek. Kalau kurang setuju, tolong dikoreksi dan kritik yang membangun. Mohon maaf sebelumnya. Salam, Nofrins dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hidup MPKAS! Walaupun tak disinggung-singgung oleh pembuat berita, apa peran MPKAS. Biar sajalah. Yang penting misinya sudah tercapai. Sekarang tinggal konsistensinya saja. Wassalam/ajoduta ------------------------------------------------------------------------ ----------- Padang , Singgalang Pemerintah provinsi Sumbar bersama PT Kereta Api Divisi Regional Sumbar akan mengoperasikan kereta api Padang-Padang Pariaman, tanggal 14 Februari 2006 besok. Rencananya, peluncuran kereta api itu akan dilakukan oleh Gubernur Sumbar dengan simulasi langsung ke jalur tersebut. Kepastian pengoperasian kereta api regular setiap hari itu, diperoleh Singgalang dari Kepala Bappeda Sumbar, Hediyanto W. Husaini, Senin (12/2). Insya allah, akan dilaksanakan pengoperasian kereta api penumpang dari Padang ke Padang Pariaman pulang pergi, 14 Februari lusa. Tahap awal, kita akan uji coba bersama Pemprov Sumbar, PT Kereta Api Divre Sumbar dan Departemen Perhubungan RI, papar Hediyanto. Selain me- launching pengoperasian kereta api setiap hari, juga akan dilaksanakan MoU (kontrak kerjasama) antara Pemprov Sumbar dengan Departemen Perhubungan, terutama terkait soal sharing anggaran atau subsidi yang akan dilakukan pada tahap awal operasional kereta itu. Kita memang akan memberikan subsidi terhadap biaya operasional kereta api ini, tapi belum dipastikan sampai kapan, karena ini masih uji coba, ujar Hediyanto. Pengoperasian kereta api route daily (jalur setiap hari) tidak terlepas dari rencana operasional kereta api wisata Padang sampai Padang Panjang. Setidaknya, dengan adanya kereta api setiap hari, masyarakat dibiasakan bahwa jalur jalan kereta api di daerah ini sudah aktif kembali. Ini supaya mereka waspada dan menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat, tukasnya. Selain itu, hadirnya kereta api regular ini akan mengurangi kemacetan di jalan raya yang semakin hari semakin padat. Masyarakat juga dibiasakan dengan sikap disiplin dengan keberangkatan kereta api yang selalu tepat waktu. Terkait animo masyarakat Sumbar terhadap kereta api, Hediyanto yakin secara perlahan masyarakat akan ikut menikmati indahnya perjalanan dengan kereta api. Soal adanya kereta api yang anjlok di berbagai daerah, dia yakin di Sumbar tidak akan bernasib serupa. Pasalnya, intensitas kereta api di Sumbar tidak sebanyak di daerah lain. Kalau ini terlaksana, hanya akan berjalan satu kali dalam sehari. Artinya, tidak sebanyak di daerah lain, ulasnya. Mengakomodir Program kereta api regular ini yang terkesan mendadak dan naik di jalan' di tengah pembahasan dan rencana mengaktifkan jalur kereta api Padang sampai Padang Panjang, diakui Hediyanto memang berasal dari PT KAI Divre Sumbar. Memang rencana ini mengakomodir keinginan dari PT Kereta Api yang berkeinginan menghidupkan jalur kereta api regular tanpa menghilangkan, kereta api wisata setiap hari Minggu ke daerah Padang Pariaman. Karena ini positif kenapa tidak kita akomodir, tandasnya. o 104 Sukseskan Pulang Basamo 2008 visit: www.west-sumatra.com ---------------------------------------------------------------------------- -- Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

