Assalamu'alaikum wr.wb. 

Kalau kito mandanga kato Rumah Jompo atau Panti Wredha pasti banyak yang 
beranggapan dan berkomentar yang macam-macam. 

Padohal kalau ado pemda atau swasta lokal di Sumbar yang nio buka usaho rumah 
jompo ko, potensinyo sangat menjanjikan, karano multiply efeknyo sangat luar 
biasa untuk menunjang pertumbuhan perekonomian dan peningkatan APBD. Disamping 
itu akan membantu peningkatan jumlah wisatawan asing dan wisatawan domestik 
yang akan berkunjung ke Sumbar dengan memanfaatkan potensi keindahan alam dan 
lingkungan yang agamis serta asri. Pasarnyo adolah orang-orang tua yang masih 
punya darah minang atau non minang yang ado di kota, di rantau dan di nagari 
urang seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dll. Karena mau tidak mau 
atau terima tidak terima rumah jompo sangat dibutuhkan di masa depan akibat 
dampak dari globalisasi yang membuat orang-orang tua kurang diperhatikan oleh 
anak-anaknya karena sibuk dengan bermacam aktivitas. Mungkin dalam adat minang 
yang ABS SBK dan ajaran islam sangat bertentangan tapi ada banyak sisi positif 
yang bisa diambil. Diantaranya : 

A. Bagi oran-orang tua penghuni rumah jompo 

1. Orang-orang yang sudah tua sangat butuh perhatian ingin dimanja, dilayani 
secara penuh dan maksimal. Hal ini belum memungkinkan jika dilakukan oleh 
anak-anaknya yang sibuk dengan berbagai aktivitas mereka. Fungsi pelayanan ini 
bisa digantikan oleh orang lain. (potensi membuka lapangan kerja dan mendidik 
masyarakat ke pelayanan konsumen) 

2. Orang-orang yang sudah tua butuh orang yang bisa mendengar apa pun yang 
keinginan hati mereka (tempat curhat). Biasanya akan lebih cocok jadi pendengar 
adalah orang-orang sebaya dengan mereka. Hal ini bisa diperoleh di rumah jompo. 

3. Orang-orang sudah tua ingin beraktivitas yang belum pernah mereka lakukan 
selama mereka masih hidup, apalagi yang tinggal di kota. Di rumah jompo mereka 
bisa berkebun, bertani dan melakukan aktivitas yang belum pernah melakukan 
tersebut dengan hati riang dan nyaman tanpa ada ambisi yang ingin mereka raih, 
hanya untuk menyalurkan hasrat dan hobby saja. 

4. Orang-orang yang sudah tua ingin di sisa hidupnya berada di tempat yang 
tenang, sejuk, ramah, nyaman dan asri. Hal ini tidak akan mereka temukan di 
rantau atau di kota yang penuh dengan ketidakpastian dan hiruk-pikuk. Kalau pun 
mereka temukan harus dibayar dengan sangat mahal. 

5. Kecendrungan orang-orang tua untuk bernostalgia dengan kenangan masa lalu. 

6. Kecendrungan orang-orang tua lebih mendekatkan diri kepada sang khalik 
dengan lebih memperhatikan sisi spiritual dan ajaran agama.

7. Pernah ambo danga dari tante ambo yang pulang dari anjangsana ka panti jompo 
di sicincin samo rombongan RSU M. Jamil, ado penghuni panti jompo (pensiunan 
ABRI) nan mangatokan, inyo labiah sanang tingga di panti jompo, karano inyo 
ndak ingin mambuek anaknyo jadi ikuik badoso kalau ado tingkahnyo yang indak 
singajo (misal mamacahkan piriang) yang mambuek anaknyo manjadi sadiah atau 
emosi akibaik kurang sabar dalam malayani orang tuo-nyo. Jadi hal iko mambuek 
anak jo cucunyo pun sanang dan rutin tiok minggu mambesuk orang tuonyo. Hal iko 
mambuek tante jo om ambo jadi sangaik ingin pulo tingga di rumah jompo 
maabihkan siso umuanyo.

B. Bagi masyarakat sekitar 

1. Membantu peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi dengan adanya 
pembukaan lapangan kerja serta pertumbuhan usaha mikro yang berhubungan dengan 
pelayanan konsumen misal usaha penginapan untuk pengunjung yang membezuk 
keluarganya di rumah jompo, rumah sakit, usaha cendera mata, usaha laundry, 
usaha transportasi (rental mobil), dll. 

2. Peningkatan pengetahuan dengan pembelajaran dan transfer ilmu dari 
orang-orang tua penghuni panti wredha ke masyarakat sekitar, karena orang-orang 
tua punya hobby/kesukaan untuk mengajarkan dan mentransfer ilmu dan pengalaman 
yang mereka miliki dan kuasai kepada yang mau belajar. (Masa tidak mau belajar 
gratis, kalau di kota kan untuk belajar atau seminar harus membayar dengan 
harga sangat mahal. Kalau ndak percaya coba aja ikut seminar pasti paling murah 
bayarnya Rp 500,000.-). 

3. Kesempatan bagi anak-anak, generasi muda dan masyarakat sekitar untuk 
berlatih pelayanan konsumen yang bervisi hospitality industry yang berorientasi 
costumer satisfaction. Dan peningkatan ketaqwaan, moral dan akhlaq dengan 
membuat lingkungan lebih spiritual dan agamis. 

4. Kesempatan untuk perbaikan keturunan bagi masyarakat dengan kemungkinan 
adanya potensi pernikahan dengan keluarga penghuni panti jompo yang berkunjung.

5. Potensi untuk pengembangan fasilitas dan infrastruktur publik oleh 
pemerintah.

6. Kesempatan bagi pelaku wisata untuk meningkatkan omset dari penjualan paket 
dan tiket perjalanan dari dan ke Sumbar.

7. Kesempatan bagi pelaku industri pariwisata untuk belajar dan berlatih 
peningkatan kualitas pelayanan konsumen dengan membuat jadwal rutin dan 
kontinyu berkunjung ke panti jompo untuk melayani dan menghibur penghuni panti 
jompo, jangan salah lo, Singapore Airline saja dari top managemen-nya sampai 
staf operasional-nya punya jadwal rutin, kontinyu dan teratur tiap periode 
untuk berkunjung, menghibur dan melayani penghuni panti jompo, mulai dari 
membersihkan toilet dan kamar mandi, sampai melengkapi dan menyajikan kebutuhan 
penghuni panti jompo. Tujuannya untuk melatih dan menigkatkan naluri dan feel 
untuk pemenuhan kepuasan pelanggan. Efeknya kalau untuk kualitas pelayanan 
konsumen Singapore Airline nomor wahid saat ini di dunia, mulai dari pemesanan 
tiket sampai turun pesawat. Jadi ingin naik Singapore Airline lagi deh..

C. Bagi Pemda

  1.. Penambahan pendapatan dari pajak dengan dengan peningkatan wisatawan dari 
keluarga panti jompo yang datang berkunjung ke Sumbar membezuk orang tua atau 
kerabatnya. Minimal 1 kali setahun. Asumsikan di tiap kabupaten ada 1 panti 
jompo, setiap panti berpenghuni 100 orang. Jika tiap tahun ada 2 keluarga dari 
setiap penghuni panti jompo yang datang berkunjung 1 kali saja. Tiap keluarga 
belanja Rp 2 juta saja di Sumbar. Artinya tiap tahun di tiap kabupaten ada 
pertambahan peredaran mata uang Rp 400 juta. 
  2.. Percepatan, peningkatan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan 
pembangunan wilayah, infrastruktur dan fasilitas publik di tiap daerah.
  3.. Kesempatan bagi pemda untuk melobby pemerintah pusat untuk menambah jalur 
kereta api agar, pengunjung dan penghuni panti jompo bisa lebih mudah 
transportasinya dari bandara dan ke panti jompo di daerah yang mereka pilih. 
Bisa juga dibuat jadual rutin penghuni panti jompo wisata dengan kereta api.
So ayo MPKAS dan MAPPAS tunjukkan kiprahmu membangun Sumbar.

Wassalam

Reza

Bekasi, 30 tahun






















Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke