Perbedaan Pendapat dalam Islam Islam adalah Rakhmatalil'alamiin", Islam adalah pemersatu umat dalam arti yang sangat luas. Maksudnya adalah bahwa Islam itu universal, Islam dapat diterima oleh berbagai golongan, tingkat social dan berbagai bangsa tanpa pandang bulu. Islam tidak mengenal perbedaan dalam beraqidah. Islam dibentuk oleh satu ikatan. Maksud universal adalah bahwa aqidah Islam bila diimplementasikan oleh orang-orang non muslimpun akan membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai bangsa di belahan dunia. Namun telah terbukti pula, bahwa umat Islam telah mengalami kemunduran yang sangat jauh kebelakang karena meninggalkan aqidahnya. Sudah banyak kajian yang mengidentifikasikan hal itu
Kita telah menjumpai 1001 macam cara orang berbagai macam cara/ perilaku orang yang berthowaf dan sa'i, Bahkan kita juga akan menjumpai makelar/ biro jasa untuk mencium hajar aswad. Ada berbagai macam cara beribadah sholat yang dilakukan orang disekeliling kita, namun tidak menjadikan mereka berbantahan, semuanya yakin dengan fahamnya masing masing. Namun coba kita kembalikan berfikir, bagaimana cara untuk mempersatukan persepsi karena kitalah sesungguhnya yang semestinya mempunyai jalan yang benar melalui satu jalur, satu ikatan yaitu Al Qur?an nul Karim melalui praktek yang dicontohkan Rasulullah SAW. Kita tidak akan mau turut selain yang dicontohkan. Memandang kondisi yang demiian, maka perlukah ?Perbedaan pandangan? atau ?Khilafiah? itu diperbincangkan ? Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu masing-masing pihak ada kesadaran dan keihlasan untuk membuka tutupan-tutupan yang menyelimuti hati kita masing-masing. Karena ada yang memahami bahwa: ?Demi persatuan dan kerukunan sebaiknya masalah klilafiyah (perbedaan pandangan) sebaiknya jangan diterangkan. Memang bila hanya adu argumentasi tidak bakal ketemu titik persamaannya. Maka sadarilah bahwa persatuan yang demikian ini, hanya menguntungkan bagi pihak yang mempunyai kepentingan di dalamnya. Karena kompromi yang mereka ciptakan hanyalah sebagai alat untuk mengalihkan perhatian saja. Demikian juga, ketika para pembawa panji-panji Islam menyeru umat untuk bersatu dalam Aqidah (ikatan) dan Manhaj (jalan/metode) yang shahih. Tiba-tiba muncul penyeru yang mengaku mengajak kepada persatuan Islam dengan berkata: "Biarkanlah kaum muslimin dengan keyakinannya masing-masing, biarkanlah kaum muslimin dengan metodenya masing-masing dalam berjalan perintah Allah, janganlah memaksakan perselisihan yang ada harus seragam dengan keyakinan dan pola pikir orang-orang arab padang pasir 15 abad yang lalu?. Dengan landasan pada hadits palsu yang berbunyi: "perselisihan pendapat pada umatku adalah rahmat." Subhanallah?!! Alangkah naifnya, alangkah kejinya ungkapan tersebut dan banyak lagi perkataan yang semisalnya yang mengakibatkan kaum muslimin abadi di dalam aqidah dan manhaj yang berbeda-beda. Syaikh Ali Hasan dalam kitabnya "ushul bida" mengisyaratkan dampak buruk hadist tersebut yang dapat melemahkan kaum muslimin dan menjatuhkan kewibawaannya, karena jelas-jelas hadist palsu tersebut menebarkan benih-benih perpecahan di tubuh kaum Muslimin, jelas sekali pernyataan hadits palsu itu telah memutar balik ajaran Allah yang berfirman [Al-Anfal: 46]: "J angan kamu berselisih, karena kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu." Padahal ayat-ayat dalam Al-Qur?an melarang berselisih pendapat dalam urusan agama dan menyuruh bersatu. Seperti Firman Allah: Surat Al-Anfal ayat 46 yang artinya; "Jangan kamu berselisih, karena kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu." Surat Ar-Rum ayat 31-32: " Jangan kamu seperti orang-orang yang musyrik, yaitu mereka mencerai-beraikan agamanya dan bergolong-golongan. Dan setiap golongan berbangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." Surat Hud ayat: 118-119: "Mereka terus-menerus berselisih kecuali orang yang mendapatkan rahmat dari Tuhanmu." Dan kita diperintah Allah untuk bersatu dalam Aqidah, satu manhaj diatas Aqidah dan Manhajnya Rasulullah dan para sahabatnya. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-An?am ayat: 153 yang artinya: "Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa." Dan kita diperintahkan Allah untuk merujuk bersama kepada Al-Qur?an dan As-Sunnah ketika terjadi perselisihan, bukannya membiarkan perselisihan aqidah dan hal-hal yang pokok dalam agama meradang di tengah ummat dengan dalih sepotong hadist palsu di atas. Firman-Nya dalan surat An-Nisa? ayat 59 yang artinya: "Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur?an) dan Rasul-Nya (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya." Qa?idah yang dipergunakan dalam Islam adalah : ?Kebenaran itu hanya satu.? Kaedah ini berlaku dalam masalah-masalah Ijtihadiyyah yang diperselisihkan oleh Ulama, baik dalam masalah ushul maupun furu?, maupun dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah ataupun perkara-perkara lainnya dalam diennul Islam. Bila ada perbedaan dalam pendangan maka Allah Subhanallahu wa Ta?allah telah mengcounter melalui firman-Nya, pada surat 59 (Al Hasyr) ayat 14 ???.. kamu kira mereka itu bersatu, tapi (sebenarnya) hati-hati mereka berpecah belah. yang demikian itu dikarenakan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.? Persatuan yang haqiqi hanya terwujud pada kalangan orang-orang yang mempunyai persamaan visi kedepan. Nasrul Haq bil haq, bukan dengan banyaknya kebijakan tanpa landasan yang benar. Agama Islam di nomor duakan demi persatuan dam mengikuti kemauan orang perorang atau golongan. Sebagaimana agama Islam adalah agama Tauhid yang hanya tunduk pada Syariat yang diciptakan Allah Subhanallahu wa Ta?allah saja. Selain hal itu, tidak akan dapat taat dan tunduk pada Allah SWT, bila kemusyikan terjadi dari akibat membela kelompok; organisasi maupun golongan. Sebaiknya persatuan yang dibentuk atas dasar ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sekian, Wassalamu, manit taba' al hudha Dan selamatlah bagi yang mau ikuti petunjuk Muhammad Syahreza PT. NOK Indonesia Plant Engineering Dept. Telp. : 021-898 1041 Ext. 128/135 Fax. : 021-898 0764 e-mail : [EMAIL PROTECTED] "voorprong van het achterlijkheid." Orang bisa melompat maju tanpa perlu mengikuti irama pengalaman yang dialami orang lain tapi dengan belajar meniru menggunakan kemajuan teknologi Tahukah anda bahwa dunia sudah berubah? Tahukah anda negara lain sudah berubah? Inginkah anda negara anda juga berubah? Sudahkah anda berubah? Kita memang miskin sumber daya alam tapi bukan berarti miskin kreatifitas Perubahan memerlukan upaya dan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal yang terkecil dan dimulai saat ini juga
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

