Dek bacarito kerajaan di Minangkabau, dan untuak menambah-nambah
pengetahuan kito, berikut artikel dari Singgalang tentang salah satu
kerjaan nan ado diminang kabau, dan secara adat kini lah mulai
digadang gadang kan baliak, kebelun berita dikampuang ambo.
Hehehee...

Marola
http://www.solok-selatan.com
http://rankmarola.multiply.com

Dua Raja Alam Minangkabau Bertemu
Singgalang OnLine, Rabu, 07 Pebruari 2007

SOLOK SELATAN - Untuk menjalin kembali hubungan silaturrahmi antara
dua keluarga Raja Alam Minangkabau, H.Sultan Muhammad Taufik Thaib,SH
Daulat Yang Dipertuan Tuanku Mudo Mahkota Alam Minangkabau, datang
berkunjung ke Istano Kampung Dalam di Pasir Talang, Muara Labuah,
Solok Selatan, Minggu (4/2). Sultan M Taufik Thaib beserta rombongan
menyambangi Istano untuk bertemu Zulkarnain Daulat Yang Dipertuan
Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah, Rajo Alam Surambi Sungai
Pagu di Pasir Talang. Pada acara tersebut, H.Sultan Muhammad Taufik
Thaib mengingatkan para ninik mamak untuk dapat lebih dekat dengan
anak kemenakan. Hal itu sebagai wujud pengawasan terhadap perilaku dan
tindakan yang dilakukannya.

Diungkapkannya, saat ini banyak remaja yang mudah terpengaruh oleh
budaya barat serta terbawa arus pergaulan negatif seperti penggunaan
obat-obat terlarang (narkoba). Bahkan, di perkampungan sekalipun,
banyak remaja yang lebih suka memperingati hari-hari besar agama lain
daripada memperingati hari besar agama Islam. "Di sisi lain, masih
banyak pemimpin yang lupa diri dalam melaku­kan amanah. Karena itu,
peran ninik mamak sangat diharapkan untuk dapat memberikan masukan.
Sehingga, perjalanan pemerintahan dapat berjalan dengan baik,"
ujarnya.

Pada kesempatan pertemuan dua keluarga tersebut, Sultan juga
menjelaskan perjalanan singkat sejarah kekerabatan antara Alam
Pagaruyung dengan Alam Surambi Sungai Pagu yang dimulai dengan
perjalanan 73 orang nenek moyang untuk manaruko daerah baru ke sebelah
tenggara atau barat daya matahari. Dari 73 orang yang berangkat dari
Pagaruyung itu, 13 di antaranya tidak sanggup melanjutkan perjalanan
saat sampai di sebelah timur Gunung Ta­lang, sekarang lebih dikenal
dengan Kubung 13. Sedangkan 60 orang lainnya melanjutkan perjalanan.
Namun, sampai di Lolo Surian, salah seorang di antaranya meninggal
dunia.

Sisanya, yakni 59 orang lagi melanjutkan perjalanan sampai ke dataran
yang sekarang dikenal dengan sebutan Alam Surambi Sungai Pagu. Konon,
sebelum kedatangan ke-59 orang tersebut, daerah itu dihuni oleh orang
Pagai yang sekarang berada di Pagai. Sementara, Zulkarnain Daulat Yang
Dipertuan Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah, Rajo Alam Surambi
Sungai Pagu kepada Sing­galang mengatakan, momentum itu hendaknya
dapat diambil hikmahn­ya. Pada masa yang akan datang, dapat
dilanjutkan dengan hubungan kekerabatan yang lebih konkrit.

Diakuinya, di Minangkabau ini hanya diakui dua istilah Alam. Yaitunya
Alam Pagaruyung dan Alam Sungai Pagu. Karena itu, ke depan diharapkan
peran Pemda Solsel untuk dapat menjaga dan memperhatikan aset budaya
tersebut. Pada kesempatan itu, Sultan M.Taufik Thaib berkenan
menandatanga­ni prasasti 26 tahun kepemimpinan Zulkarnain Daulat Yang
Diper­tuan Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah Rajo Alam Surambi
Sungai Pagu. Kunjungan Raja Alam Pagaruyung ke Istano Kampung Dalam
tersebut dihadiri oleh Rajo Nan Barampek, ninik mamak, Bundo Kanduang,
Dubalang, cadiak pandai, alim ulama serta masyarakat di Alam Surambi
Sungai Pagu. Selain itu, nampak hadir juga Kepala Kantor Seni dan
Budaya Solsel, Drs.Mukyar Muluk dan Camat Koto Parik Gadang Diateh
(KPGD), Y.Sastra Jhon. 404


On 2/16/07, Syamsir, Erizal (erizal) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum WW,
>
> Tarimo kasi banyak pak Saaf, batambah pengetahuan ambo tantang Nagari
> awak.
>
> Wassalam,
> Basa.
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Saafroedin
> BAHAR
> Sent: Friday, February 16, 2007 11:12 AM
> To: Membangun Minangkabau Nan Bergengsi; rgm_gm
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Siaran Bagurau Di Udaro RRI Bogor >>
> Minangkabauadalah kerajaan ?????
>
> Wassalamualaikum w.w. dunsanak sa palanta,
>
> Kabatulan ambo hadir di Kongres Kabudayaan Minangkabau tanggal 28-30
> November 2006 di Padang. Wakatu itulah ambo tahu bahaso salain
> Pagaruyuang ado 56 (limo puluah anam) kerajaan lain di Minangkabau,
> sadonyo di bawah Pagaruyuang. Aliran adat karajaan-karajaan ko mungkin
> labiah banyak manganut Koto Piliang, bukan Bodi Chaniago.
>

Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke