Website: http://www.rantaunet.org
==========================================

SUARA PEMBARUAN DAILY 
--------------------------------------------------------------------------------

"Mohon Maaf, Situs Ini Tidak Bisa Diakses" 
 

eringatan itu menjadi kabar gembira bagi para orangtua. Namun sebaliknya, bagi 
penikmat situs porno, peringatan itu menjadi momok. Barisan kalimat berwarna 
merah itu akan muncul, jika ada coba-coba mengklik situs-situs pengumbar aurat 
dan peranti lunak (software) ini dinamai Site Blocker oleh penciptanya, Ahlul 
Faradish Resha (22), mahasiswa Jurusan Elektronika dan Instrumentasi Fakultas 
Teknik UGM. 

Penciptanya, ternyata termasuk lima pemenang Youth National Science and 
Technology dalam Festival Pemuda Berprestasi 2006 Bidang Iptek berbasis Iman 
dan Takwa yang diselenggarakan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. 

Ahlul pemuda asal Payakumbuh Sumatera Barat itu, bercita-cita ingin membebaskan 
generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif situs-situs yang mengundang urat 
syaraf tegang dengan piranti lunak yang berkapasitas 54 kilobyte (KB) itu. 

"Ya saya pun pernah mendengar, ada seorang pimpinan instansi pemerintah yang 
mengeluh, bahwa karyawannya setiap istirahat membuka internet, tapi yang 
dibuka, gambar-gambar saru, tanpa rasa malu. Dari sana, saya coba mengutak-atik 
program visual basic, menjadi sebuah software yang kelak mampu menangkal semua 
yang saru-saru itu," katanya dalam sebuah perbincangan dengan wartawan di UGM 

Caranya? Tinggal meng-install-kan site blocker ke komputer. Begitu situs porno 
terhapus akan muncul tulisan "Mohon Maaf, Situs Ini Tidak Bisa Diakses." 

Semua situs porno yang saat proses install tersimpan di komputer dijamin 
hilang. 

"Akan tetapi bagaimana pun situs porno adalah sebuah sistem, jadi bisa muncul 
lagi. Oleh sebab itu harus tetap di-update," jelas Ahlul yang mendapatkan 
hadiah senilai Rp 10 juta itu. 

Ahlul yang mengaku bahwa mengutak-atik program komputer semata-mata karena hobi 
itu, banyak mendapat pencerahan dari rekan-rekannya dan sedikit coba-coba 
bahkan untuk memenangkan lomba itu, dia hanya membutuhkan waktu selama satu jam 
untuk merakit kode-kode digitalnya. 

Untuk menciptakan site blockernya, Ahlul menjamin tidak membutuhkan biaya 
juta-jutaan apalagi ratusan. Cukup dengan berburu teori baru di internet dan 
komputer jenis AMD di kamar kosnya, pemblokir situs porno itu diciptakan. 

Setelah berproses dua minggu, maka dia yakin kalau tantangan teknologi bisa 
taklukkannya. 

Sebelumnya, pemuda Padang itu sudah mengeluarkan antivirus bernama Kangen, 
Riyani Jangkaru, Shampoo Anti Brontok, sebagai antivirus pertama untuk 
menghentikan penyebaran virus Brontok 2005. Sabun Anti Dekil dan berlanjut 
sampai antivirus yang mempunyai kemampuan update sendiri hingga ampuh kapanpun 
diperlukan.Sama seperti piranti lunak, ilmu pengetahuan harus selalu diupdate, 
karena itu, dia berprinsip bahwa komputer harus diberdayakan dengan otak. 

"Yang pintar itu otak kita, bukan komputernya. Jadi, sayangkan punya komputer 
mewah hanya untuk kepentingan main game atau melihat situs porno," katanya 
menyindir. 

Sedikit berfilsafat, Ahlul keprihatinan akan realitas sosial di masyarakat. 
Kemajuan teknologi telah disalahgunakan sebagai pemicu degradasi moral. 

Bahkan mengacu dari penelitian yang dilakukan oleh lembaga swasta di Amerika, 
yakni 85 persen transaksi di internet adalah transaksi seks, dia yakin banyak 
pihak sebenarnya menyadari hal ini, namun enggan melakukan sesuatu. Bahkan 
untuk menghalangi masuknya situs ini, kata Ahlul adalah suatu hal yang sangat 
gampang. 

"Gampang, tutup saja salurannya lewat pusat. Tapi itu kan belum pernah 
dilakukan," ujarnya. 

Yakin apakah sofware-nya laku di pasaran? Ahlul langsung menjawab bahwa dirinya 
akan membagikan secara gratis temuannya, kepada siapa saja yang ingin. Gratis? 

"Ya, saya pernah mendapatkan pertanyaan soal hak paten. Tapi saya jawab, buat 
apa? Toh saya yang bayar sendiri, sementara itu aksi pembajakan tidak bisa 
dihindari. Toh dengan bagi-bagi ilmu, saya juga diuntungkan," ucapnya tanpa 
memperinci apa keuntungannya. 

Ahlul anak pertama dari empat bersaudara pasangan Drs Herman Aliunir dan 
Reswita ini berhasrat bahwa masyarakat sadar dengan sendirinya. 

"Bayangkan kalau komputer rumah, bisa untuk mengakses situs porno. Saat 
anak-anak akan mengklik 'D', maka muncullah 'Dunia Seks' bahaya kan?," ujarnya. 

Lalu untuk di tempat umum? Nah, kalau itu kata Ahlul, bergantung dari inisiatif 
para pemilik provider. Site blocker ini tujuannya tidak lain adalah 
menyelamatkan moralitas anak-anak. Begitu juga dengan pimpinan karyawan, juga 
harus paham agar produktivitas karyawan tetap terjaga. 

Caranya? Mudah, tinggal menginstalkan site blocker ke internet di kantor atau 
rumah. Ahlul yang bercita-cita menjadi Information Technology (IT) Developer 
ini mulai merintisnya dengan mendirikan CEO CV Ahlul Media Computama. Untuk 
mendapatkan piranti lunak "antisaru-saru" itu, Ahlul mempersilahkan setiap 
orang mengakses http://ahlul. web.id . [Pembaruan/Fuska Sani Evani] 



Attachment: gifPMkOOAfhOR.gif
Description: GIF image

Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke