Menukil kembali Catatan perjalanan :
Mengikuti Kunjungan Presiden Anwar Sadat Ke Jerusalem (12) Oleh : Zulharbi Salim Masjid Al-Aqsa Berbeda dengan Masjid Nabawi di Medinah atau Masjid Al-Haram di Mekkah, Masjidil Aqsa tidak mempunyai lapangan ditengah-tengahnya. Tidak ada mimbar bertangga, seperti mimbar Mesjid-mesjid di Cairo. Mimbar dan Kiblatnya di bangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang kemudian disempurnakan oleh Salahuddin Al-Ayyubi, Panglima perang salib, tetap terpelihara seperti aslinya. Bentuk mimbarnya sedikit melengkung kedinding dan sekaligus menunjukkan arah Qiblat (arah ke Mekkah). Sedangkan Qiblat pertama umat Islam disitu tidak ada kelihatan tanda-tandanya lagi. Khatib menyampaikan khutbahnya cukup dengan berdiri saja dan sebuah kursi kayu ditarok disampingnya untuk tempat duduk Khatib antara dua khutbah. Tidak memakai tongkat, seperti kebanyakan khatib-khatib tua di Arab Saudi. Masjidil Aqsa terbakar pada tahun 1969 (baca : dibakar) dan mimbar aslinya juga ikut terbakar, tetapi tidak habis dimakan api. Mimbar ini masih ada dan tidak dipergunakan lagi, karena dikhawatirkan akan runtuh. Akibat kebakaran itu, tidak sedikit kerugian dari Masjidil Aqsa. Seluruh umat Islam amat prihatin ketika itu. Disamping berita yang cukup menggemparkan, Israel menggali Masjidil Aqsa untuk mencari heikal (kuil) Raja Sholomon (Nabi Sulaiman) Yang Agung. Raja Arab Saudi, Faisal bin Abdul Aziz ketika itu amat marah kepada Israel, karena kesucian Masjidil Aqsa dikotori. Foto-foto cewek-cewek Israel bersama dengan tentara Israel secara demonstratif menghiasi lingkungan Masjidil Aqsa. Mereka berdansa dengan tari strip-tease menyebabkan terjadinya pelanggaran susila, a moral dan seterusnya, sungguh melukai perasaan ummat Islam diseluruh dunia. Tidak saja Masjidil Aqsa yang dibakar, tetapi malah sampai menodai kesuciaannya. Sungguh amat terkutuk. Segala protes dilontarkan kealamat PM Israel ketika itu, Ny. Golda Meir. Kutukan dan tuntutan mengalir dari setiap pelosok dunia Islam, meminta agar kesucian Masjidil Aqsa tetap dipelihara dengan baik. Itu dahulu, lain dengan keadaan sekarang ini. Bekas terbakar itu sudah tidak kelihatan lagi. Puing-puing yang runtuh sudah disingkirkan dan diperbaiki dengan membangun tiang-tiang baru seperti aslinya. Pembangunan ini digiatkan oleh Dirjen Urusan Wakaf dan Islam Kementerian Agama Israel. Semasa Raja Faisal bin Abdul Aziz masih hidup pernah mengatakan bahwa pada suatu ketika akan melakukan shalat di Masjid Al-Aqsa. Maksud Raja Faisal itu tidak terkabul karena malapetaka yang menimpa dirinya yaitu ditembak mati oleh keponakananya sendiri. Presiden Anwar Sadat-lah yang meneruskan niat suci Raja Faisal tersebut. Konon kabarnya, ada pesan-pesan Raja Faisal untuk menyisihkan budget/biaya khusus untuk memperbaiki Mesjid Suci Ketiga umat Islam itu. Hal mana terbukti dengan penjelasan Imam Mesjid Aqsa, Sheikh Ikramah Sabri dalam kesempatan bincang-bincang dengan penulis di ruangan Masjidil Aqsa. Dalam tahun 1927 Masjidil Aqsa pernah mengalami kebakaran hebat akibat gempa bumi yang dahsyat menyerang Jerusalem. Mesjidil Aqsa dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Pembangunanya dimulai pada tahun 685 H dan selesai pada tahun 691 H. Pembangunanya memakan waktu selama 6 tahun. Arsitekturnya terdiri dari 2 orang yaitu Raja' bin Hayya bin Jaudah dan Yazid bin Salam sebagai asistennya. Keduanya adalah aristek kenamaan pada zaman Bani 'Umayya. Ketika Panglima Perang Salib, Jenderal Salahuddin Al-Ayubi (terkenal dengan sebutan Saladin) menduduki Baitulmaqdis (Jerusalem) dibangunnya kembali Kubbah Sakhra yang dihiasi dengan kaligrafi dan relif-relif ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan tinta emas. Yang tertulis disitu diantaranya ayat-ayat yang mengobarkan perang melawan tentara salib waktu itu. Panglima Salahuddin memerintahkan membangun mihrab (tempat khusus buat Imam) dan mimbar di Masjidil Aqsa dan Masjid Sakhra. Pembangunannya tidak merobah bentuk asli dari bangunan yang didirikan Abdul Malik bin Marwan. Kayu untuk membangun mimbar tersebut didatangkan dari Halab (Aleppo) Suriah. Sesudah meninggal Salahuddin, pembangunan dan pemeliharaannya diteruskan oleh pemerintahan Bani Ayub (Keturunan Salahuddin Al-Ayubi). Mesjid Al-Aqsa, hingga saat ini tetap terpelihara kesuciannya dan dijaga oleh umat dan pemimpin Islam Palestina yang juga keturunan dari penjaga Masjidil Aqsa sebelum Israel menduduki Jerusalem. (bersambung)
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

