Bapak Azizar, Terima kasih penjelasannya. Saya hanya mengomentari wacana anda yang tidak memiliki struktur logika yang cukup jelas. Dan mencoba mengikuti logika anda tersebut. Tak hendak pula saya memindahkan Unand dan UNP ke kampung saya ataupun kampung isteri saya.
Sama halnya seorang kawan saya mengomentari postingan saya ini lewat yahoo messenger. "kalou gua jadi gubernur padang gua buat jadi pantai" begitu katanya. "dari pada banyak orang mati", tambahnya lagi lewat cetingan. Terus kami berdiskusi. Menjadi sebuah confrence. Ada beberapa orang yang mengamati. Selepas cf, saya sedih dengan pendapat2 kawan saya ini. Boleh dibilang ia tokoh muda komunitas rantaunet. Dengan alasan selalu mencari tempat yang aman dari resiko gempa dan tsunami, ia mengusulkan kita tinggalkan wilayah pesisir dan (mungkin tentu saja kawasan darek yang selalu diancam gempa lewat patahan semangkonya). Saya masih punya archieve confrence ini. Pertanyaannya tentu menjadi berubah, memang ada daerah di Sumbar yang relatif aman dari Gempa dan aktivitas vulkanik? Kalaupun hendak memindahkan UNP atau Unand, mau kita pindahkan kemana? Sekali lagi saya sedih dengan alur pemikiran kawan ini (apalagi kalau banyak yang mengikuti pemikiran anda). Tidak akan maju-maju kita. Yang perlu kita lakukan sebenarnya adalah sebuah kaarifan untuk hidup selaras dengan alam. Berpalinglah kearifan lokal (buah kajian empiris) dan ilmu pengetahuan. Contohlah Jepang. Kalau masih kurang, Negara Bagian California. Bagaimana mereka hidup menyesuaikan diri dengan ancaman tsunami dan gempa bumi. Nenek moyang kita juga kurang hebat apa? Contohnya, atap ijuk sudah mereka gunakan dari dulu, di tengah daerah yang banyak stok tanah lempung buat genteng. Dari ijuk, kita beralih ke seng. Kecuali sedikit orang kaya baru, yang sok kota menggunakan genteng tanah liat. Menata ruang memang sebuah keharusan. Selaras dengan alam menjadi keniscayaan. Tapi bukan berarti kita harus menjauh dari pantai untuk selamanya, ketika kita tahu daerah kita berpotensi tsunami. Wassalam Mantari UBGB Sutan --- In [EMAIL PROTECTED], "YPC - 19 Azizar Aras" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ------------------------------------------------------------- > Do'a Bersama untuk Keselamatan Negeri, di Masjid istiglal pada hari Minggu 8 April 2007. RI 1 akan memimpin istigfar nasional. Marilah diikuti beramairamai. > ------------------------------------------------------------- > > > > No comment.......... hanya sebuah pemikiran dan kalau memang Sahabat > saya Mantari Sutan keberatan itu adolah hak pribadi baliau karano ndak > ado didunia ko nan salalu sapandapek, kito pulangkan ka nan berwenang > kadipindahkan atau indak ndak ado bias kapado kepentingan kedaerahan nan > ado adolah wacana Minang, ambopun indak di Bukittinggi doh, ambo sumando > urang kiktinggi no sahabat ambo Mantari Sutan > > Salam > AAR > > ============================================================ Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ------------------------------------------------------------ Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >300KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

