B A K A U  REM TSUNAMI
Oleh dr.H.K.Suheimi

Bakau dapat meredakan amukkan Tsunami, itu yang saya
dengar dari siaran BBC london tadi malam , ini sangat
menarik, saya simak dengan teliti.
Pulau Simelu yang dekat dengan titik Pusat Gempa
ternyata tidak begitu parah, korban yang berjatuhan
hanya sedikit, kerusakan yang di timbulkannyapun tak
begitu parah. Kenapa? Ternyata Pulau simelu
dikelilingi oleh hutan Bakau.
Bakau dapat me rem keganasan Tsunami . Lihatlah Pohon
Bakau yang tumbuhnya karena hempasan ombak, yang
hidupnya di Negara tropis, adalah pohon yang sangat
kukuh. Ombak adalah mainannya, dengan ombak dia tumbuh
dan berkembang, Ombak membuatnya semakin kokoh dan
semakin bercabang dan berdaun. Semakin disiram ombak
semakin rimbun daunnya. Maka daun batang dan ranting
bakau ini dapat menghadang Tsunami sehingga energy
kinetik yang di bawa oleh gelombang Tsunami dapat
berkurang 60 %. Jadi  kalau ombak  melewati hutan
Bakau, tenaganya sudah jauh berkurang, sehingga air
laut yang mengalir sesudah melewati bakau bagaikan
genangan dan air pasang, kekuatanya sudah di serap
oleh bakau. Serhingga daya rusak dan daya landanya tak
kuat. Jika kita perhatikan daerah sepanjang pantai
Barat aceh, porak poranda dan luluh lantak, karena
sepanjang  pantai itu tak ada hutan bakaunya.
Kita ingat pakar gempa Tsunami , bhw Tsunami ini akan
muncul pada kelipatan 200 tahun. Pulau mentawai pada
tahun 1833 pernah di guncang gempa besar dengan
kekuatan 9 skala reuchter, yang menimbulkan gelombang
Tsunami . Kalau benar demikian maka di perkirakan
Tsunami ini akan kembali terjadi lagi kira-kira tahun
2033, atau 28 tahun yang akan datang.
Kalau begitu, mau tidak mau, suka tidak suka, mulai
sekarang kita harus menanam Bakau di sepanjang pantai
Sumbar agar bisa me rem Tsunami .Bakau ini dalam waktu
12 sampai 14 tahun yang akan datang  baru bisa jadi
hutan. Diteliti 100 meter hutan bakau dapat meredakan
kekuatan Tsunami 60 persen. Maka untuk lebih aman kita
butuh sepanjang 260 meter dari bibir pantai jauhnya
hutan bakau, jika angka perbedaan pasang surut dan
pasang naik adalah 2 meter.
It’s Now Or Never. Sekarang kalau tidak sama sekali,
tak akan pernah lagi, kita akan terlambat korban
Tsunami kan terulang menjatuh kan korban yang banyak.
Kerna jarak antara kepulauan Mentawai dan Padang
adalah dekat maka waktu yang dibutuhkan sesudah gempa
dengan gelombang Tsunami diperkiranan 10 – 12 menit.
Artinya jarak antara air surut tiba-tiba dengan
datangnya Tsunami adalah 10 menit.
Kira2 25 th yang lalu ketika air pasang Gembung atau
naik, saya pergi ke taman Nirwana. Pohon Bakau masih
banyak. Dari atas cabang pohin bakau itu saya beruntai
memancing, dapat ikan-ikan Kurapu. Tapi hari ini kita
saksikan tak ada lagi pohon Bakau. Dulu di Painan saya
membak burung di hutan-hutan bakau, karena kalau sore,
burung-burung pulang kesarangnya. Dan sarang burung
yang banyak itu ada di hutan bakau. Sedang saya
menembak burung itu bertemu dengan ular bakau,
cantikda bagus warnanya.  Burung yang banyak dia akan
bertelur. Ular bakau seminggu sekali mengisi perutnya
dgn memakan telur burung atau menagkap burung itu
sedndiri. Dengan demikian dengan mudah kita bisa
saksikan burung dan ular..
Biasanya akar pohon bakau kalau kekurangan oksigen,
dia mencuat keatas dan munculah akar-akar tambahan di
bawah pohon bakau. Akar akar ini memmbus lumpur.
Lumpur di sekitar pohon bakau subur dan banyak cacing
dan serangga lainnya. Ini merupakan sumber makanan
untuk ikan dan bangau. Betapa asyiknya jika ketika
pasang surut menyaksikan bangau mencari makan, dan di
musim pasang naik ikan-ikan menepi.
Hampir semua ikan  tidak ada yang bertelur dan memijah
di tengah lautan. Ikan selalu  bertelur mencari
pantai, dan paling senang mencari hutan Bakau. Nah
telur yang diserakkan, dan anak-anak ikan yang baru
lahir merupakan makan untuk ketam dan udang. Maka di
bawah pohn bakau kita mudah menampak udang dan ketam.
Semua ini adalah merupakan potensi yang ttinggi untuk
perekonomian penduduk di sekitar hutan Bakau.
Ikan-ikan yang jauh di laut lepas akan ke Pantai kalau
mau bertelur dan memijah. Jika mereka tak menemukan
Bakau di Pantai Sumbar , maka ikan itu akan pergi
menjauh mencari pantai yang ada bakaunya. Sumbar di
tinggalkan oleh ikan.
Maka saya senang sekali sewaktu di Pantai sei Nipah
dekat Batang kapas ada setumpak Hutan Bakau. Atau di
desa Mandeh dekat Tarusan ada hutan Bakau, semoga
hutan bakau ini oleh Pemerintah di jadikan bibit dan
cikal bakal melindungi Sumbar dari Tsunami dan
membangkitkan ekonomi rakyat.
Hutan bakau penting untuk perlindungan kawasan pantai.
Dia melindungi pantai terhadap kikisan Ombak.
Akar-akarnya justru dapat menahan pasir, sehingga
pantainya akan bertambah. Karena selama ini kita lihat
aberasi dan pengikisan Pantai Padang. Dahulu kita bisa
main bola, ada Gedung Pancasila tempat kita
bersukaria. Ratusan meter pantai kita telah dikikis
ombak  karena hutan bakaunya tak ada.  Hutan bakau
juga dapat meredakan angin badai dan topan, sehingga
daya rusaknya berkurang..
Hutan bakau menstabilkan kawasan pantai. Bakau
merupakan tempat perlindungan bermacam flora dan
fauna. Banyak jenis ikan udang bertelur berkembang
biak dan membesarkan diri di kawasan hutan bakau
Hutan bakau perlu di hidupkan lagi, di pelihara dan di
pulihkan sebagai simpanan taman alam, Perlu
ditingkatkan kesadaran dan menanamkan rasa tanggung
jawab dalam diri kita sendiri untuk memulihkan hutan
bakau.
Untuk itu saya teringat sebuah Firman suciNya dalam
Al\Qur'an 
Dialah yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan,
(berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di
dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa
orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin
yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah
angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap
penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka
telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada
Allah dengan mengikhlaskan keta'atannya kepada-Nya
semata-mata. (Mereka berkata):"Sesungguhnya jika
Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah
kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS.
10:22)
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam
gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya
-sedang anak itu berada di tempat yang jauh
terpencil:"Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami
dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang
kafir". (QS. 11:42)
Anaknya menjawab:"Aku akan mencari perlindunganke
gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh
berkata:"Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab
Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang". Dan
gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka
jadilah anak itu termasuk orang-orang yang
ditenggelamkan, (QS. 11:43)
Padang 5 Mai 2006





 
____________________________________________________________________________________
Now that's room service!  Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097

Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke