Assalamu'alaikum wr.wb.

Salah satu nan mambuek investor gadang maleh investasi (KSO, BOT, soft loan, 
dll) di Sumbar, karano alun ado jaminan/kepastian hukum mengenai status tanah 
baiak dari nagari atau dari Pemda yang akan dipakai untuak usahonyo, apolagi 
kalau status tanah tu tanah ulayat.
Dan hal lain nan mambuek urang di rantau maleh manyumbang/badoncek dalam 
bantuak pitih langsuang ka Sumbar begitu juga di Indonesia, karano kurang 
terbangunnya kepercayaan di antara urang di rantau ke urang di ranah, mengingat 
kurang terbiasa-nya/belum terpola-nya urang di ranah dalam pengelolaan keuangan 
secara profesional. Hal ini merupakan dampak dari kasus-kasus di masa lalu yang 
terjadi di ranah. Dimana banyak dana/iuran urang di rantau sampai sekarang 
menguap begitu saja dan tidak ada laporan kepada publik. Kasus kecil dilihat 
waktu pulang lebaran, dimana tiap mesjid dan musala minta sumbangan kepada 
perantau dengan alasan untuk pengembangan dan perbaikan, tapi setelah sumbangan 
terkumpul, yang terjadi kebanyakan musala dan mesjid masih belum ada perbaikan 
dan perubahan, sementara uangnya sudah habis tanpa ada laporan 
pertanggungjawaban yang jelas. Begitu juga dengan kasus BPR, Koperasi, 
Developer Nakal, dll yang bermasalah dan belum selesai sampai sekarang serta 
masih "tagantuang di awang-awang". Padahal sudah banyak perantau investasi 
langsung ke ranah.
Jadi ndak salah kalau DAMI dan Gebu Minang tidak bisa berjalan dan boleh 
dikatakan mati suri. 
Akan lebih baik kalau kita di rantau juga membantu pemasaran hasil kerajinan 
tangan, pertanian, UKM di ranah. Dan pelaku-pelaku industri-industri rumah 
tangga dan industri kecil tersebut pelan-pelan diedukasi dengan peningkatan 
standar kualitas, pelayanan konsumen dan pengemasan produk. sehingga mau tidak 
mau urang di ranah akan jadi lebih terpacu untuk meningkatkan usahanya. Misal 
bagi petani karet, kalau kita lihat petani tradisional kurang peduli dengan 
kebersihan karet alam yang mereka kumpulkan, sekiranya petani karet tradisional 
mau sedikit berusaha, untuk menjaga kualitas karet yang dikumpulkannya tidak 
terkontaminasi sampah, pasir, atau serangga..otomatis harga karet yang mereka 
jual lebih tinggi dibanding karet yang terkontaminasi. Atau industri perabot 
dan pertukangan, sampai saat ini di Indonesia pun belum ada standar resmi yang 
jadi acuan untuk produk pertukangan ini, misal untuk dimensi pintu, jendela dan 
kusennya, bisa kita lihat tiap industri kusen kecil belum sepakat dalam 
menggunakan standar.
Info dari Pak Taufiq Rasyid keramba di PLTA Kotopanjang pun sudah mulai banjir 
ikan patin dan ikan air tawar lainnya. Salah satu usaha untuk meningkatkan 
nilai jual sekarang adalah dengan membuat patin/lele salai.  (dikeringkan 
dengan cara diasap). Juga sudah mulai dijajaki untuk pengalengan patin ini. Ada 
yang tertarik dengan pengalengan patin ini ?? Kalau ada perantau yang mau 
membantu pemasarannya pasti petani ikan air tawar lebih bergairah mengembangkan 
usahanya ini.


wassalam
Reza


============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke