Hi mama Putri...
Dulu Mahdi juga gitu kok...

Kebetulan di SKB Bobo kita dapet jatah 2 kali ketemu psikolog anak.
Psikolog tersebut (juga didukung dari keterangan guru2 di sana) menganggap itu normal. Alasannya anak kecil itu paling sensitif dengan orang asing (baca: orang yang tidak biasanya dia temui sehari2). Memang ada beberapa anak yang cepat bergaul. Tapi banyak juga kok yang butuh waktu.
 
Mahdi masuk SKB Bobo (kelas cimut untuk min 1th 8bl) bulan Februari. Sengaja saya masukin ditengah ajaran karena selain dia udah 1 th 11 bl(bln Maret) saya pengin dia dapet stimulasi motorik halus yang terarah. Dan baru bulan... Juni dia baru mingle dgn teman2nya dan satu-dua kali bisa ditinggal figur dekat (suster dan ortu).
Sewaktu saya bertemu Psikolog Bobo, dia berpesan agar figur dekat untuk tetap diam/tidak berkomunikasi/tidak membantu si anak sewaktu menunggu di dalam kelas. Disarankan baca buku saja. Kecuali si anak diluar kontrol, misal menangis meraung2 dll, baru figur dekat boleh membantu.
Berjalan dengan waktu, setelah 6 bulan (Feb-Agustus, minus Juli) Mahdi sekarang tidak pernah mencari figur dekat walaupun dia ada masalah dgn temannya, misal dipukul dll, tetapi dia sudah bisa mencari solusi dengan gurunya.
 
Di SKB Bobo, mereka memberikan reward kalau anak mencapai target ortu-nya. Rewardnya adalah cap atau gambar tempel. Ortu diminta memberikan 3 target kepada anaknya. Setiap anak mencapai target salah satu atau ketiga2, anak akan mendapat reward berupa 1 buah sampai 3 buah cap atau gambar tempel.
Target yang cukup sulit yang saya berikan adalah Mandiri (belajar/bermain tanpa didampingi figur dekat). Setiap dia berhasil mendapat stiker tanda dia mencapai target Mandiri tersebut, saya berikan dia permen kesukaannya (permen kelinci, coklat isi strawbery, dll)
Alhamdullillah, satu bulan terakhir, setiap pulang sekolah (3 kali seminggu), Mahdi dapat 3 stiker. Seperti saran psikolognya, kami selalu memberikan reward disetiap keberhasilannya, walaupun hanya ucapan selamat.
 
Jaddiiii... cukup menyayangkan si... waktu saya baca komentar dari gurunya Putri.
Mama Putri, sekedar saran... yang penting... stimulasi dan pengenalan ke dunia sekolah buat Putri. Jangan sampai Putri menolak ke sekolah karena tekanan justru dari sekolahnya lho.
Jujur aja... dulu juga saya gemes banget sama Mahdi. Tetapi keterangan psikolog dan juga ngobrol sama ibu2 temannya Mahdi... membuat saya let it flows.
Mungkin sekarang dia keliatan lambat... tapi... siapa tau dengan stimulasi yang benar... nanti dia malah jadi pelari sprinter?
Hehehehe... Siapa tau....
 
Cheers
 


Witaradyasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Moms..
Saya lagi bingung niy... Putri (2th 9bln) masuk sekolah bulan agustus kemarin, masih di "Kelas Bermain Kecil" di Taman Kreativitas Anak Ind. Tapi sampe sekarang belum mau ditinggal juga, padahal semua temen sekelasnya udah ga ada yg ditungguin... Sabtu kemarin gurunya nanyain, sampe kapan Putri seperti ini?? padahal katanya pasti dikemudian hari (akhir tahun ajaran) pasti akan ada moment yg memang ga mungkin ditemenin, seperti foto kelas atau acara perpisahan.. Duh bingung nich...
Putri itu sangat pemalu, susah beradaptasi dan takut dengan kehadiran orang baru. Pernah kita coba tinggal sendiri di kelas, tapi nangisnya heboh banget dan ga bisa berenti. Walau sekarang dia ditungguin selama dikelas, namun setiap mau masuk sekolah dia juga nangis. baru masuk pager sekolah udah kaya orang ketakutan. Jadi takut aja kalo dia ditinggal sendirian di kelas, besok2 dia sama sekali ga mau sekolah sama sekali (mogok sekolah). Aku ga mau hal itu terjadi, tapi kalo ditungguin juga ya malu dong....
Mungkin moms disini ada yg punya pengalaman yang sama?? tolong share dong... aku dah abis akal niy.
Thanks banget ya..
Wita
mamanya Putri & Fakhri


Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business. __._,_.___

===================================================================
Telah terbit Agustus 2006, Parents Guide special edition: PRESCHOOLER. Membahas problem seputar tumbuh kembang anak usia prasekolah. Dapatkan segera di toko buku terkemuka di kota Anda"
===================================================================

Segera bergabung menjadi pelanggan majalah PARENTS GUIDE! Majalah bulanan yang menyajikan informasi Parenting Terlengkap dan Panduan Tumbuh Kembang Buah Hati Anda. Setiap Pelanggan Baru, PASTI DAPAT HADIAH LANGSUNG! Langganan setahun hanya Rp 240.000 (diskon 20%) dan langganan dua tahun Rp 450.000,- (diskon 25%). Luar Jakarta ongkos kirim Rp 5000/eks (P Jawa) dan Rp 7000/eks (luar P Jawa).

Informasi langganan Hub. Emma (021) 527 7302, 5256792, 70408785
atau email: [EMAIL PROTECTED]

====================================================================





SPONSORED LINKS
Parenting Parenting family Family parenting
Parent guide Hotel surabaya

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke