“Setiap saya berada di Bali saya ingat kampung halaman saya Sumatra Barat. Dan setiap saya berada di Sumatra Barat saya ingat Bali.”
“Betapa tidak, baik Sumatra Barat dan Bali dianugerahi Allah SWT dua hal yang hampir sama: panorama alam yang mempesona, penduduk yang relatif homogen dengan adat dan seni budaya yangpenuh eksotika. Namun selebihnya, seperti kita tahu, dari segi pengembangan pariwisata, Sumatra Barat masih tertinggal jauh dari Bali.” Demikian saya mengawali catatan perjalanan yang saya tulis ketika saya mengajak kedua anak gadis saya dan mama mereka mengunjungi kampung halaman papanya akhir 2004 yang lalu. Tulisan yang saya bagi menjadi tiga bagian itu saya beri judul “Sumatra Barat yang Cantik dan Eksotik---Jadi Turis di Kampung Sendiri”, saya kirimkan ke sejumlah milis, termasuk RantauNet. Adinda Erwin Muchtar dkk di situs Cimbuak mengapreasiai catatan tersebut dengan melewakannya di sana. Sebagai bagian dari komitmen saya dalam mendukung MAPPAS yang pernah saya kemukakan beberapa waktu yang lalu, dan dengan segala kekurangan dan keterbatasan saya waktu ini, serta sebagai sumbangan kecil saya---atau malahan dapat dikatakan nyaris tidak punya arti apa-apa jika dilihat dari besar, luas dan kompleksnya permsalahan yang dihadapi----bagi pengembangan parawisata Sumatra Barat, saya mengirim kembali catatan perjalanan tersebut untuk dimuat di Superkoran milis Apakabar. Mengapa Apakabar? Apakabar waktu ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih 6500 orang itu, kurang lebih sepertiganya bermukim di mancanegara, sedangkan Superkoran Apakabar---yang terbuka untuk publik; dapat diakses melalui dapat diakses pada www.superkoran.info)---merupakan koran elektronik yang sejak diluncurkan satu setengah tahun yang lalu sudah dikunjungi sekitar 160.000 pembaca, atau rata-rata mendekati 300 orang perhari. Alhamdulillah sahabat saya Elceem dan owner Apakabar---yang sejak setahun terakhir ini memberi amanah kepada saya untuk menjadi salah seorang anggota Tim Moderator milis tersebut---menganggap tulisan tersebut yang pernah “ditayangkan” di milis Apakabar itu, masih cukup layak dimuat di Superkoran. Dua dari tiga tulisan tersebut sudah dimuat dan diletakkan di tembat yang strategis: kolom paling kanan serta dihiasi ilustrasi pemandangan alam dan jam gadang. Sampai hari Minggu kemarin dua anggota milis tersebut---dua-duanya bukan orang Minang---sudah memberikan tanggapan yang saya kopikan berikut ini, yang secara tersirat memberikan gambaran tentang potensi dan masih besarnya peluang bagi pengembangan parawisata di Sumatra Barat. (Bersambung) Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

