DARAH DAN DEMAM
Oleh : Dr.H.K.Suheimi
Darah itu menumpul da;lam hidungnya. Hidungnya mengeluarkan darah, bukan
hanya dalam hidung, dari mulutnyapun muncrat darah. Tapi darah itu lebih banyak
dalam lambung dan ususnya sehingga beraknya berubah jadi hitam legam. Anak yang
berusia 5 tahun, putih dan gemuk , putih serta bersih itu terkulai layu,
nadinya cepat dan halus tekanan datrahnya tak terukur. Dari kulitnya tampak
bintik-bintik merah.
Kami berusaha memasang infuse tapi tak berhasil, terpaksa dilakukan Vena
Sectie, membedah dan mencari pembuluh darah balik di kaki, setelah itu didapat
dan cairan di guyur, anak itu keadaannya semakin gawat, sampai nafasnya
berhenti, dia apnoe. Saya berusaha melakukan pernafasan buatan, Mouth to Mouth
dari mulut ke mulut. Tak saya rasakan, darah yang menumpul di mulut anak itu
juga pindah ke mulut saya , terasa anyir, namun anak itu juga tak mau bernafas.
Semua keluarga berkumpul; mengharapkan keselamatan anak yang gagah dan sangat
di saying. Namun semua usaha yang di kerahkan tak membuahkan hasil, di senja
itu sebuah nyawa telah pergi keketiadaannya. Ratap dan lolongan tangis
membahana, air mata sayapun menitik menyaksikan semua. Ah Lagi-lagi korban
demam berdarah jatuh.
Mungkin hari ini korban anak orang, suatu kali mungkin anak kita, kemenakan,
saudara, dan berulang terus selama kita tak mau menyatakan perang dengan nyamuk
Aedes Agypti penyebab demam berdarah ini. Ada demam dan ada darah, tapi di
senja itu demamnya sudah tak ada yang ada hanyalah darah, darah yang akhirnya
menyebabkan kematian anak tercinta
Suatu petang berebut senja saya menerima pasien ini tahun 1973 , ketika itu
saya menjalani co-schap, praktek sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran. Saat
itu wabah demam berdarah menjangkiti kota Padang dan saya bertugas di bangsal
anak yang banyak penderita demam berdarah.
33 tahun yang lalu Demam Berdarah itu sepertinya tak mau beranjak, selalu
datang tiap yahun, setiap musim hujan. Hujan yang jernih itu menetes berkumpul
dalam bejana, kaleng, plastic dan ban bekas. Wadah yang kehitaman dan air
jernih mengundang Nyamuk Aides untuk bersarang dan berkembang biak. Dia kawin
dan bertelur, telur berubah jadi jentik-jentik dan jentik berubah jadi nyamuk
dewasa yang mencari mangsanya.
Perhatikanlah dalam kaleng dan ban bekas yang air nya tergenang, 5 hari
kemudian akan kita saksikan jentik nyamuk, dan jentik itik jentik yang
meneyebabkan demam berdarah.
Nyamuk Elit ini, parlente dengan kaki dan badan yang berbelang putih hitam
seperti zebra, hanya memilih air jernih dan bersih. Dia pakai jam kerja,
berangkat dan terbang sekitar jam 8 sampai Jam 11. Kemudian dia tidur untuk
bangun nanti jam 4 sampai jam 6 sore seperti dokter pergi praktek saja. Diluar
jam-jam itu tak kita temukan sang nyamuk.
Nyamuk yang jarak terbangnya hanya 40 meter itu tak kan jauh beranjaknya.
Jadi apabila seseorang di gigit nyamuk, maka nyamuk yang menggigitnya itu tidak
nyamuk yang jauh, tapi adalah nyamuk yang berada disekeliling rumahnya, jadi
artiinya itu adalah nyamuknya sendiri. Eh Ini Nyamukku. Jangan cari kambing
hitam, jangan salahkan orang lain itu bukan nyamuk siapa-siapa tapi adalah
nyamuk kita sendiri, kerna kelaqlaian kitalah dia ada tumbuh dan berkembang
biak..
Ini negeri tropis. Segala makhluk nyaman tinggal di sini. Virus demam
berdarah plus nyamuk pembawanya. Ketombe pun tak ingin ketinggalan. Semua ingin
menikmati kehangatan dan kelembaban yang mewah di negeri ini. Dalam kehangatan
dan kelembaban demikian, semua hidup subur dan tenteram hingga tak ingin pindah
ke lain tempat.
Potret buram tampak jelas di bangsal-bangsal rumah sakit di berbagai kota
yang saat ini tengah dipenuhi oleh para pasien korban demam berdarah.
Semua bukan salah sesiapa tapi salah kita sendiri. Selama kita tak peduli
dengan lingkungan, selama kita membiarkan air tergenang, selama kita dtidak
menimbun, menutup dan menguras wadah-wadah yang menampung air, kita akan
rasakan akibatnya.
Dengan enteng seseorang mencampakkan kantong asyoy, membuang kaleng dan tak
peduli membiarkan ban bekas, semua itu akan menyebarkan demam berdarah
Virus yang dibawa oleh nyamuk bertempur dengan antibody yang ada dalam tubuh
selama tiga hari. Sebetulnya proses apa yang terjadi di dalam tubuh setelah
terjadi pertempuran?
Mengapa pertempuran dengan virus dengue menyebabkan turunnya trombosit dan
bukannya menaikkan jumlah sel darah putih seperti pada infeksi lainnya?
Mengapa menurunnya jumlah trombosit menyebabkan plasma darah mengalir keluar?
Apa sebenarnya penyebab kematian korban Demam Berdarah. Untuk itu sebagai
pengetahuan kita bersama. Inilah pertanyaan dari pasien kepada saya.
Seperti diketahui, sampai saat ini penurunan jumlah trombosit pada DBD diduga
melalui beberapa mekanisme. Antara lain karena terjadinya gangguan pada
mekanisme pembuatannya atau melalui penghancuran trombosit itu sendiri karena
virusnya memang ganas. Jumlah leukosit memang tidak meningkat, bahkan cenderung
turun atau normal, karena penurunan leukosit biasanya hanya pada infeksi
bakteri.
Penurunan jumlah trombosit tidak menyebabkan plasma mengalir keluar, tetapi
menyebabkan mudah terjadinya perdarahan dan darah tidak membeku dengan baik.
Kebocoran plasma yang terjadi pada infeksi virus dengue terjadi akibat reaksi
imunologis dan menyebabkan gangguan sistem yang berakibat dinding pembuluh
darah menjadi bocor. Maka, terjadilah perembesan cairan darah (plasma)
Kebocoran ini bukan ke seluruh tubuh terutama ke daerah di badan kita yang
longgar dan berongga, seperti selaput paru dan rongga perut. Akibat lain adalah
pembuluh darah menjadi kosong dan cairan darah menjadi lebih kental. Ini
ditandai dengan nilai hematokrit yang meningkat, yang dapat mengakibatkan
terjadinya syok dan fatal.
Akibat syok tentu dapat mengganggu fungsi jantung dan suplai darah ke otak,
dan berakibat kematian. Apalagi bila terjadi perdarahan yang banyak, tentu
keadaan penderita menjadi sangat gawat.
Bila syok dapat diatasi dengan perawatan yang baik, dan transfusi darah untuk
menggantikan darah yang hilang juga dilakukan dengan baik, kemungkinan
penyembuhan masih sangat terbuka.
Makanya pencegahan dan penangan segera penderita Demam Berdarah adalah sangat
perlu.
Kalau tidak kita siapalagi, toh yang menggigit itu adalah nyamuk kita juga,
akibat kelalaian dan kemalasan kita.
Ada yang berharap pada pengasapan atau foging, yang sebaiknya dilalukan pada
jam-jam nyamuk dewasa terbang yaitu jam- jam dinasnya 8 sp 11 dan antara jam
4 sp jam 6 sore. Namun pengasapan tak dapat membunuh jentik-jentik yang akan
tetap tumbuh dan kembang menjadi nyamuk dewasa. Pengasapan juga tak mungkin
membunuh telur yang ada di dalam air.
Maka untuk membunuh telur dan jentik dianjurkan disetiap rw atau rt
dianjurkan memelihara ikan puyu dan ikan nila yang dengan ganas akan menyerbu
dan memusnahkan jentik-jentik itu. Agaknya dengan mengeluarkan biaya Rp
10.000, untuk 1 kg ikan dapat kita beternak ikan di selokan dan membasami
jentik-jentik
Lepaskam ikan-ikan ini di tempat air tergenang ternasuk kolam atau bak mandi.
Kita berusaha dan berdaya upaya, kerna hari-hari mendatang musim hujan
berakhir, awal musim panas adalah nyamuk itu itu berpesta pora kerna dia sudah
berkembang biak.
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suciNya dalam Al-Qur'an
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih
Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak
dianiaya sedikitpun. (QS. 4:49)
. Padang 15 Februari 2007
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================