Hanya dalam beberapa detik, gempa yang terjadi pukul 10.49 WIB berkekuatan 5,8 
Skala Richter (SR) dan pukul 12.49 WIB dengan kekuatan 6,2 SR pada Selasa (6/3) 
kemarin telah mengharubirukan masyarakat Sumatera Barat. Bagaimana tidak, gempa 
yang terjadi disaat semua orang sibuk (memulai) kerja dan anak-anak sekolah 
yang sedang belajar serta aktifitas lainnya yang dilakukan masyarakat, sontak 
membuat siapa saja berhamburan keluar ruangan menyelamatkan diri. Dalam sekejap 
suasana berubah gaduh dan pekikan histeris terdengar dimana-mana. Di kota 
Padang, Sebuah Sekolah Dasar yang terletak persis di depan kantor KPMM, para 
muridnya langsung memekikkan asma Allah bersahut-sahutan ketika semuanya 
berusaha berhamburan keluar kelas menyelamatkan diri. Sesaat setelah gempa 
berlalu, semua mencoba menenangkan diri. Namun itu hanya sesaat karena semua 
teringat keluarganya masing-masing yang tinggal di rumah, di sekolah, kantoran 
atau ditempat lain yang jauh dari mereka masing-masing. Serta merta semua orang 
bergerak meningalkan aktifitasnya, anak sekolah dan pegawai kantoran langsung 
pulang atau menjemput dan mengumpulkan keluarganya yang terpisah. Setengah jam 
setelah gempa berlalu jalan raya menjadi sesak dan macet oleh kendaraan yang 
sebagian besar menuju arah timur kota Padang yang merupakan daerah ketingggian 
dan menjauh dari pantai. Suasana hiruk pikuk dan histeris yang dialami 
anak-anak sekolahan yang jauh dari orang tuanya terus berpacu dengan derasnya 
deru kendaraan dijalan raya. Beberapa jam kemudian, kota Padang terasa lebih 
sepi dari biasanya. Walikota Padang, Fauzi Bahar, yang sesaat setelah gempa 
mengudara di RRI Padang, terus menenangkan warganya agar tenang namun waspada 
dan membujuk warganya agar tidak usah menuju daerah ketinggian menghindari 
tsunami serta kembali kerumah karena pusat gempa tidak dilaut namun didaratan.

Di daerah yang jauh dari kota Padang, terutama diseputaran pusat gempa 
(Kabupaten Tanah Datar), suasana tidak jauh berbeda. Bahkan lebih tragis lagi 
karena gempa yang getaraannya terasa hingga ke propinsi tetangga, Singapura dan 
bahkan pesisir barat Malaysia, mengakibatkan korban jiwa dan benda yang tidak 
sedikit. Dari berbagai informasi yang beredar di media massa dan elektronik 
hari ini (7/3), jumlah korban tidak ada yang sama. Paling banyak menyebutkan 
berjumlah 70 orang lebih, namun Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi, menyebutkan 
bahwa jumlah resmi korban jiwa akibat gempa yang terjadi di Sumatera Barat 
adalah 52 orang (Detik.com, dikunjungi Pukul 16.00 WIB, tanggal 7/3). Jumlah 
terbanyak adalah di Kabupaten Solok (15 orang tewas, menurut pemberitaan Padang 
Ekspres Rabu, 7/3). Daftar Korban tewas berikutnya adalah; 13 orang di Kota 
Bukittinggi, 2 orang Kab. 50 Kota, 6 orang di Tanah Datar, 4 orang di Kota 
Solok, 1 orang di Kota Padang, 4 orang di Kab. Padang Pariaman dan, Agam 1 
orang. Totalnya adalah 46 orang (versi Padang Ekspres), namun seperti yang 
disebut sebelumnya bahwa versi resmi yang dilansir oleh Seskab, Sudi Silalahi 
adalah 52 orang namun tidak disebutkan dimana saja sebarannya. Disamping itu, 
sejumlah kerusakan prasarana umum dan aset pribadi juga banyak yang rusak dan 
roboh. Jalan raya Padang - Bukittinggi yang sempat tertimbun longsor di 
Silaiang sempat memacetkan laju kendaraan dari kedua arah sebelum akhirnya 
dibersihkan dan dibuka kembali seperti semula. Publikasi resmi yang 
komprehensif dari pemerintah ataupun Satkorlak tentang jumlah korban 
keseluruhan, baik yang meninggal maupun luka-luka, infrastruktur yang rusak dan 
aset pribadi lainnya yang hancur, belum ada hingga tulisan ini dibuat.

Sekretaria KPMM yang sejak awal terlibat dalam aktivitas Koalisi Lumbung Derma 
LSM/Ornop dan Mahasiswa di Sumatera Barat saat ini bersama-sama telah 
menurunkan relawan untuk mendata semua informasi yang lebih terperinsi yang 
dibutuhkan untuk penggalangan dana, sehingga jelas apa yang betul-betul 
dibutuhkan saat ini oleh para korban yang masih hidup (survivor). Beberapa 
lembaga anggota KPMM juga telah turun ke lapangan untuk maksud serupa. Namun 
yang pasti ratusan bahkan ribuan penduduk yang berhasil selamat sangat 
membutuhkan perlengkapan darurat seperti tenda, selimut, pakaian, sembako, 
peralatan masak dan obat-obatan.

Uluran tangan dan kerelawanan kita sangat diharapkan untuk mengurangi beban 
derita yang menimpa para korban. KPMM menerima penyaluran bantuan berupa uang 
yang dapat disetor melalui Nomor Rekening: 0270058153 atas nama Filantropi KPMM 
di Bank Syari'ah Mandiri Cabang Padang. Bantuan dapat diantar langsung ke 
alamat KPMM di Perumahan Pondok Indah Pratama Blok A No 9 Jati Gaung Padang, 
Sumatera Barat. Telp/fax: 0751-841566, email [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL 
PROTECTED]



Konsorsium Pengembangan Masyarakat Madani






============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke