Ass ww
   
  Diluar rombongan SAHABAT MUSEUM ini, yang berminat ikut dan bergabung, 
silahkan daftar ke MPKAS melalui Kurnia Chalik, koordinatornya. Thanks.
   
  Salam,
  Nofrins
  ---------------------------------------------------------------
   
  tuuutttttt.....jeg, jeg, jeg, jeg, jeg..jeg.. tttuuuuuttt..
jeg, jeg, jeg, jeg.... phffsssshhh, jeg..jeg..jeg...jeg.....

Kok bunyinya gittuuuu........ kenapa tuh keretanya ??? 
wwweeeiii tenang aja, karena keretanya lagi masuk ke
rel yang yang bergigi, siap-siap menanjak menuju alam
berpemandangan lembah, hutan, ijo royo-royo.. wuuiih
daripada bingung dan penasaran, mending ikutan aja...

PLESIRAN TEMPO DOELOE: PADANG - SAWAHLOENTO
sedari hari Djoemahat tanggal 16 boelan Maart 
tahoen 2007 hingga hari Senen tanggal 19 Maart

Yes! naik kereta api melintasi jalur jadul (jaman dulu), melewati pemandangan 
yang tiada duanya, yang berbeda sekali kalo dibandingkan kalo kita naik mobil 
atau bus, karena kita akan memasuki tempat-tempat yang menyegarkan, yg bisa 
bikin mata ini tak ingin berkedip sedikitpun (halaaah hiperbola banget istilah 
gue :p) pokoknya.... plesiran naik kereta api ini bener-bener nyenengin, udah 
gitu nanti kita akan ditemenin oleh temen-temen dari MPKAS (Masyarakat Peduli 
KeretaApi Sumatera Barat). Oh iya naik kereta ini, kita bisa minta berhenti 
dimana aja, begitu sampe tempat ada view yang menakjubkan, kita boleh berhenti, 
foto-foto, jalan lagi. Lho kok bisa ??? yah bisaaaaaa lha, kan keretanya udah 
kita booking seharian dan kita bebas-bebas aja ngatur di mana kereta berhenti, 
pokoknya kita yang pegang kendali, masinis yang pegang stir hehehe Katanya sih, 
katanya nih, nanti temen-temen dari MPKAS ini akan bawa Miss Padang dan juga 
model-model Padang yang rancak bana dan cantik
 nian.. (nah buat cowok-cowok yang mau ikutan, pada diperhatikan deh 
penampilannya, yg brewokan di-shave, biar makin guanteng :)

Nah, abis naik kereta api dari Padang ke Padang Panjang ini, kita makan siang 
di RM Pak Datuk, abis itu mampir di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan 
MinangKabau, di mana terdapat banyak foto jadul tentang MinangKabau. Foto Jam 
Gadang di jaman Belanda, di jaman Jepang (di atasnya berbentuk rumah Jepang), 
foto Air Mancur Lembah Anai yang masih sunyi dan sepi (yah, orang di sana 
nyebut air terjun tuh air mancur), dan juga foto-foto yang jarang kita liet di 
buku sejarah. Udah gitu, tempat ini, tuh adem banget, anginnya sepoi-sepoi, 
jadi males beranjak dari sini, pengennya sih leha-leha aja. Kemudian, setelah 
puas koelilingin tempat ini (yang berbentuk Rumah Gadang), kita lanjutkan 
perjalanan kita ke kota berikutnya, Bukittinggi.

Kalo ngemeng-ngemeng (ngomong-ngomong maksudnya..) tentang Bukittinggi nih, ah 
udah biasa.. yah STD lha (standard), kayak ke Ngarai Sianok, Lobang Jepang, Jam 
Gadang, Jembatan Limpapeh. Tapi ntar kita juga akan bezoek rumahnya tempat 
kelahiran Bung Hatta, yang nama resmi rumah ini: Rumah Kelahiran Bung Hatta, 
kita akan mengenal lebih jauh sosok Bung Hatta sedari kecil, nah kalo yang Bung 
Hatta besar, akan kita samperin juga nanti rumahnya, tapi bukan di Bukittinggi 
ini, tepatnya di onoh, noooh, di Banda Neira, di Kepulauan Maluku, jauh daaah 
pokoknya, tapi tenang ajaaaa karena bulan November nanti (yap sebulan setelah 
Lebaran), kita akan plesiran kesono rame-rame..

Okeh, lanjut ke perjalanan kita berikutnya, yaitu: Batusangkar. Di sini ada 
Istana Pagaruyung, sebuah istana megah para raja-raja tempo doeloe. Di dalam 
istana ini, kita bisa foto-foto dengan mengenakan pakaian Penganten Padang 
(kali-kali aja bisa lekas dapet jodoh) ammiieen :) Koelilingin istana ini, kita 
bisa sampe atas-atasnya, ke belakang-belakangnya, pokoknya akan diterangin 
abis-abisan deh nanti.

Kelar poesing-poesing Batusangkar, kita bergerak lagi menuju selatan, ke arah 
Sawahlunto, menyusuri pinggiran Danau Singkarak. Di danau ini terdapat populasi 
Ikan Bili, yang katanya sih populasi Ikan Bili satu-satunya di dunia, dan hanya 
bisa hidup di Danau Singkarak. Walopun demikian, Ikan Bili biasanya suka 
disantap di warung-warung dan rumah makan padang hehehe... ntar kita mampir aja 
sebentar...

Begitu masuk Sawahlunto, kita langsung naik Kereta Lori dari Muara Kalaban, 
memasuki Lubang Kalam, sepanjang 900 m, yang dibangun oleh Orang Rantai, yaitu 
orang-orang pekerja-paksa djaman doeloe yang didatangkan dari Jawa, Sunda, dan 
daerah lainnya. Keluar dari terowongan jadul ini, kita lantas melewati depannya 
mesjid tua yang dibangun tahun 1900, setelah itu sampe di Stasiun Sawahlunto, 
di mana kita bisa mengenal riwayat perkeretaapian di sini, karena skrg udah 
jadi Museum Kereta Api.

Abis itu kita diundang Makan Malam di rumah Walikota Sawahlunto Ir. H. Amran 
Nur (rumahnya jadul, doeloe bekas rumah asisten-residen, yang dibangun pada 
tahun 1920an). Kelar makan, kita berjalan kaki menuju Gedung Sociteit, doeloe 
nih gedung suka dipake orang Belanda untuk dansen-dansen.. (dansa-dansa), nah 
ntar kita juga bisa dansen-dansen (ahh, enakan nyebutnya joget-joget :) sambil 
maen permaenan tradisional khas Sumatera Barat, yang dinamakan "Kim". seperti 
apa permaenannya? hhhhmm kalo di luar negeri semacam permainan "Bingo" tapi 
bedanya yang "Kim" ini nomernya disebut oleh sang penyanyi sambil berdendang, 
lalu disela-sela nyanyi dia ambil satu nomer, lantas dicocokin deh sama semua 
peserta, pokoknya serrruuu abiiss deh, biasanya yang menang ada hadiahnya lho...

Keesokan harinya (Minggu Pagi), kita-kita bisa berburu makanan sarapan pagi 
khas Sawahlunto nih, yah khas Sumatera Barat juga, seperti Bubur Kampiun 
(seperti Champion? pengaruh Belanda-kah?), trus juga ada Lupis, Ketupat Gulai 
Paku, dan makanan lainnya, pokoknya kita ubek-ubek sekitaran pasar tradisional 
disono deh, tapi kalo mau makanan sarapan standard lainnya, bisa di wisma aja.

Rada siangan baru kerasa, kok Kota Sawahlunto kayak Little Nederland yakh??! 
banyak bangunan tua yang bergaya Eropa dan seperti berada di masa lalu, 
wwuuuiiih kewren, eh iya kita juga akan ke Goedang Ransoem, ini adalah museum 
tempat para pekerja tempo doeloe menyantap makanan yang dimasak di dalam periuk 
nasi yang segede gaban, trus juga alat masak lainnya yang ukurannya juga gak 
normal, gak kayak punya kita di rumah, di lemari dipajang menu makanan mereka 
di jaman keemasan pertambangan di Sawahlunto. Ada juga tempat sambel yang 
se-gentong (kagak kepedesan yah?). Banyak foto yang menggambarkan keadaan di 
jaman dahulu, juga seragam pekerja dapur. Oh iyah bangunan Goedang Ransoem ini 
lumayan gede lho, bahkan kita bisa masuk ke ruangan bawahnya. Takuuuut? jangan 
khawatir, karena nanti kita akan ditemenin oleh Uda Sawahlunto (yah kayak 
Abnon-nya Jakarta deh!), dan katanya sih yg nemenin kita tuh nantinya para 
cowok-cowok gagah-rancak-muda-muda! uhuuuyy! hihihi

Pokoknya kita akan puas-puasin ngiderin Kota Sawahlunto ini, dan karena kota 
ini merupakan kota pertambangan, yah pastinya akan ke lokasi pertambangan, yang 
pada jaman dahulu kala mendatangkan orang-orang dari luar Sawahlunto untuk 
dijadikan pekerja tambang. Gak heran muka-muka di kota ini, rada-rada 
kejawa-jawaan, karena banyak dari mereka yg dipekerjakan. Eh iya, tapi juga nih 
kota boleh dibilang kota multi-etnis, gimana kagak, disini juga ada orang-orang 
dari Pariaman (di Sumatera Barat juga), dari Sumatera Utara, dan juga para 
pedagang Tionghoa, bahkan ada sebuah desa yang isinya banyak orang Jawa, yang 
kerap menampilkan pagelaran Wayang Kulit. Kelar koelilingin Sawahlunto, kita 
menuju ke Padang, tidak lupa untuk mampir sebentar untuk belanja-belanji 
oleh-oleh di Silungkang... abis itu langsung bergerak ke arah utara melewati 
Solok, Silasih, Sitinjau Laut, melintasi depannya Indarung Semen Padang.

Sesampai di Padang, kita istirahat bentar, dan malemnya nyari Martabak Kubang 
atau Sate Padang, yang rasanya rada-rada beda sama yang biasa kita makan di 
Jakarta, lebih nikmat. Trus..trus..trus.. abis itu bisa poeter-poeter Padang di 
malam hari, atau nongkrong aja di Jembatan Siti Nurbaya makan jagung bakar, 
atau juga bisa kita Pintong hunting es duren..

Pintong makan Es Duren di kedai "Ganti Nan Lamo" atau di seberangnya, kedainya 
bernama: "Iko Gantinyo !!!" (eh 3 tanda seru itu gue yang nambahin, biar ada 
efek dramatisir aja hihihi) yap, dua kedai laris yang jual Es Duren di Kota 
Padang ini, sebenernya gue juga kagak begitu tau mengenai asal muasal 
terjadinya, dua kedai hadap-hadapan yg saling meng-klaim sebagai pengganti 
kedai Es Duren yang lama, nah daripada-daripada, mending kite cari tahu aja 
ndiriii pas nanti Pintong disono, kali-kali aje, misteri bisa terpecahkan oleh 
kite-kite (kali-kali aje lho)

Di hari terakhir (Senen, 19 Maret), kita akan koeliling di sekitar kawasan 
Padang Tempo Doeloe yang akan dipandu oleh Dr. Eko Alvares Z, diaorang soenggoe 
tjakap pengetahoeannja perkara kota Padang di djaman doeloe, en diharepken 
toean-njonja djoega ikoet andeel dalem bertanja perkara bebrapa hal jang selama 
ini soeda penasaran mahoe ditanjaken kepada siapa tepatnja.

Agak siangan kitaorang akan koendjoengken Teluk Bayur, yang doeloe bernama: 
Emma Haven. Nah kalo udah sampe sini, biasanya bapak-ibu kita (kita? eluuuu 
kali tuh yang orang Padang !!!) Okeh kembali ke kisah Teluk Bayur, biasanya 
orang yang mengantar kekasihnya ke sini, pastinya
akan nangis terisak-isak, melambaikan tangan, menantikan surat setiap minggu 
dari pujaan hati (haaallaaaah.... gue kayak lagi bikin soal pertanyaan buat 
program "Berpacu Dalam Melodi" aja!) yak berapa not?! hehehe, yo wis,bagi yang 
mengalami masa-masa ini pasti teringat akan lagunya Erni Djohan di tahun 70-an, 
yang bercerita tentang perpisahan dambaan hati ke negeri seberang, (biasanya 
sih ke Jawa), nih dengerin aja lagunya:

"...Selamat tinggal Teluk Bayur permaiiiiiii.....
Aku pergi jauh ke negeri sebraaaaaang...
Ku 'kan mencari ilmu di negeri oooorang
Bekal hidup kelak di hari tuaaa...."

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah 
sekalian, sekarang djoega ke email: [EMAIL PROTECTED] atawa hoeboengi 
telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut peserta akan diberikan 
setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer uang sesuai dengan nomer urut) 
dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 
2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng 
dikonfirmasikan via email atawa sms ke 0818 94 96 82 atau difax ke (021) 
7696273 setelah transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida 
dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman, tapi kerna kita 
naek pesawat, maka ada sedikit potongan)

DP sebesar Rp.1.000.000 dapet ditransfer sasoedahnja mendaftar, tjara 
membajarnja sebagi brikoet: misalnja: Erni Djohan (eh pakabar Tante...?) ada di 
nomer urut 5, maka Tante Erni tuh transfernja = Rp.1.000.005 (kalo di mesin ATM 
ketiknya Rp.1000005 <<< angka 5 di belakang mengacu ke no. urut) djadi bajarnja 
boekan Rp.1.000.000 sadja, tetapi ditambah Rp.5 sebagi nomer urut, tida apa-apa 
yah..

Pembajaran kadoea dapet dilakoeken pada minggoe kesatoe di boelan Februari 
sebesar Rp.1.000.000, trus..trus..trus..pembajaran jang paling achir, bole di 
moela-moela boelan Maart di minggoe satoe ja, jakni Rp.950.000 tetapi 
kaloe-kaloe toean dan njonja mahoe bajar loenas sekaligoes, dibersilahken...

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
[EMAIL PROTECTED]
0818 94 96 82
   
  ----------------------------------------------------------

Hari 1 Jum’at 16 Maret 2007
  
05.30 - 06.30 : Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 2F
06.30 - 07.00 : Siap-siap terbang, menunggu di Waiting Room
07.00 - 08.30 : Berangkat ke Padang dengan pesawat Garuda
08.30 - 09.30 : Urusan Bagasi dan menuju Stasiun KA Pasar Usang
09.30 - 13.00 : Perjalanan dengan Kereta api dari Padang ke Padang Panjang 
Menyusuri Lembah Anai
12.30 - 13.00 : Sholat Jum’at
13.00 - 14.00 : Makan Siang di RM Pak Datuk di Padang Panjang
14.00 - 15.00 : Pusat Dokumentasi dan Informasi Minang Kabau 
15.00 - 16.00 : Berangkat menuju Bukittinggi
16.00 - 18.00 : Koeliling Bukittinggi, Ngarai Sianok, Lobang Jepang, dll
18.00 - 19.00 : Check in di Hotel Royal Denai, Bukittinggi, istirahat di hotel
19.00 - 20.00 : Makan malam di RM. Simpang Raya di depan Jam Gadang
20.00 - 22.00 : Bukittinggi di waktu malam, Pintong (Pindah Tongkrongan)

Hari 2 Sabtu 17 Maret 2007 

07.00 - 08.00 : Sarapan di Hotel Royal Denai, Bukittinggi. Check out 
  08.00 - 11.00 : Koeliling Bukittinggi (Museum, Fort De Kock, terus Jembatan 
Limpapeh, Rumah Kelahiran Bung Hatta) 
  11.00 - 12.00 : Belanja belanji di Pasar Atas
12.00 - 13.00 : Berangkat ke Batusangkar 
13.00 - 14.00 : Makan siang di RM Ikan Bakar Pondok Flora, Batusangkar
14.00 - 15.00 : Koeliling Istana Pagaruyung
15.00 - 17.00 : Batusangkar – Sawahlunto via Danau Singkarak, Solok
17.00 - 18.00 : Lobang Kalam dengan Lori Wisata, Museum Kereta Api
18.00 - 19.00 : Check in di Wisma Ombilin, istirahat
19.00 - 20.00 : Makan malam di Rumah Bapak Walikota Sawahlunto 
20.00 - 22.00 : Permainan seru “Kim" 

Hari 3 Minggu 18 Maret 2007 
  
06.00 - 07.30 : Pintong berburu jajanan pasar (Bubur Kampiun, Lupis, Ketupat 
Gulai Paku) di pasar tradisional 
07.30 - 08.30 : Sarapan di Wisma Ombilin, Sawahlunto
08.30 - 12.00 : Koeliling Sawahlunto (Gudang Ransum, Tambang Batubara, juga ke 
makam Perintis Kemerdekaan: Prof. MR. Mohammad Yamin, di Desa Talawi) 
12.00 - 12.10 : Check out hotel, pamit sama Pak Walikota Sawahlunto
12.15 - 13.00 : makan siang di RM. Dendeng Batokok di Muara Kalaban 
13.00 - 14.00 : Kunjungan ke Silungkang (sentra pengrajin Songket terkenal di 
Ranah Minang) 
14.00 - 17.00 : Berangkat menuju Padang via Solok, Lubuk Silasih, Sitinjau 
Laut, lewat depan Indarung Semen Padang 
17.00 - 19.00 : Check in di Hotel Ambacang, Padang, istirahat
19.00 - 20.00 : Makan malam di Martabak Kubang/Sate Padang
20.00 - 22.00 : Kembali ke hotel, Pintong ke Jembatan Siti Nurbaya

Hari 4 Senen 19 Maret 2007 
  
07.00 - 08.00 : Sarapan di Hotel Ambacang, Padang. Check out
08.00 - 13.00 : Koeliling Padang Tempo Doeloe (Kampung Cina, Mesjid Raya 
Ganting, Pasar Gadang, Pasar Batipuh, Klenteng, Muaro, Museum Adityawarman, 
beli oleh-oleh di Christine Hakim, pokoknya nanti kita kemana aja deh..)
  13.00 - 14.00 : Makan siang di RM Simpang Raya
14.30 - 17.30 : Teluk Bayur dan Pantai Bungus 
17.30 - 18.30 : Makan malam di RM Soto Garuda 
18.30 - 19.00 : Ke Bandara International Minangkabau
19.00 - 20.00 : Waiting Room, nunggu waktu boarding
20.00 - 21.30 : Kembali ke Jakarta dengan pesawat Garuda
21.30 - 22.00 : Urusan Bagasi dan See You in The Next PTD


 
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke