-------------------------------------------------------------
Do'a Bersama untuk Keselamatan Negeri, di Masjid istiglal diundur menjadi 
Minggu 8 April 2007. Meriahkanlah.
-------------------------------------------------------------



Assalamualaikum w.w. Dunsanak Defnil,

Terima kasih banyak atas penjelasan Dunsanak mengenai
fenomena ESQ ini. Memang kondisi masyarakat kita di
dalam dunia yang bukan saja semakin kompleks tetapi
juga berubah dengan cepat ini, kelihatannya
menimbulkan semacam kehausan akan pegangan batin, yang
diisi oleh ESQ-nya Ary Ginanjar. Ada seorang sahabat
saya yang pernah mengikuti acara ini, dan demikian
terobsesi dengan 'pencerahan' yang beliau peroleh,
sehingga beliau juga mengajak saya untuk ikut.

Nmun, seperti saya tulis sebelumnya, selain biayanya
lumayan mahal [walau mungkin wajar jika diukur dengan
kegiatan pelatihan di kota-kota besar dewasa ini] saya
kurang berminat untuk menjadi pengikut dari gerakan
seperti itu. Saya lebih senang mencari sendiri
ketenangan bathin ini, baik melalui renungan, bacaan,
ataupun dengan mengambil hikmah dari pengalaman hidup,
baik pengalaman hidup orang lain maupun pengalaman
hidup saya sendiri. 

Saya setuju penuh untuk lebih banyak dan terus menerus
mempelajari demikian banyak masalah yang ada di
sekitar kita, termasuk tentang ABS SBK yang karena
satu dan lain hal [masih] menjadi obsesi pribadi saya
dewasa ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar 

  
--- "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
-------------------------------------------------------------
> Do'a Bersama untuk Keselamatan Negeri, di Masjid
> istiglal diundur menjadi Minggu 8 April 2007.
> Meriahkanlah.
>
-------------------------------------------------------------
> 
> >   
> Ass. wr. wb. Pak Saaf,
>    
>   Ambo agak sedikit tergelitik untuk berkomentar
> tentang kegalauan Pak Saaf terhadap "Datuk Haji" dan
> beberapa hal lain.
>    
>   1. Saya mau mencoba melihat semangat fanatisme ini
> dari sisi motif yang mendorong si pelaku melakukan
> hal tersebut, dimana si pelaku "merasa terpanggil"
> untuk melakukan pembelaan kepada
> kelompok/simbol/seseorang, terhadap
> perlakuan/tindakan yang "dirasakan" kurang/tidak
> adil oleh si pelaku terhadap objek yang dibela.
> Semangat ini rasanya bisa kita temukan dimana-mana
> (mungkin di diri kita sendiri juga), bisa dalam
> bentuk pembelaan terhadap negara, agama, institusi,
> korps, kelompok, maupun terhadap perorangan, baik
> pimpinan negara, pemimpin kelompok, atasan, saudara,
> kenalan, teman nongkrong malam mingguan, istri/anak,
> bahkan sebuah buku/tulisan yang berisi jalan
> pikiran/pendapat seseorang pun bisa saja ada yang
> membela. Hanya saja, kita seharusnya bersikap kritis
> terhadap objek & situasi yang akan dibela tersebut
> dengan melakukan pertimbangan2 terlebih dulu dengan
> pikiran yang jernih, bukan emosional.
>    
>   Disisi lain, sepertinya istilah fanatisme adalah
> stempel/cap yang kita berikan kepada pihak yang
> sikap/tindakannya tidak sesuai dengan persepsi kita.
> Seperti stempel yang diberikan oleh pihak barat
> terhadap umat Islam, karena ketidak pahaman pihak
> barat terhadap ajaran Islam.
>    
>   2. Dari pengamatan saya, biaya training yang
> memakan waktu 1 hari penuh (8 jam) berkisar antara
> 750rb-1,5jt rupiah. Dengan demikian, walaupun masih
> bisa diperdebatkan lebih lanjut, biaya training
> sebesar sekitar 1,65jt untuk 3 hari penuh training
> sepertinya masih bisa kita anggap termasuk biasa.
>    
>   Dengan biaya tersebut, saya beranggapan
> positioning-nya cukup jeli, sehingga yang terjaring
> terlebih dahulu untuk ikut adalah kalangan atas yang
> umumnya mempunyai otoritas untuk membuat keputusan,
> dengan harapan dampak perubahannya akan jauh lebih
> cepat dan signifikan.
>    
>   Terlepas dari ketidak tahuan kita untuk apa
> keuntungan tersebut akan mereka gunakan, selama apa
> yang dilakukan (siapapun) masih memberikan manfaat
> bagi orang lain - dan produk/jasa (apapun) tersebut
> laku/dibeli oleh orang lain, saya merasa tidak ada
> yang salah dengan mencari/mendapatkan keuntungan
> yang sebesar-besarnya. Kejarlah duniamu seolah
> engkau akan hidup seribu tahun lagi, dan kejarlah
> akhiratmu seolah engkau akan mati besok.
>    
>   Tapi, tentu saja kita akan sangat berterimakasih
> dan akan sangat menghargai apabila manfaat tersebut
> juga bisa diperoleh dan dinikmati oleh kalangan yang
> lebih dibawah - bukan dengan memurahkan harga (yang
> akan dinikmati juga oleh yang mampu membayar lebih).
>    
>   3. Saya kadang agak sedih juga dengan persepsi
> orang2 yang merasa bahwa praktisi pengobatan
> alternatif "cukup" menerima 20rb-50rb saja.
> Sementara, seringkali orang2 yang datang ke praktisi
> alternatif tersebut adalah orang2 yang telah
> menghabiskan biaya jutaan rupiah di tempat
> pengobatan formal dengan hasil yang belum sesuai
> harapan. Saya merasa seharusnya orang yang lebih
> bisa memberikan result lebih baik seharusnya
> mendapat apresiasi yang lebih baik.
>    
>   Perlakuan tersebut kadang juga terlihat terhadap
> para mubaligh, ustad, ulama, dan orang2 yang
> mendedikasikan dirinya untuk syiar agama, yang sudah
> bekerja keras & berusaha untuk membantu atau
> menuntun kita untuk mendapatkan sorga, yang tidak
> bisa dihargai dengan materi apapun. Dan seolah-olah
> kita beranggapan bahwa mereka tidak membutuhkan
> taraf kehidupan yang lebih baik seperti
> kediaman/kendaraan yang nyaman, jalan-jalan (keluar
> negeri kalau bisa) untuk menambah wawasan, atau
> anaknya tidak perlu masuk sekolah yang lebih
> berkualitas.
>    
>   Di dunia usaha, saat ini konsep remunerasi mulai
> beralih kepada seberapa besar kontribusi yang
> diberikan, bukan lagi berdasarkan jenjang pendidikan
> dan/atau masa kerja. Di beberapa perusahaan,
> penghasilan salesman bisa saja lebih besar dari
> penghasilan manager bagian lain atau malah
> direkturnya.
>    
>   4. Suatu hal yang tidak sesuai/sejalan dengan
> persepsi dan jalan pikiran masyarakat, biasanya
> tidak akan populer dan akan ditinggalkan. Tapi kalau
> peminatnya justru banyak, mungkin kita perlu
> melihatnya lebih dekat untuk mengetahui secara
> persis apa yang terjadi disana. Dan kalau hal
> tersebut ternyata menyesatkan dan perlu diluruskan
> atau dihancurkan. Yang paling efektif tentu saja
> dengan menemukan dulu kelemahannya, baru diserang.
>    
>   Dan untuk mendapatkan kelemahannya tersebut,
> metoda Snouck Houngrounye (bener nggak nulisnya ?),
> dengan masuk ke dalam system dan/atau sampai ke
> inner circlenya, sepertinya cara yang paling
> efektif. Atau seperti KH Zainuddin MZ, yang walaupun
> banyak di hujat orang karena masuk ke area politik,
> saya sangat kagum & sangat salut atas keberanian
> beliau tersebut untuk masuk ke area politik, dengan
> harapan dapat melakukan “langkah nyata” memperbaiki
> keadaan, yang dulunya selalu dia kritisi dengan
> galak disetiap ceramahnya yang di sambut sangat
> hangat oleh masyarakat.
>    
>   5. Menurut pengamatan saya, kondisi serta generasi
> sekarang cendrung mengharapkan hasil yang lebih
> cepat & nyata. Sementara, penjabaran & penerapan
> ABS-SBK sepertinya belum bisa
> memberikan/memperlihatkan solusi untuk mendapatkan
> “keuntungan/manfaat nyata” yang bisa/akan didapatkan
> oleh masyarakat kita dalam kehidupan sehari-hari.
> Iming2 masuak sarugo/narako (nantiiii….) sepertinya
> agak sulit untuk meng-over ride kebutuhan untuk
> besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau
> 5-10 tahun lagi yang berkutat dan menari-nari setiap
> saat dalam pikiran masyarakat kita
>    
>   6. Pada saat ini, di dunia usaha, makin di sadari
> bahwa usaha yang maju, langgeng, efisien dan efektif
> hanya bisa dicapai melalui orang2 yang mempunyai
> integritas dan nilai kepribadian2 yang baik. Kalau
> kita cermati ajaran2/tuntunan2 di banyak buku-buka
> manajemen, kita akan temukan bahwa hal itu sangat
> sejalan dengan tuntunan2 yang ada di Al-Qoran.
> Dengan demikian, saya melihat bahwa kehidupan
> beragama bukanlah suatu yang bisa dilihat secara
> terpisah dengan kehidupan sehari-hari lainnnya.
>    
>   Karena ini, saya berpendapat bahwa pendekatan dan
> penjabaran ABS-SBK ke masyarakat tidak hanya
> tergantung kepada para alim ulama saja, tapi juga
> dilakukan oleh orang2 yang mempunyai latar belakang
> atau pengalaman atau praktisi di bidang usaha atau
> dunia kerja, sehingga bisa memberikan gambaran untuk
> bisa dipromosikan menjadi supervisor/manager/dst,
> atau punya usaha sendiri dengan berpenghasilan
> sekian juta perbulan, atau penghargaan dari
> masyarakat, disamping kemungkinan untuk dipecat
> sebagai pegawai/karyawan, jabatan/penghasilan tidak
> naik2, atau kerugian sekian juta rupiah, bangkrut,
> atau masuk penjara & mempermalukan sanak saudara.
>    
>   Seluruh sikap & tindakan yang kita lakukan sangat
> tergantung kepada persepsi yang ada di otak kita
> tehadap hal tersebut. Sementara, persepsi kita
> tersebut dibangun oleh referensi yang masuk/terekam
> ke otak kita. Dengan demikian, kita perlu
> meng-identifikasi persepsi apa saja yang salah, dan
> referensi2 apa saja yang perlu kita masukkan.
>    
>   7. Saya melihat komitmen pengembangan pariwisata
> ini merupakan jawaban terhadap manfaat nyata yang
> akan diterima masyarakat. Dengan demikian, saya rasa
> ini adalah momen yang paling tepat untuk memasukkan
> referensi2 yang diperlukan masyarakat, sehingga
> persepsinya berubah, yang akan otomatis merubah
> sikap dan tindakannya. Karena itu, saya sangat
> berharap, kharisma & momentum yang dipunyai MAPPAS &
> MPKAS bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi
> katalisator dan fasilitator perbaikan persepsi
> tersebut.
>    
>   Mohon maaf kalau agak panjang, atau/dan
> tidak/kurang sependapat/berkenan.
>    
>   Defnil - 41th
>      
>   --- In [EMAIL PROTECTED], Saafroedin BAHAR
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Note: forwarded message attached.
> > Assalamualaikum w.w. para Dunsanak,
> > 
> > Terlampir saya kirimkan respons saya terhadap
> 'sindrom
> > ESQ'nya Ary Ginanjar di Sumbar.
> > 
> > Mohon respons terhadap gejala ini.
> > 
> > Wassalam,
> > Saafroedin Bahar
> > 
> > 
> >  
> >
>
____________________________________________________________________________________
> 
=== message truncated ===>
============================================================
> Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
>
------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
>
============================================================
> UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika
> melakukan reply.
> - Email dengan attachment tidak dianjurkan,
> sebaiknya melalui jalur pribadi.
> - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh
> system, jika:
> 1. Email ukuran besar dari >300KB.
> 2. Email dikirim untuk banyak penerima.
>
--------------------------------------------------------------
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara
> (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-config
> * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui
> mirror mailing list di:
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
> dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua
> mirror diatas.
>
============================================================



 
____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/

============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke