-------------------------------------------------------------
Ikutilah Sholat & Do'a Bersama untuk Keselamatan Negeri, Minggu 18 Mar 07 jam
08:00 di Masjid Istiglal Jakarta
-------------------------------------------------------------
Ada yang masih mau naik garuda ?
Regards
Ronal Chandra
Dear AURIers,
Saya melihat gambar diagram landing Ga 200 di koran KOMPAS kemarin, dan 'it
rings a bell' in my mind.
Ingatan saya kembali ke jaman puluhan tahun y.l., waktu saya baru jadi
copilot sangat junior di GIA. Jaman Instruktur Pilot di Curug disebut 'Dewa'.
Waktu para Captain di GIA hampir sejajar dengan raja. Jaman salah satu tugas
kopilot di RON Station ialah 'menggiring' para Awak Kabin yang cantik-cantik
dan bahenol untuk ikut beramai-ramai ke night club untuk bersantai
bersama-sama. (Kalau kopilot tidak mau atau tidak berhasil menjalankan
'kewajiban' ini, maka penerbangan besok akan berubah jadi Check Flight tidak
resmi!) Saat para kandidat Captain harus menyiapkan segala sesuatu sedetail
mungkin kalau mau menghadapi Route Check. Termasuk susunan para Awak Kabin!
Siksaan paling nyata buat saya pribadi ialah kalau Pak Kapten bermurah hati
memberi kesempatan terbang, tetapi sepanjang penerbangan tidak sedetikpun
melepaskan kendali atas penerbangan. Saat-saat begini adalah saat kopilot
sesungguhnya turun derajat dari kopilot menjadi auto(ko)pilot: Hanya sekedar
jadi remote control Pak Kapten.
Paling buruk biasanya saat approach menjelang pendaratan. Apalagi kalau Pak
Kapten sudah mulai ikut pegang stick dan ikut nyetir. Rebutan nyetir pesawat,
tanpa terlebih dulu tegas menyebutkan :"I have control!" sebelumnya.
Saya masih ingat 'vividly', pengalaman terbang seperti begini hampir selalu
berakhir dengan jenis landing yang aneh-aneh: loncat kodok (itu lho, touch
down berkali-kali dalam SATU kali pendaratan! Seperti yang saya lihat di
KOMPAS kemarin!), hard landing (ini 'disaster' yang paling ringan. Biasanya
diikuti caci maki atau omelan Pak Kapten akan 'kegoblokan' Si Kopilot!), atau
paling tidak 'sekedar' lupa baca checklist (karena jadi tidak jelas lagi,
siapa yang terbang, siapa yang command, siapa yang harus baca checklist!),
sehingga lupa arming spoiler, dan terjadi seperti yang diuraikan Capt. Henry
Biantoro.
Sampai terakhir saya meninggalkan Garuda, lepas dari CHIME Course atau CRM
yang telah digalakkan dimana-mana, kasus-kasus seperti di atas, dalam kadar
(yang saya saksikan dan alami) yang lebih ringan masih tetap sering terjadi.
Cockpit Voice Recorder akan menjawab pertanyaan ini. Kejujuran para awak
pesawat juga akan membuka banyak misteri.
Pertanyaan yang muncul begitu menyaksikan liputan televisi:
1. Saya lihat para Awak Kabin sibuk menolong penumpang (yang luka?) di LUAR
pesawat. Sementara pesawat masih terbakar dan para penumpang (kemudian juga
dilaporkan di koran-koran) masih banyak yang terperangkap di dalam pesawat.
Pilot dan Kopilot saya cari-cari kabarnya di berita-berita koran dan televisi,
kok tidak ada? Atau mungkin terlewati oleh saya? Saya cuma-bertanya- tanya,
apakah Garuda sudah merubah Emergency Landing Procedurenya? Logika saya, kalau
masih tetap seperti dulu maka para Awak Pesawat TIDAK MUNGKIN akan ada di luar
pesawat pada saat para penumpang masih ada di dalam pesawat!
Para Pilot? Bagaimana sebetulnya tugas mereka saat terjadi kecelakaan seperti
ini? DI MANA seharusnya mereka berada pada saat-saat kiritis demikian? Apa
tugas Captain? Dan tugas Copilot?
2. Di halaman depan KOMPAS kemarin dengan jelas terlihat bangkai pesawat
seluruh badan. Ini adalah kejadian kecelakaan DI DALAM area Bandara. Bagaimana
kualitas Crash Crew Bandara? Apa mereka tidak punya? Tidak masuk akal saya, di
Bandara yang ramai dikunjungi wisatawan Internasional, kebakaran pesawat (yang
jelas-jelas disebabkan oleh kerosene!) dipadamkan dengan AIR!
Itu jelas terlihat dalam tayangan televisi. Dan gambar ini sudah tersebar ke
SELURUH dunia!
3. Bunyi yang langsung terdengar ialah Menteri Perhubungan harus turun
dan/atau diganti. Logika saya jadi agak terganggu, nih! Ada komentar?
Salam,
HERNAWAN.
Capt. Henry, saya pernah mengalami beberapa kali dalam jenis penerbangan
seperti saya uraikan di atas, Spoiler sudah di armed, dan deployed akibat hard
landing. Tapi pesawat bouncing. Ya, akibat hard landing gara-gara rebutan
stick tadi! Ini terutama pada masa-masa jadi kopilot Fokker F 28.
---------------------------------
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================