Padang, PadekProvinsi Sumbar, satunya-satunya daerah yang terlibat dalam pengelolaan kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Di Indonesia, tak satupun pemerintah daerah yang terlibat dalam memberikan subsidi untuk menggairahkan sektor perkeretaapian. Bahkan, pemerintah daerah memberikan subsidi hingga biaya operasional kereta api di Sumbar sudah berada pada titik impas (Break Event Point/ BEP) yang diperkirakan tercapai atau dalam waktu satu atau dua tahun mendatang.
Kondisi ini merupakan kesempatan bagi PT KAI Dirve II untuk mengembangkan lagi aset kereta api yang bernilai triliunan rupiah. Bahkan, PT Kereta api melakukan berbagai langkah strategi. Kemarin, (15/2) percepatan strategi menggairahkan Mak Itam mulai direalisasikan dengan peluncuran kereta api reguler Padang-Pariaman yang akan berangkat setiap hari secara resmi. Operasional kereta api ini berkat kerjasama dengan Pemko Padang, Pemko Pariaman dan Pemkab Padangpariaman. Masing-masing daerah ini akan memberikan subsidi untuk biaya operasional. Di mana satu kali jalan, menghabiskan biaya hingga Rp1,2 juta. Dengan total biaya setiap bulan Padang-Padangpariaman atau sebaliknya mencapai Rp100 juta, ujar Kepala Divre II PT Kereta Api Sumbar Sukirman Denin usai peresmian peluncuran Kereta Api Sibinuang Jalur Reguler Padang-Pariaman di Stasiun KA Padang, Kamis (15/2). Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Provinsi Sumbar Yohanes Dahlan, Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Ketua DPRD Padang Hadison, Kasat Lantas Poltabes Padang Kompol Sareng Suprato, Kapolsek Padang Utara AKP Evandri, Kepala Primkompad AD Kap Inf B Sagala, Koramil Padang Timur Kap Inf Jamuar, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar James Hellyward, Direktur Pengembangan Usaha PT KAI Pusat Julison Arifin dan Ketua SPSI PT KAI Pusat Puspawarman, Wakil Wali Kota Pariaman Ir Mahyuddin, Ketua DPRD Kota Pariaman H Asman Yahya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman Yaminurizal, Ketua Masyarakat Perkeretaapian Sumbar (MPKAS) Chaidir Bien Latief dan Ketua II Kurnia Chalik. Kereta api jalur reguler ini, akan berangkat dari pukul 06.00 WIB dari Padang dan pukul 14.00 WIB dari Pariaman. Di mana dengan tarif Rp6.000 ribu sekali berangkat untuk kelas ekonomi dan Rp9.000 untuk kelas eksekutif. Kita sangat bersyukur pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap sektor perkeretaapian Sumbar. Karena, dengan subsidi yang diberikan dapat menggairahkan kembali kereta api yang di Sumbar, ujar Sukirman. Selain rencana operasional jalur reguler, tanggal 8 April mendatang, juga akan diberangkatkan kereta api dengan jalur Padang-Padangpanjang. Kemudian akan dilanjutkan dengan paket pariwisata ke Bukittinggi dengan menggunakan bus pariwisata dengan warna yang sama dengan kereta api. Bahkan ada jalur kereta api wisata dengan jalur Padang-Sawahlunto. Bahkan pihak PT KA juga telah melakukan MoU untuk kereta api batu bara dari Padang Sibusuk ke Indarung, Telukbayur dengan PT Tanira Bara Indonesia. Rencananya ini akan dioperasikan Juli mendatang. Sementara itu, Julison mengatakan, PT KAI Pusat mulai melirik keberadaan KA. Hal ini dibuktikan dengan rencana pembangunan kereta api ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan adanya rencana penyajian kereta api perkotaan dengan membuka jalur ke Unand. Yohanes Dahlan yang hadir dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar dilakukan promosi secara optimal, sehingga masyarakat mengetahui jadwal keberangkatan kereta api tersebut. Sementara itu, PT KAI Sumbar juga rehabilitasi stasiun-stasiun yang dilewati oleh kereta api. Sementara itu, untuk jalur Sawahlunto perlu dilakukan perbaikan-perbaikan karena ada beberapa bantalan kereta yang perlu diganti. Sehingga keselamatan penumpang akan terjaga. Gairahkan Pariwisata Sementara itu, Wakil Wali Kota Pariaman Mahyuddin saat dikonfirmasi koran ini setibanya di Stasiun Kereta Api Pariaman menyatakan sangat menyambut positif pengoperasian kembali sarana transfortasi kereta api yang melayani jalur Padang-Pariaman. Menurutnya, pengoperasian kembali alat transportasi kereta api juga diyakini bakal berimbas terhadap pengembangan dunia pariwisata yang ada di Kota Pariaman. Kita memang sangat merasa terbantu dengan beroperasinya kembali jalur kerata api yang melayani jalur Kota Padang dan Pariaman, karena hal itu berarti masyarakat memiliki sarana transportasi alternatif untuk keperluan pulang pergi dari Kota Pariaman ke Kota Padang begitu sebaliknya, ungkap Wawako. Mahyuddin juga mengaku optimis pengoperasian kembali angkutan kereta api Padang-Pariaman tersebut bakal berimbas terhadap pengembangan dunia kepariwisataan yang ada di Kota Pariaman. Terlebih jelasnya, sejumlah travel biro agen telah mengagendakan perjalanan wisata yang akan me manfaatkan jasa angkutan kereta api menuju Kota Pariaman. Senada dengan itu juga dikemukakan Ketua Ketua SPSI PT KAI Pusat Puspawarman. Menurutnya, pengoperasian tersebut akan ikut mengembangkan dunia kepariwisataan yang ada di Sumbar. Karena itu kami sangat berterima kasih dengan semua pihak yang telah mendukung pengoperasian kembali angkutan kereta api di daerah ini. Bagi saya pribadi ini tak obahnya bak membangkit kembali batang tarandam, karena kita dulunya angkutan kereta api merupakan pilarnya Sumatera Barat. Untuk itu, walau bagaimanapun angkutan kereta api tidak boleh mati, ungkapnya dengan nada optimis. (afi/ris) Sumber : Padang Ekspres Online ------------------[ Urang Lintau (Lubuak Jantan) ------------------ |||||| www.lintau.com | www.minang-it.or.id : www.surau.org ||||||| www.rantaunet.org | www.ekstensi-feua.or.id | www.kpli-padang.or.id ------------------------------------------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

