Rabu, 28 Feb 2007,(Jawa Pos )
Istana Pagaruyung Ludes Terbakar 

BATUSANGKAR - Istana kebanggaan masyarakat Minangkabau, Istana Basa 
Pagaruyung, ludes terbakar tadi malam. Istana yang merupakan bukti 
sejarah Kerajaan Pagarayung itu rata dengan tanah setelah api yang 
berasal dari sambaran petir meluluhlantakkan bangunan yang sebagian 
besar terbuat dari kayu tersebut. 

Atap dari ijuk ikut mempercepat api melalap semua bangunan dan isi 
istana yang terletak di Kenagarian Pagaruyung, 100 kilometer dari 
kota Padang, ibu kota Sumatera Barat, itu. 

Informasi yang dihimpun koran ini dari lokasi kejadian, kebakaran 
yang menghanguskan Istana Basa Pagaruyung tersebut mulai terjadi 
sekitar pukul 20.00. 

Sebelumnya, daerah setempat dilanda hujan yang diikuti angin 
kencang. Lalu, tiba-tiba petir yang menggelegar menyambar bagian 
puncak istana dengan cepat. 

Menurut saksi mata bernama Andri, api awalnya membakar dua gonjong 
(atap) istana yang menjadi tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
menerima gelar Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam pada 22 
September 2006.

Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Tanahdatar Kompol 
Diarsyah Darwis mengungkapkan, upaya pemadaman api terkendala 
minimnya peralatan. Armada pemadam kebakaran yang dikerahkan dari 
Batusangkar tidak ada yang dilengkapi dengan tangga. Akibatnya, 
upaya pemadaman tidak bisa dilakukan dari jarak dekat. "Mobil 
pemadam kebakaran dari Padang baru datang sekitar pukul 21.00 WIB, 
ketika istana sudah ludes dan rata dengan tanah," kata Diarsyah.

Istana Basa yang terbakar tadi malam sebenarnya adalah replika dari 
yang asli. Istana Basa asli yang terletak di atas Bukit Batu Patah 
terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada 1804.

Pembangunan kembali Istana Basa dilakukan dengan peletakan tunggak 
tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat 
saat itu Harun Zain. Pada akhir 1970-an, istana tersebut dibuka 
untuk umum. Istana itu juga tercatat sebagai salah satu objek wisata 
yang paling banyak dikunjungi di Sumbar. 

Di sekitar Istana Basa, ada banyak objek wisata unik, seperti 
kompleks pemakaman raja dan bangsawan Minang. Ada beberapa kompleks 
makam dan yang paling terkenal adalah Kubur Rajo, sedikit di luar 
kota ke arah Padang Panjang. Kompleks makam bangsawan yang berada 
dekat Istana Basa menampilkan batu nisan yang unik. 

Selain terbuat dari batu besar utuh yang berpahat, batu nisan itu 
mempunyai bentuk berdasar jabatan orang yang dimakamkan. Masih di 
dekat Istana Basa, ada sekelompok batu prasasti yang tidak hanya 
menceritakan sejarah Minang, tapi juga sepenggal sejarah Nusantara 
secara utuh.

Sejumlah pejabat dan tokoh penting pernah di-lewa-kan (dilantik) 
menerima gelar kehormatan adat Minangkabau di istana itu. Menurut 
Ketua Lembaga Adat Alam Minangkabau (LAAM) Kamardi Rais Dt. Panjang 
Simulie menyebutkan, pejabat dan tokoh penting yang pernah dilantik 
di Istana Basa Pagaruyung, antara lain, Raja Negeri Sembilan 
Malaysia Tuanku Ja'afar Bin Tuanku Abdul Rahman, Sultan 
Hamengkubowono X, Taufiq Kiemas (suami mantan Presiden Megawati), 
Megawati (ketika menjadi presiden), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan 
(BPK) Anwar Nasution, dan terakhir Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono. 

"Kita berharap Gubernur Gamawan segera merembukkan lagi pembangunan 
Istana Basa Pagaruyung, seperti Harun Zain membangun dulu," kata 
Kamardi.

Istana Pagaruyung, lanjut Kamardi, harus secepatnya dibangun. Sebab, 
istana itu merupakan simbol-simbol penting dari sejarah Minangkabau 
dan Sumatera Barat. "Jangan sampai simbol-simbol kita hilang," 
tukasnya. 

Gubernur Gamawan Fauzi yang masih berada di Jakarta tadi malam 
mengaku terkejut dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan 
Istana Basa Pagaruyung itu. "Tapi yang jelas, kita segera bicarakan 
dengan pihak terkait, seperti LAAM dan pemuka-pemuka adat serta 
kepala daerah di Sumbar. Yang pasti, istana itu harus segera kita 
bangun," tegasnya.

Sementara itu, Bundo Kanduang Sumbar Raudha Taib mengatakan, 
kebakaran itu telah menimbulkan kerugian yang sangat besar. Sebab, 
yang ludes tidak hanya istana. Seluruh candi dan kain-kain hiasan di 
dalam istana juga ikut hangus. "Isinya candi dan kain-kain hiasan. 
Kerugiannya sangat besar," jelas Raudha ketika dihubungi koran ini 
tadi malam. 

Menyinggung apakah kebakaran itu merupakan pertanda tentang sesuatu, 
dia tidak mau berkomentar. Raudha Taib hanya mengatakan, terbakarnya 
istana tersebut merupakan rahasia Tuhan yang tak bisa ditebak. "Ada 
orang mengatakan itu peringatan, tapi kita tidak bisa menebaknya," 
ujarnya. (ztl/mal/mon/abk)





Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke