Website: http://www.rantaunet.org
==========================================

Da Nof...

Mungkin Selain melengkapi dengan arde penangkal petir,mungkin nanti kita
perlu merekomendasikan bbrp hal berikut ke Pak Gubernur dan Bupati Tanah
Datar

1.Agar di Areal Istana Pagaruyuang yang baru nantinya perlu dipikirkan untuk
membuat sebuah menara yang relatif lebih tinggi dari Gonjong Istano ataupun
bangunan sekitarnya. Jadi sekalipun petir terjadi lagi di saat2 mendatang,
puncak menara iyang lebih tinggi tulah yang pertama kali disambarnya.

2.Perlu melengkapi Istana Pagaruyuang dengan sistem hydrant air yang
baik,seperti yang ada di SPBU.

3.Perlu dibuat access jalan mobil pemadam kebakaran,dari pelataran parkir
sampai ke halaman Rumah Gadang Instano,untuk keadaan2 yang emergency.

4.Perlu memperkerjakan satuan pengamanan seperti Satpam atau pandeka2 yang
terlatih.Kalau perlu satpam2 atau pandeka2 ko diikutkan dulu di Fire
Fighting Training,sebelum bekerja sebagai satuan pengamanan Istano.

5.Sebaiknyo Bupati Tanah Datar tinggalah di Istano Ko...atau dibuat komplek
rumah khusus di dakek tu..supayo terawat juolah Istano ko...seperti Istana
Merdeka di Jakarta lah contohnya...Siapapun President RI ,boleh2 sajo
tinggal di Istana Merdeka tu..Terkadang kalau Istano indak bahuni
tu...akibatnyo kito2  ko jadi kurang peka akhirnyo,sehinggo kalau ado
kekurangan2 yang mungkin diperlukan untuk kebaikan Istano ko,akhirnyo kurang
terpehatikan dengan baik,karano Istano ko hanyo semacam rumah kosong
sajo......

InsyaAllah nanti ambo juo akan bicara langsuang dengan Pak Gubernur Gamawan
Fauzi dan Pak Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadique.

Wassalam,
Kurnia



  -----Original Message-----
  From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Yulnofrins Napilus
  Sent: Wednesday, February 28, 2007 3:53 PM
  To: Membangun Minangkabau nan Bergengsi
  Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Ustano Basa Pagaruyuang Ludes dalam Satu
Jam(Tidak ada nilai sejarah)


  Ambo thn lalu bbrp kali ka Ustano iko. Ambo kiro ujuang gonjong itu
sekaligus sdh berfungsi sbg penangkal petir.

  Tp memang indak ambo pareso bana wakatu itu, apo iyo ado kabel2 dari
gonjongnyo itu turun dan masuak kadalam tanah. Krn memang indak itu pulo
karajo ambo kasinan do...:D

  Tapi kalau iyo indak pakai penangkal petir, PARALU DIPATANYOAN...??

  Salam,
  Nofrins

  Syafrinal Syarien <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Aneh, bangunan penting semacam itu tidak dipasang
    penangkal petir.
    Iyo bana sampilik kariang bana urang pemda nan
    batangguang jawab di sinan!

    ---
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke